Hati-Hati dengan 5 Jebakan Di Balik Kampanye “Cintai Diri Sendiri”

0
SHARE
jebakan, mencintai diri sendiri, cara mencintai diri sendiri, mencintai diri sendiri secara berlebihan, cara menghargai diri sendiri
Image via: thetwohappycampers.com

“Kalau lupa cara mencintai diri sendiri, bagaimana ceritanya kamu bisa ingat cara mencintai orang lain?”

“Kalau lupa cara mencintai diri sendiri, bagaimana ceritanya orang lain bisa ingat cara mencintai diri kamu?”

Pertanyaan tersebut, mau dijawab atau diabaikan, merupakan “sindiran halus”. Bahwa mencintai diri sendiri adalah “tugas utama” seseorang. Tugas tersebut tidak bisa diwakilkan sembarangan.

Kabar baiknya, kampanye “mencintai diri sendiri” semakin nyaring digaungkan. Banyak jiwa yang mulai sadar, bahwa diri sendiri adalah prioritas utama – bukan opsi atau cadangan belaka.

Namun bukan tidak mungkin di dalam kampanye ini terjadi blunder. Banyak yang salah tafsir. Banyak yang salah kaprah. Banyak yang terjebak.

1Mencintai Diri Sendiri Bukan Berarti Menjadi Egois

Image via: medium.com

Kalau menurut KBBI, egois itu orang yang mementingkan diri sendiri. Dengan kata lain, kamu menganggap dirimu lebih penting dari orang lain. Sehingga kamu abai terhadap kebutuhan, harapan, ketakutan, keinginan, dan keadaan orang lain.

Contohnya: menyerobot ketika antre, tidak toleran terhadap perbedaan, anti minta maaf sekali pun salah, suka main hakim sendiri, tidak mau mengalah, dst.

Mencintai diri sendiri tidaklah demikian.

Mencintai diri sendiri cenderung ‘self-oriented’ alias berorientasi terhadap diri sendiri. Dengan kata lain, kamu bertanggung jawab terhadap kebahagiaan dan ketenangan batinmu sendiri.

Kamu berani menyampaikan isi pikiran, isi perasaan, kebutuhan, keinginan, dll. Kamu enggan diperbudak, dimanfaatkan, dilecehkan, atau diperlakukan semena-mena.

2Mencintai Diri Sendiri Bukan Berarti Terlalu Keras Terhadap Diri Sendiri

Image via: aminoapps.com

Jika terlalu terobsesi dengan tujuan, kamu cenderung keras terhadap diri sendiri. Kamu forsir jiwa dan raga agar berhasil memenuhi semua target impian.

Kamu menekan dan menuntut dirimu sendiri. Kadang kamu sangat berharap besar. Sehingga ketika kondisinya tidak sesuai harapan, kamu sangat kecewa dan balik menyalahkan dirimu sendiri.

Mencintai diri sendiri berarti bersifat pengasih terhadap diri sendiri. Kamu fokus pada proses, tapi tidak menekankan hasilnya harus sesuai harapan. Kamu hanya berikhtiar yang terbaik.

Jika berhasil, apresiasi dirimu sendiri. Jika lelah, izinkan dirimu istirahat. Jika gagal, maafkan dirimu dan move on.

3Mencintai Diri Sendiri Bukan Berarti Harus Selalu Sesuai dengan Standar Orang Lain

Image via: styleupnow.com

Kadang ada penilaian umum dari orang lain yang ingin kamu kejar. Misalnya kamu baru merasa cantik kalau sudah memakai skin care seperti orang-orang, kamu baru merasa diakui kalau sudah mendapat likes-comments-shares-subscribers-followers banyak, kamu baru merasa berharga kalau sudah pernah traveling ke sana-sini, dst.

Baca Juga :  9 Cara untuk Melancarkan "Self-Healing", Upaya Penyembuhan Luka Batin Sendiri

Kalau demikian, kamu akan selalu butuh validasi orang lain dan keadaan ini sangat melelahkan.

