Biar saya Merasakan Dulu Rasa Sangat Menyesal Itu

0
SHARE
 merasa menyesal, penyesalan, rasa sangat menyesal, sangat menyesal, kata merasa menyesal
Image via: irishtimes.com

Apa kamu pernah merasa menyesal? Atau jangan-jangan, sekarang kamu sedang dihukum penyesalan?

Penyesalan hadir karena berbagai alasan. Si A menyesal karena selamat dalam sebuah musibah, sementara orang-orang terdekatnya menjadi korban.

Si B menyesal karena sudah berbuat sesuatu yang jahat atau memalukan. Namun dia enggan mengakuinya, sebab merasa takut harga dirinya anjlok dan tidak sanggup menanggung malu.

Si C menyesal karena tidak mampu melakukan sesuatu ketika situasi dan kondisi sedang membutuhkan. Dia menyesal karena tidak bisa meringankan beban orang tua, menyesal karena tidak membela seorang sahabat ketika dikucilkan, menyesal karena sudah berkata kasar pada kakak, dll.

Termasuk saya, yang mengaku sangat menyesal atas kepergian sahabat sekaligus kakak ketika kuliah. Namanya S. Saya biasa memanggilnya Aa Edi.

Dulu ketika mendengar kabar beliau sakit, saya berniat dan berencana menengoknya. Namun niat hanyalah niat. Rencana hanyalah rencana. Jika tidak ada eksekusi, semua itu tidak akan pernah terjadi.

Saya larut dalam kesibukan, lalu lupa pada iktikad untuk menjenguk beliau. Sampai akhirnya, saya mendapat kabar kalau beliau sudah meninggal. Hal paling memalukan dan menambah rasa penyesalan, yaitu saya baru mengetahuinya setelah kurang-lebih 6 bulan lamanya.

Adik dan sahabat macam apa saya ini?

Air mata dan kutukan saya pada diri sendiri muncul dengan sia-sia. Keadaan tidak akan berubah. Fisiknya tidak akan pernah kembali.

Untuk beberapa waktu, saya juga menangis karena perasaan yang campur aduk. Ada kesedihan, penyesalan, kehilangan, kekecewaan, dan kemarahan.

Dulu saya sempat bingung karena kontak WA beliau “meninggalkan grup”. Tapi dulu saya tidak ambil pusing, karena menyangka beliau ganti nomor. Saya juga mengira kalau beliau jemu karena postingannya di grup sering kami abaikan.

Baca Juga :  Laki-laki Bisa Lebih Sensitif

Selain itu, saya sudah lama tidak begitu fokus di media sosial, terutama Facebook. Begitu saya cek profilnya, ada satu akun yang mention dan menyematkan singkatan “Alm.” pada nama beliau. Lalu, saya bahkan tidak sempat “follow back” akun Instagram beliau. Uh!

Saya merasa sudah jadi manusia yang tidak tahu terima kasih dan tidak tahu sopan santun. Bagaimana pun, beliau adalah salah-satu sosok orang baik yang pernah saya saksikan. Kebaikan dan bantuan beliau tidak pernah saya lupakan.

Penyesalan ini menjerumuskan saya pada kenangan-kenangan manis bersama beliau. Semuanya tentang masa yang sudah berlalu. Bahkan wajah beliau juga seperti berkelebatan di pandangan. Saya jadi melankolis dibuatnya.

Saya rasa kalau pun ada yang memaki karena hal ini, saya bakal terima. Saya memang seperti “menyambut hukuman” apa pun atas penyesalan terdalam saya ini. Menjaga hubungan, tidak. Menjenguk tidak, takziah pun tidak. Ya ampun!

perempuan menyesal, rasa sesal, sesal, merasa menyesal, penyesalan, rasa sangat menyesal,
Image via: cafemom.com

Untuk sementara waktu, saya biarkan diri ini dihukum oleh pedihnya penyesalan. Namun lama-lama, saya mesti menerima kenyataan. Semua sudah terjadi. Beliau sudah pergi.

Saya memang tidak bisa meminta maaf secara langsung, namun saya masih bisa “menebusnya sedikit” dengan mendoakan agar Tuhan YME mengampuni dan menyayangi mendiang sahabat saya.

Penyesalan ini juga memberikan pelajaran penting, walau caranya memang keras dan sakit.

Sampai saat ini, saya masih berusaha memaafkan diri sendiri atas semua yang terjadi. Hal yang membuat baikan, yakni kesadaran bahwa saya pun akan menyusul. Semoga di tempat terbaiklah kami kembali berkumpul.

Sampai jumpa, Kawan! Biarkan Merasakan Dulu Rasa Sangat Menyesal Itu. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.