Apakah Kamu Harus Sukses dan Harus Bahagia Seperti Versi Orang Lain?

2
SHARE
sukses adalah, sukses di usia muda, sukses dan bahagia, harus sukses, harus bahagia
Image via: newharbinger.com

Orang lain sukses dengan cara kuliah setinggi-tingginya dan mendapatkan pekerjaan dengan gaji sebanyak-banyaknya. Apakah kamu juga HARUS kuliah sampai level maksimal dan melamar pekerjaan bergengsi untuk sukses?

Orang lain bahagia dengan cara bekerja sesuai passion-nya. Apakah kamu juga HARUS bekerja sesuai passion saja agar bahagia?

Orang lain sukses dengan cara mengikuti tes CPNS dan lolos. Apakah kamu juga HARUS mengikuti tes tersebut dan lolos?

Orang lain bahagia dengan cara jalan-jalan bersama pasangan dan memosting momennya via media sosial. Apakah kamu juga HARUS melakukan hal yang sama?

Orang lain sukses dengan cara menjadi Youtuber/vlogger/influencer populer yang menjadi mesin uang. Apakah kamu juga HARUS meniru mereka?

Orang lain bahagia dengan cara segera menikah, memiliki anak dan membangun keluarga. Apakah kamu juga HARUS segera menetapkan target agar bisa bahagia seperti mereka?

~

Masih banyak lagi tipikal kesuksesan dan kebahagiaan yang seakan ‘sudah disepakati’ kebanyakan orang. Kalau mereka melakukannya dan merasa sukses atau bahagia, apakah kamu HARUS mengekorinya?

Postingan ini terinspirasi dari twit Pak dr. Jiemi Ardian. Menurutnya,

‘HARUS adalah kata yang sangat melelahkan. Tidak ada yang HARUS  …  hentikan diri kita menjajah pikiran dengan kata “HARUS’.

Apa kamu setuju?

HARUS memang menjadi salah-satu kata yang penuh tekanan. Berat. Dia seperti bos galak yang keinginannya mau tidak mau harus dituruti. Maka, lama-lama kamu akan merasa terbebani.

Kalau tidak sesuai KEHARUSAN dan harapan, kamu akan merasa gagal total. Tiada gunanya. Oleh karena itu, kadang tanpa sadar kamu jadi ‘budak’ demi mencapai KEHARUSAN yang sudah jadi target.

Bukan tidak mungkin, tuntutan yang bersiifat ‘HARUS’ itu membuat orang jadi lupa diri bahkan menghalalkan segala cara.

Baca Juga :  6 Kekacauan Akibat Self Diagnosis, Sekadar Mengingatkan Agar Tidak Tuman

Tapi, tanpa kata “HARUS”, nanti usahanya jadi santai dan ogah-ogahan, bagaimana?

lelah, lelah dengan hidup, tertekan, di bawah tekanan, sukses di usia muda, harus sukses, harus bahagia
Image via: aboutislam.net

Kata HARUS membuat kamu seperti berada di bawah tekanan. Bawaannya sangat melelahkan. Tetapi bukan berarti semua ikhtiarmu harus dilakukan sembarangan.

Alternatifnya, lakukan segala sesuatu dengan ikhtiar maksimal. Kerahkan pikiran, tenaga, dana dan energi lain untuk menggapai cita-cita. Kerahkan semuanya untuk mencicipi kesuksesan dan kebahagiaan. Tetapi  …

Tidak perlu juga menjajah dan memperbudak diri dengan kata ‘HARUS’ – apalagi kalau urusan dunia, yang memang hanya sementara.

Mengerahkan segala kemampuan tanpa “tekanan” dari kata ‘HARUS’ membuat kamu berusaha yang terbaik, namun juga SIAP menerima dan mengikhlaskan kenyataan jika tidak sesuai dengan harapan.

Bagaimana pun, manusia hanya berusaha dan tetap DIA juga yang memutuskannya, bukan?

Selain itu, tanpa “intimidasi” dari kata ‘HARUS’, kamu juga bisa terhindar dari kelakuan buruk untuk “membully diri sendiri”. Sebab jika ikhtiar sambil dicekik kata ‘HARUS’, kamu akan mudah menghakimi diri sendiri ketika usahamu tidak sesuai dengan ekspektasi.

Kamu akan melabeli diri sebagai makhluk (maaf) bodoh, dungu, sampah, dll. Secara tidak langsung, kamu sedang memberikan label pada kenyataan pahit yang tidak sesuai dengan harapan. Padahal kenyataan yang terjadi seringkali di luar kendali diri.

Intinya, kata ‘HARUS’ bisa menjadi cambuk yang membuatmu berlari semakin kencang demi mencapai tujuan. Tetapi jika memaksakan diri, cambuk itu juga yang akan menyakiti dan membuat pertahanan dirimu ambruk.

Kamu tidak HARUS melintasi medan seperti orang lain. Kamu tidak HARUS sampai ke destinasi seperti yang sudah dicapai orang lain. Kamu bahkan tidak harus menuruti definisi sukses dan bahagia versi orang lain.

Masing-masing orang memiliki definisi kesuksesan dan kebahagiaan sendiri. Selama tidak negatif dan jahat, tidak apa-apa jika berbeda.

Baca Juga :  36 Pikiran yang Membuat Kita Selalu Bersikap Positif

Jika sudah melakukan usaha habis-habisan, tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai harapan, kerahkan kemampuan untuk menerima realita. Maafkan keadaan. Maafkan diri sendiri. Apakah Kamu Harus Sukses dan Harus Bahagia Seperti Orang Lain? #RD

SHARE

2 COMMENTS

  1. Menurut saya sih nggak harus ya, selama kita nyaman dengan apa yang kita jalani, itu sah-sah aja. Akan tetapi, bukan berarti lantas kita menjadi orang yang tak bermoral dan cuek dengan norma/hukum masyarakat. Pepatah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung tetaplah berlaku.

    • Ah … iya saya paham poin yang disampaikan. Ada keseimbangan antara nyaman dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar, ya.. terima kasih tambahannya. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.