Dunia Itu Cepat Bosan Pada Kita, Kecuali…

2
SHARE

Potret
worldofvieta.tumblr.com
  • Momen

Momen, kenangan,  pengalaman masa-lalu, atau apalah namanya, memang unik. Dia begitu beragam; ada momen indah, momen biasa saja, momen buruk, momen mengharukan, momen lucu, momen memalukan, momen yang bikin emosional, dst. Walau sudah berlalu, namun semuanya masih bisa kita simpan dalam bentuk video dan ingatan.

Suatu hari, ketika kita tiada, pasti ada orang yang kembali memutar video itu. Atau, ada juga yang sekedar mengulang kenangan dalam ingatannya. Syukur-syukur kalau mereka membagikannya. Jadi ‘kan dunia akan kembali mengingat kita. Soal indah, buruk, mengharukan dan semua status momennya tentu tergantung kita. Mau memahat yang mana?

 

  • Peninggalan

Pernah tidak, kita teringat pada seseorang setelah melihat atau merasakan sesuatu yang ia wariskan? Misalnya rumah leluhur, parfum, kendaraan, sejumlah harta atau sesederhana selimut. Kalau kita memang tidak ingin membuat dunia bosan, ada baiknya mempertimbangkan peninggalan apa yang hendak mewakili keberadaan kita?

  • Karya

Kita mungkin sedikit membisu dulu ketika tetiba mendengar alunan sholawat Ustadz Jefri. Atau, kita sempat iri mengingat betapa banyaknya orang yang membicarakan lukisan Monalisa, padahal pembuatnya sudah lama meninggal. Atau, kita juga begitu terkagum-kagum karena orang masih membahas Michael Jackson dan karyanya dalam bermusik.

Kenapa tidak, kita juga sempatkan diri untuk berkarya. Hitung-hitung sebagai perwakilan kalau suatu saat mesti angkat kaki dari dunia ini. Iya, ‘kan?

  • Kebaikan

Rasanya poin ini jadi yang terpenting, ya? Orang biasanya langsung mengingat kebaikan orang lain kala mereka meninggal. “Masih ingat saja dulu dia pernah minjemin aku buku”, “dulu dia pernah nraktir aku”, “dia pernah ngasih nasihat sama aku”, dsb.

Kebaikan itu seperti akar serabut. Banyak bentuknya. Mau kebaikan kata-kata, kebaikan sikap, kebaikan tulisan, dst. Semakin banyak makhluk Tuhan yang merasakan kebaikan kita, semakin ikhlas, semakin indah.

  • Tulisan

Tulisan jadi salah-satu yang membuat kita ‘abadi’ alias tetap hidup. Meski jasad penulisnya sudah tiada, namun buah tangannya masih eksis dan sampai ke tangan pembaca. Tulisannya bernapas dan beraktivitas. Tulisannya memengaruhi, menginspirasi, mengajak, menenangkan, menghibur, dsb, tergantung tujuan tulisan.

Meski kita bukan siapa-siapa, bukan penulis terkenal juga bukan orang berpengaruh, yakin saja… pasti ada satu atau dua patah kata yang pernah atau sempat menembus relung hati seseorang dan berpengaruh baik padanya.

Sebagian mungkin menduga kalau tulisan ini tercipta karena berita kepergian Olga Syahputra. Ah mudah-mudahan Allah Swt mengampuni, menyayangi dan menempatkan beliau di syurga-Nya. Aamiin….

Ya, dugaan itu memang benar. Tulisan yang cukup emosional dan mendadak ini berangkat dari sana. [#RD]

Baca Juga :  Injak, Basuh dan Sembunyikan
1
2
SHARE

2 COMMENTS

Comments are closed.