Hindari Mengolok-olok atau Mencandai Anak-anak dengan 10 Hal Sensitif Ini

0
SHARE

mengolok olok anak, anak yang selalu diejek keluarganya sendiri, bercanda dengan anak, apa dampak anak yang selalu diejek oleh kedua orang tuanya, dibully tapi bercanda, bullying bercanda, diejek orang terdekat, bercanda yang keterlaluan
Via: socialworkhelper.com

#6. Urusan Materinya

Anak memang belum paham perbedaan antara miskin dan kaya. Sehingga orang dewasa di sekitarnya merasa ‘tak berdosa’ ketika mengolok-olok anak yang tidak punya mainan keren, pakaian baru, uang jajan besar, smartphone, PlayStation, atau apa pun itu. Padahal candaan itu bisa berpengaruh.

Mereka bisa jadi akan merasa iri hati, tidak puas dengan keadaan sendiri, dendam, dan pengaruh lain yang negatif. Padahal semestinya kita membuktikan kalau tawa dan kebahagiaan masih tetap dirasakan tanpa materi atau barang mewah.

#7. Performa Olahraganya

Salah-satu faktor kenapa olahraga itu menyenangkan adalah sensasi serunya. Tetapi keseruan itu sirna ketika orang dewasa di sekitarnya sudah mengolok-olok karena bola basketnya meleset, karena tidak bisa servis badminton dengan benar, atau karena hand ball ketika bermain sepak bola. Dia bisa-bisa enggan bermain atau olahraga lagi.

Selain itu, olokan tersebut bisa memengaruhi harga diri dan rasa pedenya juga. Apalagi kalau dia memiliki teman-teman satu tim yang lebih jago. Dia tentu akan semakin kecewa, muak, dan terhina. Bagaimana pun, dia sendiri sudah kecewa, sebab tak bisa memberikan performa terbaik untuk dipertontonkan. Daripada menjadi pihak yang membuat semangat mereka drop, kita bisa menyemangati atau konsultasi dengan pelatih olahraganya agar penampilannya membaik.

#8. Keadaan Fisik

Sebenarnya keterlaluan juga kalau kita menggoda anak dengan penampilan fisik mereka. Entah karena anak memiliki hidung kurang mancung, pakai kacamata, punya banyak tahi lalat, kulitnya terlalu putih/ hitam, dll. Semakin hari, semua olok-olokan tentang fisik mereka bisa memengaruhi rasa percaya dirinya. Bahkan efeknya bisa terbawa sampai dewasa.

#9. Membanding-bandingkan Kepandaian

Memuji anak yang cerdas dan rajin bisa menambah semangat belajarnya. Tetapi selalu tahan diri untuk tidak membanding-bandingkan mereka dengan saudara dan teman-temannya. Apalagi kalau kita meledeknya dengan keji, ‘kakakmu masuk 3 besar terus. Kok kamu enggak? Anak papa-mama apa bukan, sih? Jangan-jangan ketuker di bidan…’

Baca Juga :  Dunia Itu Cepat Bosan Pada Kita, Kecuali...

Padahal kita tahu kalau anak juga memiliki perasaan. Mereka sudah tumbuh sebagai pribadi yang memiliki aneka potensi. Tak harus tentang akademik atau pendidikan. Jangan sampai mereka down dan menabung amarah. Hati-hati juga pada anak yang terlalu larut dalam belajar, sehingga mereka lupa untuk bermain. Meski terlihat baik, namun mestinya kita memastikan kalau mereka memang enjoy.

#10. Respons Negatif Mereka

Selain menghangatkan hubungan, bercanda bisa menjadi trik ketika kita hendak menyampaikan sesuatu yang sulit atau berat. Tetapi usahakan untuk peka akan gerak-gerik atau reaksi anak. Kalau mereka cemberut, matanya berkaca-kaca, atau buang muka, sebaiknya introspeksi diri. Barangkali candaan kita sudah melampaui batas.

Lebih lagi kalau kita meledeknya dengan topik-topik sensitif seperti keadaan fisik, pilihan fashion, berat badan, dll. Lebih baik candai mereka dengan sesuatu yang bisa diubah atau diperbaiki secara cepat. Katakanlah kaus kaki atau sepatu yang digeletakkan sembarang, kamar yang berantakan, badan yang bau karena belum mandi, dll.

Ketika anak menunjukkan rasa tidak suka karena candaan kita, sebaiknya pahami dan tidak menganggapnya sebagai angin lalu. Lebih lagi kalau kita kembali mengejek, ‘gitu aja nangis?!’ atau ,‘merengut terus kayak jeruk busuk’.

Suka bercanda tak berarti tak pernah serius. Kalau urusan perasaan anak, sebaiknya curahkan segala perhatian.

Kita juga bisa menerapkan hal yang sama ketika anak yang balik mencandai. Pastikan mereka tahu batas, mana topik yang boleh dijadikan joke, mana yang tidak. Dengan demikian, mereka akan menjaga sikapnya pada kita juga pada yang lainnya. Demikian, Hindari Mengolok-olok atau Mencandai Anak-anak dengan 10 Hal Sensitif Ini. #RD

1
2
SHARE