Hati yang Kuat pun Punya Hak untuk Melemah dan Merasa Lelah

0
SHARE

Hatimu memang besi.

Kamu begitu kuat. Sudah beberapa kali hatimu lecet, remuk bahkan hancur, tetapi kamu tetap bertahan. Dengan puing-puing yang ada, hatimu bahkan masih bisa bekerja.

Topengmu juga banyak. Sehingga kamu tinggal mengenakannya di siang hari, lalu melepaskannya ketika gulita atau ketika tidak ada siapa-siapa. Orang-orang pun tidak akan tahu keadaanmu yang sebenarnya.

Bahkan, mereka banyak yang menyandarkan diri padamu – di saat kamu sendiri sangat butuh sandaran.

Mereka datang untuk meminta saranmu, bantuanmu atau sekadar pundakmu. Mereka mengadu dan mengeluh, seakan-akan kamu adalah manusia yang bebas dari ujicoba.

Kamu seperti tempat berlindung ketika mereka terkena badai. Kamu, walau tanganmu gemetar, selalu siap memeluk dan mengamankan mereka.

Ya, kamu memiliki hati yang kuat.

Tetapi, sesekali, tidak apa-apa untuk merasa ada apa-apa. Kamu tidak bisa selamanya pura-pura semua baik-baik saja. Kamu kuat, tapi kamu juga bisa lemah. Kamu tangguh, tapi kamu juga bisa lelah.

Sesekali, kamu bisa meninggalkan topeng ceriamu. Sesekali, kamu bisa menangisi kepingan hatimu. Sesekali, kamu bisa jujur mengatakan kalau kamu tidak bisa membantu yang lainnya.

Sesekali, kamu bisa mengekspresikan kelemahan dan ketakutanmu pada orang lain. Sesekali, kamu bisa menunjukkan sisi manusiamu terhadap manusia lainnya. Sesekali, kamu perlu istirahat sejenak.

Bagaimana pun, melemah dan merasa lelah sangatlah manusiawi. Ketika tergores, kamu berdarah. Ketika bergerak, kamu berkeringat. Kamu juga berhak merasakan semua itu.

Kadang-kadang kamu mesti memelankan lajumu. Apalagi di saat kamu letih dan di saat kamu sedih. Atau mungkin di saat kamu sedang merasakan keduanya.

Tidak apa-apa. Sesekali merasa  penat bukan berarti kamu tidak lagi kuat. Kamu hanya lelah dan sedang perlu waktu rehat.

Baca Juga :  11 Aksi Nyata Tanda Cinta Tanpa Harus Susah Payah Mengatakannya

Kamu bukan robot. Kamu hanya manusia biasa. Hatimu masih bisa merasa. Kamu bisa marah dan kecewa. Wajar saja.

Kamu bisa berbagi juga pada yang lainnya. Biarkan bebanmu jadi ringan. Biarkan sayapmu yang rusak jadi kembali mengepak.

Kamu tangguh, bukan berarti hidupmu lolos dari masalah. Justru konflik terberat lebih sering menjerat pada sosok-sosok yang kuat.

Selamat melanjutkan perjuangan! Hati yang Kuat pun Punya Hak untuk Melemah dan Merasa Lelah. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + 14 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.