9 Cara untuk Melancarkan “Self-Healing”, Upaya Penyembuhan Luka Batin Sendiri

0
SHARE
tentang self healing, self healing adalah, self healing artinya dalam bahasa indonesia, cara melancarkan upaya self healing, arti self healing time
Image via: findatopdoc.com

Kalau secara harfiah, self artinya diri dan healing artinya penyembuhan, pengobatan, atau pemulihan.

Jadi self-healing bisa dimaknai sebagai proses menyembuhkan diri sendiri, khususnya dari luka batin.

Ya, tidak hanya lahir, batin pun bisa terluka. Luka tersebut biasanya berasal dari urusan yang belum selesai atau emosi yang belum terungkapkan, sehingga menyebabkan keadaan mental selalu kelelahan.

Ada yang masih terluka karena orang-orang terkasihnya meninggal, ada yang masih terluka karena efek dari putus cinta/hubungan, ada yang masih terluka karena hidup dalam keluarga broken home, …

… ada yang masih terluka karena hidup di tengah orang-orang atau lingkungan yang toxic, ada yang masih terluka karena kegagalan meraih sesuatu, ada yang masih terluka karena tertimpa musibah, …

… ada yang masih terluka karena merasa bersalah, ada yang masih terluka karena menjadi korban fitnah, ada yang masih terluka karena masa depan serba tidak pasti,

… ada yang masih terluka karena belum bisa memaafkan seseorang, ada yang masih terluka karena terus dihantui penyesalan, dsb.

Di saat seperti itu, ada baiknya saya dan kamu berperan aktif untuk menyembuhkan dan memulihkan dirimu sendiri. Dilansir dari Pijar Psikologi dan sumber lain, berikut ini cara membantu melancarkan upaya self-healing:

1Kamu bersedia untuk ‘sembuh/pulih’

Image via: time.com

Kamu patut bersyukur jika ‘dirimu sendiri tidak meninggalkanmu’. Kamu tetap ada, tetap menerima, dan tetap memeluk dirimu sendiri. Bahkan kamu berinisiatif  untuk melakukan upaya penyembuhan.

Sudah saatnya kamu sembuh, pulih, dan bangkit.

Begitu kamu bersedia, pastikan kamu mengesampingkan ego dan pikiran negatif. Harus ada keyakinan kalau apa yang kamu lakukan itu memang jalan yang baik dan berpotensi berhasil. Tetapi tidak perlu menuntut penyembuhan yang instan. Setiap orang memiliki durasinya sendiri.

Baca Juga :  70+ Kata Kata Cinta Dalam Bahasa Inggris dan Artinya

2Berdamai dengan Kenyataan

Image via: istockphoto.com

Saran ini pasti familier bagi kamu. Mudah untuk dibaca, tetapi sulit untuk diterapkan. Namun mau tidak mau, kamu pasti mengakui kalau terus memarahi keadaan pun tidak akan mengubah takdir yang sudah terjadi. Lebih lagi kalau keadaan tersebut hadir di luar kendalimu.

Kamu tidak bisa menganggap semuanya sebagai musuh. Barangkali rintangan yang kamu hadapi itu merupakan guru kehidupan, sekaligus peta yang memapah jalanmu ke arah lain.

3Me Time

Image via: northernvirginiamag.com

Tidak selamanya, ya, tetapi ada momen tertentu di mana kamu mesti meluangkan waktu untuk menyendiri. Kamu saja. Kamu bisa melakukan aneka aktivitas untuk mengisi waktu me time.

Selain rileksasi, kamu mesti kembali menyadarkan diri sendiri, bahwa pada akhirnya kamu adalah pusat kehidupan. Pilihan dan keputusanmu adalah tanggung-jawabmu.

4Dialog dengan Diri Sendiri

Image via: lifecoachcode.com

Kamu bisa bicara baik-baik dengan dirimu sendiri. Silakan ungkapkan apa yang sebenarnya kamu rasakan, apa yang kamu mau, apa yang membuatmu kecewa, dll.

Kadang kamu sudah menjelaskan panjang lebar pada seseorang, tetapi orang itu masih belum paham juga. Seringkali bikin frustrasi. Ya, karena sosok yang paling mengerti isi hatimu hanyalah kamu.

