Cinta Diri Sendiri Adalah…

0
SHARE
cinta diri sendiri adalah, cintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain, cintai diri sendiri terlebih dahulu, cintai diri sendiri quotes, cintai diri sendiri dulu, cinta pada diri sendiri adalah, artikel cinta diri sendiri, apa itu cinta diri sendiri, arti dari cinta diri sendiri
Image via: Fabio Sabatini on Flickr.com

Kalau kamu saja tidak mencintai dirimu sendiri, lalu apa alasan orang lain bisa mencintaimu?

Demikian potongan twit dari dr. Jiemi Ardian, seorang Residen Psikiatri yang aktif di media sosial dan sudah memiliki banyak pengikut. Beliau menegaskan kalau …

… mencintai diri sendiri bukan egois. Mencintai diri sendiri itu mengizinkan diri utuh, dan oleh karenanya mampu membagikan cinta yang sudah utuh pula kepada sekitar.

Lalu saya, yang memang setuju konsep ‘mencintai diri sendiri’ ala beliau, langsung menyambar:

“Kalau kamu saja tidak memprioritaskan dirimu sendiri, orang lain mungkin akan menjadikanmu sebagai cadangan – bukan prioritas juga.

Cintai dulu diri sendiri. Prioritaskan dulu diri sendiri. Setelah itu, baru lakukan hal sama pada yang lainnya.”

cintai diri sendiri baru orang lain, cinta pada diri sendiri adalah, artikel cinta diri sendiri, apa itu cinta diri sendiri, arti dari cinta diri sendiri, bahasa inggrisnya cinta diri sendiri, kata bijak tentang cinta diri sendiri, motivasi cinta buat diri sendiri
Image via Twitter

Pertanyaannya: mencintai diri sendiri itu apa?

Tetapi sebelum itu, jatuh cinta itu seperti apa?

Kamu bisa jatuh cinta pada apa pun. Entah itu orang, benda, hewan, bahasa, tempat, rasa, momen, bau, dll. Tetapi apakah terpikirkan untuk jatuh cinta dulu pada diri sendiri?

Lalu apakah cinta itu hadir secara kebetulan, dengan sendirinya, atau mesti dipupuk terlebih dahulu?

Kadang-kadang cinta itu sulit dijelaskan. Ada seseorang yang pendiam, tetapi ternyata sangat menyukai pasangan yang cerewet.

Ada seseorang yang parasnya rupawan, tetapi ternyata jatuh hati pada dia yang “biasa” saja.

Ada yang baru bertemu sekali-dua kali, tetapi ternyata langsung ‘klik’.

Ada juga yang merasa biasa saja ketika pacaran, tetapi sesudah menikah malah jadi sangat cinta. Dan, masih banyak lagi.

Ya, jatuh cinta bisa se-aneh dan se-misterius itu.

Tetapi mungkin tanpa sadar, sebenarnya cinta yang terbentuk itu bisa dijelaskan.

Tetapi mungkin tanpa sadar, sebenarnya kamu sudah mampu memilih hendak jatuh cinta dan mencintai siapa.

Baca Juga :  7 Cara Agar Kita Tidak Melampiaskan Kekecewaan Pada Orang yang Disayang
cinta diri sendiri adalah, cintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain, cintai diri sendiri terlebih dahulu, cintai diri sendiri quotes, cintai diri sendiri, cintai diri sendiri baru orang lain
Image via: eharmony.co.uk

Ketika bule cantik kesemsem dengan pria lokal Indonesia yang biasa (saja), mungkin sebagian orang tidak bisa memahaminya. Tetapi bagi sang bule, cintanya memiliki alasan kuat. Faktornya tak hanya fisik saja, mungkin sudah menyangkut kenyamanan, perasaan terjaga, perasaan dihormati, dll.

Sehingga ketika orang-orang di sekitarnya memengaruhi bahwa si pria lokal itu tidak layak mendapatkannya, dia tetap bergeming. Dia sudah memilih mendaratkan hati dan kepercayaannya. Dia tidak memusingkan apa kata orang.

Sang bule mungkin sadar bahwa pasangannya memiliki kekurangan dari sisi tertentu, tetapi dia memaklumi dan menerima kekurangan itu. Bagaimana pun, dia sudah merangkul prianya dalam satu paket, kelebihan dan kekurangan sekaligus.

Lalu, bagaimana dengan mencintai diri sendiri?

cinta pada diri sendiri adalah, artikel cinta diri sendiri, apa itu cinta diri sendiri, arti dari cinta diri sendiri, kata bijak cinta diri sendiri, kata bijak tentang cinta diri sendiri, motivasi cinta buat diri sendiri, kata2 cinta buat diri sendiri
Image via: theunlost.com

Jika kamu (sebenarnya) bisa memilih mau jatuh cinta pada siapa, barangkali kamu juga bisa belajar untuk memilih mencintai diri sendiri.

