Home » My Files » Diary Tentang Inspirasi dan Motivasi » 8 Fakta Penting Tentang Bullying

8 Fakta Penting Tentang Bullying

8 Fakta Penting Tentang Bullying

fakta bullying, fakta penting seputar bullying, bullying adalah, jenis jenis bullying, dampak bullying, penyebab bullying, pengertian bullying di sekolah, contoh bullying, bentuk bentuk bullying

Via: zliving.com

Bullying menjadi suatu tindakan yang sudah lama menggaet perhatian banyak orang. Banyak gerakan yang terus digalakkan dengan misi; jangan mau jadi pelaku, jangan sampai jadi korban, dan hentikan bentuk bullying dari sekarang.

~

Orang bilang, meniup lilin orang lain yang sedang bersinar tak akan membuat cahaya kita semakin benderang. Demikian juga ketika kita membully seseorang, bukan berarti dunia akan menganugerahkan kesan yang keren. Malah justeru sebaliknya.

Seorang penulis dan advokat pencegahan bullying, Sherri Gordon, sempat membeberkan 8 fakta utama terkait bullying. Fakta-fakta yang disampaikannya cukup menarik, dan memberi pemahaman lebih tentang bullying itu sendiri. Nah, apa saja? Jom!

fakta bullying, fakta penting bullying, tentang bullying, artikel bullying di sekolah, artikel stop bullying, cyberbullying adalah, contoh cyber bullying, artikel cyber bullying

Via: cbc.ca

#1. Pelaku Bullying Bisa Berasal dari Berbagai Latar Belakang

Ada yang mengatakan kalau pembully itu biasanya orang yang pengecut, atau justru memiliki rasa percaya diri yang rendah. Hal ini tak selamanya salah, tak juga benar secara mutlak.

Ada pembully yang berasal dari korban bullying, pembully yang memang asli agresif, pembully yang ingin populer atau berkuasa, pembully yang pura-pura baik, pembully terorganisir atau memiliki skuad, dan pembully yang berasal dari orang-orang biasa dengan hati yang kurang peka.

Baca Juga :  15 Cara atau Tips Trik Agar Kesan Pertama Kita Baik dan Menarik

#2. Bullying Tak Pilih-pilih Korban

Memang sih ada beberapa kriteria umum dari seseorang yang berpeluang menjadi korban. Tetapi pada dasarnya semua orang berpeluang menjadi korban. Termasuk figur yang populer, banyak fans, berprestasi, dsb. Pelaku bullying bisa membidikkan senjatanya pada siapa saja yang menjadi target.

#3. Bullying Tak Mengenal Usia

Mendengar kata bullying, kita mungkin langsung teringat akan tingkah-polah siswa-siswi sekolah. Khususnya yang setingkat menengah pertama atau atas. Padahal bullying bisa berlaku dari usia dini sampai dewasa, bahkan di dunia kerja. Usia sudah tak jadi soal.

Bullying bisa eksis ketika pembully merasa ada seseorang yang berbeda dari kalangan mayoritas, pembully merasa tersaingi, pembully ingin pamer kekuasaan, atau pembully-nya memang merasa puas ketika mangsanya tertindas.

#4. Ada 6 Jenis Bullying

Bullying tak melulu tentang adegan penyiksaan terhadap seseorang. Faktanya, bullying bisa menjelma ke dalam bentuk lain. Ada yang berupa kekerasan fisik, kata-kata kasar, cyber bullying, agresi relasi, pelecehan seksual, sampai dengan bullying prejudice atau prasangka. Semuanya meninggalkan luka dan pengaruh yang sama-sama berbahaya.

fakta bullying, fakta penting bullying, fakta unik bullying, fakta menarik bullying, kasus bullying di sekolah,

Via: Favim

#5. Bullying ala Laki-laki VS Bullying ala Perempuan

Rupanya ada kecenderungan yang berbeda antara gaya membully lelaki dan perempuan. Yang kaum adam seringkali mengandalkan agresivitas fisik. Korbannya sendiri tak memerdulikan gender, yang penting ia puas kalau bisa mendominasi.

Baca Juga :  9 Cara untuk Melancarkan "Self-Healing", Upaya Penyembuhan Luka Batin Sendiri

Sementara yang kaum hawa cenderung membully dengan cara memanipulasi keadaan, mereka-reka cerita, cyber bullying, dsb. Dengan demikian, mereka bisa mempertahankan eksistensi dan kekuasaan. Sasaran mereka umumnya berasal dari kaum perempuan juga.

#6. Korban Bullying Lebih Senang Menutupi Kasusnya

Dorongan untuk melaporkan pengalaman bullying terus menguat. Pasalnya, memang banyak korban yang memilih untuk tidak melaporkan pelakunya. Dia pun harus sesak dengan penderitaan, emosi negatif, dan unek-unek yang mengendap.

Alasannya banyak yang takut, malu, dan kebingungan atas situasinya sendiri. Mereka galau, melaporkan aksi bullying itu apakah berakibat baik atau justru semakin terancam, entahlah. Lebih lagi kalau mereka berada di sekolah atau lingkungan yang kurang peka terhadap isu bullying.

#7. Saksi Bullying tak Berdaya

Banyak sekali kasus bullying yang “ditonton” banyak orang. Tetapi mereka biasanya tak berbuat apa-apa. Hanya diam menyaksikan. Tak pelak, banyak juga dorongan agar para saksi itu angkat bicara atau bereaksi.

Baca Juga :  Pelajaran Dari Dilan Tentang 12 Cara Membuat Hati Perempuan Takluk, Tenang, dan Nyaman

Pihak saksi sendiri beralasan kalau mereka enggan ikut campur, sebab bullying itu bukan masalah mereka. Tetapi sikap tersebut secara tidak langsung sudah mentolerir bullying. Karenanya, apresiasi besar ditujukan pada para saksi yang berinisiatif untuk beraksi. Dengan demikian, aksi kurang terpuji itu bisa dicegah atau dikurangi.

#8. Bullying Memiliki Efek yang Hebat

Konsekuensi berat bisa ditanggung para korban bullying. Mereka akan larut pada perasaan terhina, kesepian, terisolasi, dikucilkan, atau merasa diasingkan. Jika dibiarkan terus, bukan hal mustahil kalau efek tersebut menjalar pada sesuatu yang lebih serius. Bahkan sampai ada yang depresi, trauma, menderita gangguan makan, atau mungkin menuju tahap yang lebih mengerikan seperti bunuh diri.

Kita tak bisa terus-terus menanti ada superhero pembela kebenaran yang menyelamatkan di saat diri terpojok dalam bullying. Ada beberapa momen yang memaksa kita untuk menjadi bagi pahlawan diri sendiri. Kita juga tak bisa berangan-angan kalau bullying akan binasa sendirinya dengan cara berdiam diri saja.

Demikian, 8 Fakta Penting Tentang Bullying. #RD

error: