Kamu Tidak Selamanya Bisa Menjadi Hero untuk Mereka, Bahaya!

0
SHARE
pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi semua orang, pahlawan bagi seseorang, hero bagi semua orang
Fotografi oleh: Marina Gondra via mariagondra.com

Jika ada keinginan untuk menjadi hero atau pahlawan bagi semua orang, sebaiknya hapus pelan-pelan, lalu hilangkan.

~

Menurut dr. Jiemi Ardian, ‘Keinginan untuk menjadi hero itu bisa berbahaya’.

Dia memberi contoh ketika ada teman yang depresi. Lalu kita yang awam atau bukan profesional ilmu kejiwaan berusaha menolong dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu. Padahal kita tidak punya keterampilan dan pengetahuan cukup.

Maka, aksi yang sebenarnya baik itu justru bisa semakin merugikan dan melukai.

Demikian juga ketika kita menghadapi orang yang terluka karena trauma, menderita gangguan kecemasan, sulit tidur akut, kerap berhalusinasi, terlalu temperamental, dll.

Niat baik dan keinginan menjadi “hero” bagi semua orang

Niat baik kita tentu keren dan mulia. Namun niat baik saja kadang tak pernah cukup. Sebab, niat baik tanpa ilmu dan skill justru bisa berbahaya bagi yang menolong, mau pun yang ditolong. Aksi yang diambil juga bisa salah atau menyesatkan.

Paling kita cuma bisa mendengarkan curahan hati mereka, menyarankan mereka konsultasi ke psikolog, menyarankan mereka mendatangi psikiater, dst. Sebisa mungkin kikis rasa ingin menjadi hero atau pahlawan yang bisa memberantas semua masalahnya.

Demikian juga dengan isi blog, tulisan atau karya-karya yang menguarkan aroma positif. Mereka hanya menjadi penopang dan penunjang. Bukan pengobat, penolong dan terapis resmi.

Bagaimana pun, manusia biasa tidak bisa menjadi hero untuk semuanya.

Kamu tidak bisa memecahkan masalah semua orang, tidak tidak memuaskan dan membahagiakan semua orang, tidak bisa melunasi utang semua orang, tidak bisa memulihkan luka fisik dan batin semua orang, dst.

Tindakan heroik yang kamu bisa hanyalah menerima, mendengar, dan mencintai mereka tanpa penghakiman – meski pun keadaan mereka sedang berantakan, linglung, dan kusut tidak keruan.

Baca Juga :  15 Cara atau Tips Trik Agar Kesan Pertama Kita Baik dan Menarik

Pahlawan bagi diri sendiri

Banyak sekali orang yang mengorbankan kenyamanan diri sendiri untuk orang lain.

Dia merasa sedang meringankan beban seseorang, padahal dirinya sendiri malah tambah kerepotan. Dia merasa sedang membahagiakan seseorang, padahal dirinya sendiri malah tambah menyedihkan.

Dia merasa sedang melapangkan rezeki seseorang, padahal dirinya sendiri malah tambah kesempitan. Dia merasa sedang menyelamatkan jiwa seseorang, padahal dirinya sendiri malah tambah terancam.

Padahal, kalau menurut dr. Jiemi, ‘setiap orang itu bertanggung jawab atas kesejahteraan batinnya sendiri’.

Pada dasarnya, kesejahteraan batin orang lain juga menjadi urusannya sendiri. Kita tidak perlu larut dalam rasa bersalah jika ada yang terus murung dan resah. Kita yang awam tidak bertanggung jawab untuk menyembuhkan semua orang. Tetapi kita bisa menemani dan membimbingnya pada kesembuhan.

Hal semacam ini tentu jadi konflik tersendiri bagi kamu yang merasa ‘enggak enakan’, ‘enggak tegaan’, atau enggak bisa bilang ‘tidak’.

Namun perlahan saja, coba direnungi dan dipertimbangkan lagi.

Sebaiknya ketika melakukan kebaikan pada orang lain, jangan lupakan juga diri sendiri. Kamu Tidak Selamanya Bisa Menjadi Hero untuk Mereka, Bahaya! #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.