Padahal mencintai diri sendiri adalah merasa cukup dengan apa pun keadaanmu. Kamu menerimanya, kamu berusaha memperbaikinya, dan kamu tidak mengemis definisi apa pun dari orang lain.

Kamu masih tetap cantik/cakep sekali pun tidak menggunakan skin care. Lagipula kalau pun kamu menggunakan skin care, tujuanmu bukanlah untuk disebut cantik/cakep dan bukan untuk menarik perhatian siapa pun, tapi kamu hanya ingin merawat dirimu sendiri.

Kamu masih tetap istimewa meski pun tidak punya followers atau subscribers banyak. Kamu tetap berharga sekali pun tidak nongkrong atau traveling ke mana-mana, kamu tetap layak mendapatkan yang terbaik sekali pun bentuk tubuhmu tidak seperti mayoritas model atau seleb media sosial.

4Mencintai Diri Sendiri Bukan Berarti Bisa Mengontrol Segalanya

Image via: tonyfahkry.com

Faktanya terlalu banyak hal yang tidak bisa kamu kontrol. Kamu tidak bisa mengendalikan siapa yang menjadi orang tuamu, atasan/bosmu, cuaca hari ini, bencana, gerak-gerik temanmu, komentar akun-akun di medsosmu, dll. Kadang segala sesuatu tidak sesuai rencana/harapan. Namun bukan berarti semuanya buruk.

Jangan sampai, hanya karena teman-temanmu “tidak sesempurna” yang diidamkan, lantas kamu menjauhi semuanya dan membangun benteng hati setinggi-tingginya sehingga mereka tidak bisa menjangkaumu. Hanya karena ada postingan medsos yang negatif, lantas kamu ngejudge bahwa medsos buruk dan semua harus diblokir saja.

Mencintai diri sendiri berarti bisa bersikap bijak dan sadar batasan. Kamu tahu apa yang nyaman dan tidak nyaman untukmu, kamu tahu siapa yang bisa ditoleransi dan siapa yang sudah melewati batas, kamu tahu pekerjaan apa yang berisiko tinggi untukmu dan mana yang risikonya rendah, kamu tahu akun mana yang layak diikuti dan mana yang sebaiknya diabaikan. Kamu tidak bisa mengendalikan semua hal, tetapi kamu bisa meresponsnya dengan jujur dan bijak.

Baca Juga :  Cara Membuat Seseorang Menyesal Sudah Menolak dan Menyia-Nyiakan Kita

5Mencintai Diri Sendiri Bukan Berarti Narsis

Image via: thereforenow.com

Mirip seperti egois, orang narsis juga biasanya menempatkan diri lebih penting dan lebih superior dari siapa pun. Kamu memang bangga terhadap dirimu sendiri, tetapi dosis rasa bangga itu berlebihan. Sehingga kamu kerap melebih-lebihkan penampilan, bakat, pendapatan, dan prestasimu. Kamu haus perhatian dan pujian. Kamu terkesan dominan dan suka mengatur.

Sifat ini membuatmu mudah iri dengki, ‘panasan’, tidak mau diungguli, tidak peduli dan tidak empati, benci kritik, bahkan kamu rela melakukan apa pun untuk mendapatkan keinginan – tidak peduli akan merugikan atau membahayakan orang lain. Kamu tidak akan merasa bersalah atau juga menyesal.

Mari saling mengingatkan untuk tetap waspada. Jangan sampai terjebak.

Mencintai diri sendiri bukan berarti menempatkan dirimu lebih terhormat, lebih penting, atau lebih berharga dari apa pun dan siapa pun di jagat raya.

Mencintai diri sendiri menjadi kondisi di mana kamu menerima, merangkul, dan menghargai dirimu sendiri. Kamu tumbuh berkembang tanpa menuntut kesempurnaan. 5 Jebakan Di Balik Kampanye “Cintai Dirimu Sendiri”. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.