Bagian Terbaik dan Terindah dari Putus Cinta

0
SHARE
putus cinta, putus cinta soal biasa, putus cinta sudah biasa, hikmah putus cinta, bagian terbaik dari putus cinta, bagian terindah dari putus cinta
Image via: steemit.com

“ … sepertinya cukup sudah …”

Potongan kalimat tersebut berasal dari salah-satu email yang masuk.

Saya bocorkan sedikit, ya. Dia adalah laki-laki yang menjalin hubungan spesial dengan perempuan ‘anak broken home’. Tentu saja laki-laki tersebut sudah mengetahui latar belakang pasangannya dan menerima. Bahkan rencananya sudah jauh, yakni ke arah pernikahan.

Saya melihatnya sebagai lelaki yang tidak gegabah membuat keputusan. Bahkan dia sampai mendalami bagaimana emosi perempuan yang berasal dari ‘keluarga broken home’. Dia hanya ingin mengetahui dan berusaha memahami apa yang dirasakan pacarnya sendiri.

Namun semuanya tidak mudah. Perjuangannya mesti menghadapi ujian besar. Dia sempat menghadapinya dengan sengit. Sayangnya, tidak semua hal bisa keukeuh dipertahankan. Sampai di satu titik, dia mesti mengikhlaskan semua perjuangannya.

Dia dan pasangannya pun … putus.

Pejuang juga bisa menyerah

Saya sampai ikut kaget dan lemas membaca isi emailnya. Membayangkan saja, bagaimana seorang pejuang tangguh pun bisa melemah dan menyerah. Pasti sebelum keputusan itu dibuat, dia sudah mengerahkan segenap kemampuan yang kuat.

Putus cinta, mau secara baik-baik atau pun kurang baik, sama-sama meninggalkan rasa sakit.

Tetapi setidaknya, pejuang sejati itu menyerah setelah berjuang habis-habisan. Bukan sebelum memulai perjuangan.

Jika mengingat-ingat ke belakang, sebelum ikatan itu putus, rasanya miris. Dulu saling mengungkapkan rasa sayang, saling menunjukkan kepedulian, saling bertukar pengertian, bahkan mungkin sampai saling merencanakan masa depan.

Begitu putus, rasanya topik-topik semacam itu tidak nyaman untuk dibahas.

Betapa manusia memang rentan dengan perubahan. Betapa relasi memang rentan dengan kepentingan. Betapa cinta memang rentan dengan kepalsuan.

Bagaimana bisa hati saling menyakiti, padahal beberapa waktu yang lalu saling peduli?

Baca Juga :  20 Ciri atau Kriteria Pembelajaran yang Efektif

Kadang suka enggak habis pikir.

Tetapi setelah beberapa waktu berlalu … setelah melalui proses pemulihan yang panjang itu … ada masa, di mana hati sudah netral lagi. Cenderung tawar, tanpa emosi lagi.

Ibarat air yang semula keruh, tapi setelah diendapkan, kotorannya tertinggal dan bagian atasnya bersih. Lalu semua mulai terlihat jernih.

Bagian yang baik dan indah itu bernama momen. Bahwa semua peristiwa manis dan pahit itu sudah berlalu. Bahwa kamu sudah tidak lagi bersama masa lalumu. Bahwa kamu masih bisa merasakan cinta, sayang, dan kepedulian di masa depan – walau pun dengan orang yang berlainan.

Bagian yang baik dan indah itu bernama kenangan. Bahwa kisahmu dengan dia bisa menjadi cerita. Bahwa semua kejadian, konflik, dan penyelesaian bisa kamu susun dalam tulisan – atau mungkin obrolan santai.

Bagian yang baik dan indah itu bernama hikmah. Bahwa apa-apa yang dilalui itu semacam ‘sekolah’, yang menghujanimu dengan pelajaran dan ujian. Bahwa kamu terus bertumbuh, ditempa, diasah, dan dididik menjadi lebih baik.

Kadang tidak semua hal harus terjadi sesuai rencana pribadi. Tuhan dan semesta berperan mengedit, bahkan mengubah total. Namun tidak apa-apa, memang demikianlah kenyataan kehidupan. Bagian Terbaik dan Terindah dari Putus Cinta. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.