Kamu Termasuk Tim Balikan sama Mantan atau Bukan?

2
SHARE
 balikan sama mantan, balikan sama mantan atau tidak, tim balikan sama mantan atau bukan, balikan sama mantan apa jangan, balikan sama mantan pacar, balikan sama mantan setelah lama putus
Image via: wallpapersite.com

Balikan sama mantan atau jangan, nih?

Saya mendengar banyak pendapat soal salah-satu keresahan hati setiap insan ini.

Ada tim yang keukeuh menutup buku rapat-rapat. Cerita usang yang sudah berakhir, tidak perlu disambung atau dilanjutkan. Saatnya membuka lembaran baru dengan kisah dan hati yang baru. Begitu, katanya.

Ada tim yang justru mengharapkan keajaiban bernama ‘kesempatan kedua’. Sebab pertemuan dan perpisahan yang sudah dilalui, memberikan banyak hukuman sekaligus pelajaran. Namun ke mana pun kaki melangkah dan hati berkelana, rupanya sang pemegang kunci hanya dia semata. Jadi ada kecenderungan untuk selalu ingin kembali dan kembali lagi. Begitu, katanya.

Ada juga tim yang lebih lentur. Bahwa balikan sama mantan itu, bagi mereka, tidak sesederhana ‘iya, boleh saja’ dan ‘tidak, jangan pernah!’.

Mereka mesti melihat situasi dan kondisi. Mereka mesti menganalisis apa penyebab putus, apa yang menghalangi kelancaran hubungan, apa yang mesti berubah, apa alasan terperinci kenapa berpeluang balikan, apa alasan terperinci kenapa tidak ada pintu untuk balikan, dst.

Sudah kadung familier, malas memulai

Rata-rata orang enggan memulai cerita baru dengan hati yang baru, karena “malas” mesti melewati tahap dari awal lagi. Mereka pun selalu membuka gerbang hatinya lebar-lebar, kalau-kalau sang mantan ngajak balikan. Sebab, mantan itu sudah lebih tahu, lebih kenal, dan lebih familier. Tidak perlu lagi perkenalan dan basa-basi lainnya.

Mereka sampai lupa, sederet faktor yang menyebabkan mereka dan mantan putus – sehingga gagal membina hubungan spesial.

Tidak mau kesepian

Ada juga orang-orang yang pasrah untuk balikan, sebab merasa sakit ditampar-tampar kesepian. Mereka juga enggak nyaman dengan berbagai ledekan, baik di dunia nyata mau pun dunia maya. Meski sambil bercanda, tidak dipungkiri, hati yang sepi memang tetap merana. Mereka ingin kenyamanan, hiburan, dan status.

Baca Juga :  6 Hal yang Enggak Asyik Ini Membuat Seseorang Berpeluang Sukses

Yakin, mantan akan berubah sesuai keinginan

Ada lagi orang-orang yang bersedia balikan, sebab percaya kalau mantannya bisa berubah. Mereka disusupi pikiran ‘bagaimana jika …’.

Misalnya ‘bagaimana jika mantan sudah berhenti berbuat kasar?’, ‘bagaimana jika mantan sudah tidak doyan selingkuh?’, ‘bagaimana jika mantan sudah tidak kecanduan obat lagi?’, dan aneka ‘bagaimana jika’ lainnya.

Orang-orang seperti ini mesti menajamkan hati dan intuisi. Kalau bagi saya pribadi … tabiat abusive atau perilaku kasar dan keras sebagai bentuk kuasa, tabiat mendua, dan kecanduan itu … sulit untuk diberi kesempatan kedua. Entahlah kamu bagi kamu.

cinta lama bersemi kembali, balikan sama mantan, balikan sama mantan atau tidak, tim balikan sama mantan atau bukan, balikan sama mantan apa jangan, balikan sama mantan setelah lama putus
Image via: medium.com

Terikat oleh kenangan indah

Kemudian, masih ada orang-orang yang balikan karena memori atau kenangan. Dulu, ketika masih bersama, semuanya memang terasa indah. Mulai dari chat, foto bersama, kebersamaan fisik, dll, menjadi sesuatu yang menempel pada ingatan.

Namun sayangnya, memori saja tidak bisa menjadi alasan kuat untuk kembali bersama.

Balikan karena “pengaruh luar”

Eh, masih ada orang yang balikan karena menganggap ide tersebut keren. Apalagi keluarga dan sahabat juga terus mendorong agar balikan saja daripada menyendiri lama-lama. Sehingga “pendengaran” orang tersebut jadi saru. Mereka mendengarkan bisikan hati apa bisikan orang-orang?

Mereka juga jadi lupa, bagaimana dulu hubungan dengan sang mantan tidak berhasil. Mereka tidak ingat betul apa alasan sang mantan menyerah, atau sebaliknya, apa alasan mereka sendiri yang menyerah. Pikiran dan perasaan mereka jadi kabur, tidak ingat persis kenapa hubungan yang dulu tidak diperjuangkan.

Kamu sendiri, termasuk tim yang mana?

~

Kadang-kadang ketika kamu sedang dalam tahap ‘pemulihan’ karena patah hati akibat hubungan putus, kamu malah kembali terluka dan bingung karena mantan menghubungimu.

Baca Juga :  11 Anak dan Remaja Inspiratif yang Sudah Mengubah Dunia

Kadang-kadang ketika hatimu yang sempat pecah itu mulai utuh, dan kamu sedang ‘beres-beres’ untuk menyambut penghuni baru dalam hatimu, kamu malah kembali ambruk karena mantan menyapa dan merayumu.

Balikan dengan mantan atau tidak sama sekali adalah hak setiap hati. Semuanya bisa diterapkan, tergantung situasi dan kondisi. Hanya saja, sebaiknya dipertimbangkan matang-matang.

Semua orang memang berhak menerima kesempatan kedua. Mereka berhak atas maaf dan kepercayaan yang pernah kamu buang.

Namun pastikan mereka layak menerima kesempatan kedua. Pastikan hubungan yang dulu sempat putus itu layak menerima kesempatan kedua.

Pastikan mereka menerima kamu dalam “satu paket”; ya kelebihanmu, ya kekuranganmu – ya masa lalumu, ya masa sekarangmu.

Pastikan juga kalau hati dan logikamu saling setuju. Jangan sampai bibir berkata ‘iya’, sedangkan hati berteriak ‘tidak’, atau pun sebaliknya.

Pastikan segenap dirimu sadar, sehat, waras, bahagia, dan rida menyambut hangat siapa pun yang dulu pernah hengkang dari hidupmu. Kamu Termasuk Tim Balikan sama Mantan atau Bukan? #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.