Apa Kamu Sosok Overthinker alias Orang yang Suka Overthinking?

0
SHARE
overthinking, artikel tentang overthinking, overthinking adalah, overthinking artinya, cara mengatasi overthinking, cara menghilangkan overthinking
Image via: Pexels

Istilah ‘overthinking’ itu pasti sudah familier, ya?

Kalau menyimpulkan dari kamus Cambridge dan Merriam Webster, overthinking adalah memikirkan atau menganalisis sesuatu terlalu dalam alias berlebihan yang jatuhnya malah membahayakan – bukan menolong seseorang.

Maksudnya bagaimana?

Misalnya ketika belum menerima kabar seharian, pikiranmu langsung ngelantur. Kamu langsung menduga sudah terjadi apa-apa. Diculiklah, kecelakaanlah, tersesatlah, dan pikiran negatif lain. Sayangnya pikiran dan analisis berlebihan ini tidak menguntungkan, justru semakin mengundang kepanikan dan kegelisahan.

Contoh lain ketika kamu posting foto selfie tapi yang like atau komennya sedikit … kamu jadi baper, merasa sudah banyak haters, dan menganggap diri kurang menarik sehingga perlu make up lengkap, aplikasi editing yang super bagus, bahkan operasi plastik.

Intinya kamu selalu berpikir yang tidak-tidak ketika kenyataan tidak sesuai ekspektasi.

Orang yang melakukan overthinking biasanya disebut overthinker. Kalau sudah parah, tak jarang orang tersebut akan menderita fisik dan mental. Selain uring-uringan tanpa kejelasan, dia juga mulai digerogoti penyakit seperti insomnia, sakit kepala, selalu ketakutan, pegal-pegal, dll.

Separah itu, ya?

Ada thread menarik dari Twitter dr. Jiemi Ardian. Menurutnya, cara biar enggak overthinking yaitu diamkan mulut dan pikiran.

dr jiemi ardian, thread dr jiemi ardian, dr jiemi ardian depresi, dr jiemi ardian overthinking, twitter dr jiemi ardian
Image via: Twitter @jiemiardian

Maksud dari mendiamkan pikiran, bukan berarti mengosongkan atau menjadikannya mampet. Maksudnya, jangan biarkan kamu larut dalam pikiran-pikiran enggak jelas.

Masih menurut dr. Jiemi, pikiran-perasaan-perilaku-tubuh itu saling berhubungan.

Dilansir dari harleytherapy.co.uk, misalnya kamu punya pikiran ‘di dunia ini enggak ada seorang pun yang menyukai dan menyayangiku’ atau ‘aku emang suka bikin segalanya jadi berantakan’. Maka perasaan, perilaku, dan badan/tubuh langsung gercep (gerak cepat) merespons.

Ketika pikiran itu muncul … perasaan langsung sedih, minder, dan risau.

Baca Juga :  Demi Melindungi Hati, Kita Boleh Jaga Jarak dan Putus Hubungan dengan “Orang Beracun”

Perilaku pun terpengaruh. Kamu jadi enggak menikmati apa yang biasanya kamu nikmati (enggak nafsu makan atau malas melakoni hobi). Kamu juga cenderung jadi menarik diri dari lingkungan.

Sementara tubuhmu jadi lemas tidak berenergi, jantung berdebar tak menentu, tegang, keluar keringat dingin, mual, dll.

tentang overthinking, quotes tentang overthinking, kata kata tentang overthinking, artikel tentang overthinking, status tentang overthinking
Image via: Twitter @dee_ann_rose

Lalu bagaimana cara agar enggak overthinking?

Mengubah seorang overthinker memang tidak mudah. Tidak cukup dengan banyak bicara atau tulisan yang panjang.

dr. Jiemi memberi arahan untuk mengurangi overthinking. Begitu terjadi dan tubuh merasa tegang sekaligus letih, kamu bisa istirahat sejenak. Cobalah dipijat, mandi air hangat, menyeruput kopi/teh, makan cokelat, mendengarkan musik, dll.

Ketika overthinking, biasanya kamu mondar-mandir tidak jelas, (maaf) nyerocos, dan serba grasa-grusu. Ketika itu terjadi, menurut sang dokter, Cobalah untuk memperlambat dan melembutkan diri. Bicaralah atau berjalanlah sesantai mungkin.

Ketika overthinking, biasanya pikiran itu seperti akar serabut yang menjalar ke mana-mana. Seringkali hal-hal yang tidak relevan atau kurang nyambung pun ikut dipikirkan. Ketika itu, kamu mesti sadar, ‘kok saya mikir seperti ini sih?’ atau ‘kok saya segelisah ini sih?’.

gambar overthinking, perempuan overthinking, kata kata tentang overthinking, artikel tentang overthinking, banyak pikiran
Image via: Pinterest

Hal ini memang sulit, tapi bisa diusahakan. Kamu harus menyadari dan mengendalikan pikiran sepenuhnya. Bukan justru kamu yang dikendalikan penuh oleh pikiran negatifmu sendiri.

Selanjutnya ketika overthinking, perasaan jadi tidak menentu. Tetapi biasanya perasaan akan membaik sendiri ketika pikiran, perilaku, dan ketenangan tubuh sudah bisa diatasi. Semuanya perlu proses yang perlahan, tidak bisa instan.

Masih menurut dr. Jiemi, overthinking suka membawa kamu ke masa lalu atau masa depan – bukan ke masa kini. Padahal kamu sebaiknya fokus ke masa kini, ke detik ini. Jangan biarkan masa lampau yang sudah terjadi atau masa mendatang yang belum terjadi justru menyedotmu.

Baca Juga :  20 Ilustrasi yang Menggambarkan Manusia dan Hewan Kalau Bertukar Peran

Fokus pada kakimu yang sedang menapak, selonjoran, menyandar, atau posisi lainnya. Fokus pada udara segar yang sedang kamu hirup sekarang. Fokus pada cahaya yang sedang kamu nikmati sekarang. Terus tajamkan kesadaran bahwa kamu sedang ada di sini dan di saat ini.

Kamu enggak ke mana-mana dan enggak sedang melewati lorong waktu.

Kita memang dikarunia pikiran, tetapi tidak semua hal wajib kita pikirkan.

Bahkan tanpa kamu memikirkan semua hal … bumi akan tetap berputar, hari akan bergulir dari pagi ke malam dan ke pagi lagi, media sosial akan padat aktivitas seperti biasanya, dll.

Well,  saya memiliki tanda-tanda sebagai overthinker, sehingga postingan ini bisa menjadi catatan atau pengingat bagi diri sendiri. Intinya yang over alias berlebihan itu enggak baik dan cuma menghancurkan diri sendiri.

Nah, selamat belajar menenangkan pikiran, ya. Apa Kamu Sosok Overthinker alias Orang yang Suka Overthinking? . #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.