Ada di antara kamu yang suka menyalah-nyalahkan diri sendiri, benci terhadap diri sendiri, suka menyakiti diri sendiri, menyumpahi agar diri sendiri agar cepat mati, malah ada yang bunuh diri. Tipe yang satu ini jelas bukan wujud dari cinta diri sendiri. Sebab hatimu mungkin mati rasa untuk melakukannya.

Ada juga yang sangat ngefans terhadap diri sendiri, memuja diri sendiri, menyombongkan diri sendiri, mementingkan diri sendiri, mengejar kesempurnaan diri sendiri, atau singkatnya – narsis. Tipe ini juga bukan gambaran yang tepat untuk mencintai diri sendiri. Sebab ketika kamu tidak menjadi seseorang kamu harapkan, kamu malah berbalik jadi benci diri sendiri.

Sementara itu, jatuh cinta pada diri sendiri ada di antara dua tipe di atas.

Dengan kata lain, kamu mengapresiasi Sang Pencipta dan bersyukur sudah menjadi dirimu. Kamu juga sudah merangkul kekurangan, kelemahan, dan ketidaksempurnaan dirimu.

Tetapi meski pun kamu mustahil mencapai titik sempurna, setidaknya kamu tidak berhenti untuk berusaha menjadi lebih baik lagi. Kamu terus bangkit, belajar, dan tumbuh. Ya, kamu mendukung dirimu sendiri.

Baca Juga :  Hati yang Kuat pun Punya Hak untuk Melemah dan Merasa Lelah

Kalau kamu tidak cinta diri sendiri

tidak suka diri sendiri, tidak suka dengan diri sendiri, cinta diri sendiri adalah, cintai diri sendiri adalah, cintai diri sendiri baru orang lain, cintai diri sendiri dulu
Image via: torteenblog.com

Ketidakmampuan untuk mencintai diri sendiri berpotensi bikin sakit hati.

Kamu jadi ketergantungan pada cinta dari orang lain. Kamu jadi berharap besar kalau cinta dari orang lain akan membuat hidupmu utuh. Kamu memupuk mimpi kalau cinta dari orang lain akan memenuhi kebutuhan dan hasratmu.

Begitu mereka tidak sesuai ekspektasi, bisa dibayangkan bagaimana remuk dan hancurnya hatimu. Apalagi kalau kamu dalam posisi tidak cinta terhadap diri sendiri. Mungkin kamu malah akan melampiaskan kekecewaan dan kebencianmu pada dirimu sendiri.

Tak heran banyak yang ‘membunuh diri sendiri’ secara perlahan. Ada yang menenggelamkan diri pada alkohol, obat-obatan, gaya hidup tidak sehat, ketidakpedulian terhadap diri sendiri, dll.

Karena tidak mencintai diri sendiri, kamu juga jadi lupa akan keberadaan Dia yang menciptakanmu. Kamu menyalahkan-Nya, bahkan membiarkan dirimu untuk terus menjauh dari-Nya.

Seyogyanya jatuh cinta itu menjadi pengalaman indah.

Jatuh cinta pada orang lain menghadirkan sensasi kupu-kupu di perutmu. Jatuh cinta pada orang lain menghadirkan semangat yang menggebu. Jatuh cinta pada orang lain menghadirkan mood yang syahdu. Jatuh cinta pada orang lain menghadirkan senyum di wajahmu.

Semestinya keberhasilanmu untuk mencintai dirimu sendiri pun begitu.

Belajar untuk tidak menggantungkan senyum, semangat, dan mood pada orang lain.

Belajar untuk mengakui dan menerima kepribadianmu, kekonyolanmu, keanehanmu, ke-kere-anmu, dll.

Belajar untuk menghargai sisi baikmu, keberadaan keluargamu, kehadiranmu sahabatmu, kelucuan hewan peliharaanmu, dll.

Belajar untuk menyadari bahwa kecantikanmu, kualitasmu, harkat dan martabatmu tidaklah diukur oleh komentar orang lain, oleh jumlah followers, oleh jumlah saldo tabungan, oleh gelar pendidikan, dsb.

Belajar untuk menyadari bahwa kamu berhak bahagia di kehidupan yang hanya satu kali ini. Belajar untuk menyadari bahwa kamu memiliki back up atau penyokong yang Maha Kuat. Hanya pada-Nya kamu mesti menggantungkan semua. Cinta Diri Sendiri Adalah… #RD

Baca Juga :  Cerita Tentang Orang-Orang Yang Paling Beruntung
SHARE