Seterbuka apa pun kamu terhadap orang lain, biasanya ada saja yang kamu sisakan di dalam.

5Mindfulness (kesadaran diri yang penuh)

Image via: mindful.org

Istilah ini mengacu pada program pelatihan untuk mengelola perasaan, pikiran, dan keadaan agar lebih fokus pada diri sendiri dan pada momen sekarang ini.

Cara sederhananya dengan berdiam diri di tempat tenang, lalu pejamkan matamu. Konsentrasi pada dirimu dan pikiranmu. Tenangkan diri dan pahami emosi yang bergejolak di dalam.

Dunia sudah keras padamu. Kamu babak belur. Tetapi rasakanlah, kamu masih bernafas. Kamu masih bertahan.

6Self-compassion (memahami keadaan emosi)

Image via: westcorkpeople.ie

Tidak apa-apa menangis karena sedih, marah, menyesal, dll. Maklumi dirimu ketika melakukan reaksi terhadap sesuatu. Tetapi pastikan dirimu juga yang cepat meresponsnya. Tolong dirimu sendiri. Berbelas kasihlah. Jangan abaikan.

Usahakan agar kamu bisa mandiri, tanpa ketergantungan pada makhluk lain (selain pada-Nya). Bantu dirimu agar bisa menerima kepahitan hidup dengan lapang dada. Jangan sampai berlarut-larut dan membiarkan dirimu sendiri ambruk.

7Menempatkan Masa Lalu Pada Tempatnya

Masa lalu yang kelam, menyakitkan, dan bikin trauma kadang seperti hantu yang tiba-tiba muncul di masa sekarang. Kamu jadi tidak bisa tenang. Tetapi kamu harus terus melawannya.

Ingatkan dirimu sendiri, bahwa apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diedit lagi. Semua itu sudah berlalu. Fokus pada jalan di depanmu.

8Ubah Penyesalan menjadi Kekuatan

Penjara bernama penyesalan dan rasa bersalah memang tidak nyaman. Kamu terus-terusan dilanda gelisah, takut, dan cemas. Padahal kamu diam saja, tetapi hatimu sangat sumpek dan capek.

Tanpa terasa, kadang ‘penjara itu justru kamu bangun sendiri’. Kamu bangun menggunakan pikiran dan prasangka negatifmu. Sehingga kamu perlu mengumpulkan kekuatan super untuk merobohkannya.

Kamu harus banting stir, dengan menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran berharga. Kamu ini manusia. Pasti ada celanya. Kesalahan dan kekhilafanmu itu wajar terjadi.

Baca Juga :  13 Jenis Bau yang Bisa Menjadi Mood Booster, Bikin Rileks, dan Mendatangkan Rasa Bahagia

Maafkan dirimu pelan-pelan. Rangkul erat agar tidak mengulangi apa yang sudah disesali. Lanjutkan hidup yang lebih baik.

9Menulis (atau berkarya lainnya)

Sampai detik ini, saya masih mengandalkan aktivitas menulis sebagai terapi bagi luka batin ini. Lebih lagi kalau menulisnya itu ekspresif, alias bersifat mengeluarkan unek-unek atau apa yang dirasakan. Di saat menulis seperti itu, jangan pedulikan ejaannya, tanda bacanya, indah atau jeleknya. Blak-blakan saja.

Kamu juga bisa menggunakan media lain, seperti berkarya membuat lukisan, lagu, gerakan tari, dll.

~

Faktanya, selama jantungmu berdetak, ujian dan cobaan akan menghampiri kamu dalam berbagai bentuk. Luka yang satu baikan dan sembuh, luka lain bisa berdatangan. Tetapi kadang penyembuh terbaik itu tidaklah jauh, malah sangat dekat, yaitu dirimu sendiri – dan dibantu oleh Sang Pencipta.

Mari menyembuhkan diri dan melanjutkan perjuangan hidup yang sementara ini. 9 Cara untuk Melancarkan Self Healing Alias Penyembuhan Luka Batin Sendiri. #RD

SHARE