9 Alasan Lama Kenapa Buka Bersama Semakin Ke Sini Semakin “Cuma Wacana”

4
SHARE
bukber, bukber 2019, buka puasa, buka puasa bersama, bukber wacana, bukber wacana forever, wacana bukber adalah, bukber hanya wacana
Image via: iafrica.com

Idealnya, sesuatu yang direncanakan jauh-jauh hari itu sudah matang dan kemungkinan besar terwujud.

Namun di negeri, yang kata netizen “negeri +62”, beberapa rencana seperti Buka Puasa Bersama justru sering menjadi wacana saja – padahal rencananya sudah dibahas sejak H-29.

Buka puasa bersama, atau dalam bahasa Inggris disebut ‘breaking the fast together’ atau ‘iftar party’, memang sering ditunggu-tunggu. Oh iya, bahasa Inggrisnya bukan ‘open fast together’ atau ‘breakfasting together’, ya.

Nah, sudah terbayang bagaimana nikmat dan serunya makan bersama teman-teman sekolah, teman kerja, teman pengajian, teman komunitas, dll.

Jika kamu baru lulus sekolah, kemungkinan besar acara buka puasa barengmu terlaksana. Sebab, kamu dan kawan-kawan masih “bergairah” untuk menghelat reuni sekaligus bertukar kabar. Kesibukan dan urusan-urusan hidup pun belum terlalu njelimet, apalagi kalau belum berumah-tangga.

Namun semakin ke sini, rencana dan undangan untuk buka bareng masih tetap ada. Tetapi pelaksanaannya mulai berkurang, atau mungkin sudah tiada. Jadinya, bukber hanya jadi wacana forever. Setidaknya itulah yang terjadi pada saya. Heuheu…

Berikut ini kemungkinan Alasan Lama Kenapa Buka Bersama Semakin Ke Sini Semakin Berstatus “Cuma Wacana”:

1Bentrok

Image via: passageworks.org

Agenda buka puasa bersama seringkali barengan. Waktu favorit biasanya jatuh pada akhir Ramadan. Kalau sudah begitu, seringkali kamu mendapat undangan double, triple, quadruple, quintuple, sextuple, septuple, dst. Kamu pun mesti menerapkan hukum ‘skala prioritas’. Tidak semuanya bisa dihadiri. Teman-teman yang lain juga bisa bernasib sama.

2Banyak Basa-Basi

image via: ideas.ted.com

Sebenarnya tidak ada masalah jika rencana bukber mendapat banyak reaksi dan opini. Semua buka suara. Namun kadang hiruk-pikuk terus terjadi tanpa benar-benar dilaksanakan. Misalnya semua malah sibuk menentukan waktu, tempat, keuangan, dresscode,dll – tanpa benar-benar fixed.

Apalagi kalau sudah ada pihak-pihak yang saling keukeuh, saling klaim kalau gagasannyalah yang bagus. Tahu-tahu takbiran lebaran dan halalbihalal.

Baca Juga :  Ketika Orang Menyangka yang Tidak-Tidak Terhadap Keluarga Kita

3Mau, Tapi Segan

Image via: thehardtimes.net

Alasan yang satu ini sudah ditunjukkan oleh kamu atau mungkin mereka, yang ketika ada rencana buka bersama di WhatsApp Group, cukup dengan membalas ‘iya oke terserah aja … saya sih ikutan aja’. Dari kalimatnya, dia seperti membuka peluang untuk hadir. Namun ketika hari H, jarang sekali yang benar-benar ada wujudnya.

4Mantan

Image via: vixendaily.com

Jangankan bertemu untuk reuni atau buka puasa bersama, bahkan ada beberapa orang yang sampai tidak mau satu grup WA dengan sang mantan. Alasan klasik ini kerap diajukan karena merasa ‘kagok’, dilarang pasangan yang sekarang, atau mungkin “malas”, mungkin “masih ada rasa”, atau bagaimana. Poin yang satu ini sudah menjadi urusan hati masing-masing.

5Tidak Ada Koordinator

Dokumentasi pribadi

Bukan hanya pikiran dan perasaan saja yang bisa penat dan muak, panitia atau koordinator yang tidak direspons pun bisa merasa demikian.

Di awal-awal, mungkin saja ada beberapa orang yang bersedia mengkoordinir segala sesuatunya. Ya meriset tempat, menentukan menu, menentukan kisaran biaya, mendata peserta bukber, dll. Namun semakin ke sini, muncul alasan kesibukan atau malas karena antusias peserta bukber-nya sendiri menurun. Demikianlah, sudah alamiah.

6Bukber tahun lalu tidak berkesan/berfaedah

Tidak hanya pemilu, sebaiknya acara bukber juga membentuk panitia khusus. Namun semakin lama, kadang semua sudah semakin maklum kalau bukber hanya asal dilaksanakan. Itu pun sudah mending.

Tetapi mau tidak mau, kadang kalau sudah kapok, tahun depannya jadi ogah-ogahan. Ada pun rasa jera itu terjadi karena banyak faktor. Mungkin acaranya enggak seru karena masing-masing sibuk dengan gadget-nya, tempatnya terlalu sesak, isi bukber-nya malah menyimpang, malah ninggalin salat magrib dan tarawih, dll.

Baca Juga :  Kamu Bisa Masuk, Tapi Kamu Tak Bisa Keluar

7Iuran/keuangan

Tidak jarang, masalah sensitif yang satu ini juga kerap menjadi penghalang. Ada yang merasa kemahalan, ada juga yang justru merasa tidak puas karena kurang wah. Kadang-kadang serba salah karena bukber itu menyatukan selera banyak kepala.

8Mudik/belum mudik

Selain bukber, “tradisi” lain yang menghiasi akhir Ramadan yaitu mudik. Maka perkumpulanmu tidak bisa apa-apa kalau ada beberapa anggota yang absen dengan alasan mudik. Kecuali kalau kalian melaksanakan buka bersama pada awal-awal Ramadan.

Demikian juga ketika kamu hendak mengadakan bukber di kampung halaman. Teman-teman yang belum mudik, karena mungkin belum waktunya, juga otomatis tidak bisa datang.

Lain-lain

Masih banyak alasan lain yang berpotensi menjadi batu sandungan ketika hendak mengadakan bukber, baik itu alasan logis maupun absurd.

Mungkin ada yang amnesia, sehingga tidak ingat siapa saja teman-temannya dulu. Mungkin ada yang menyimpan luka lama, sehingga malas bahkan tidak sudi bertemu. Mungkin ada yang mau bukber, tapi melahirkan – atau justru baru lahir. Hehehe…

Intinya susah-susah gampang, gampang-gampang susah.

Saya, kamu, dan teman-teman mesti pandai-pandai membangun komunikasi. Kalau sudah ada konflik, kadang mesti ada pihak yang ngademin atau bersedia meluruskan secara baik-baik – misalnya via japri atau bertemu langsung.

Yah … namanya juga buka puasa bersama, tentu urusannya dengan banyak pihak – bukan satu pribadi saja. Namun “perjuangan” untuk mewujudkan buka puasa bersama itu biasanya setimpal dengan sensasi bahagianya. Apalagi kalau niatnya memang sesuai trek yang benar, alias ada di garis lurus. 9 Alasan Lama Kenapa Buka Bersama Semakin Ke Sini Semakin “Cuma Wacana”. #RD

SHARE

4 COMMENTS

  1. noomer 3 sih xD apalagi kalo misal temen deket gak ikut langsung males soalnya nanti gak ada temen haha hihi pas bukber hehhe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.