Kenapa AS Begitu Marah Sampai Membanting dan Merusak Motor?

0
SHARE
marah marah, adi saputra psikologi, adi saputra psikiatri, penyebab mudah marah dan emosi, emosi marah dalam psikologi, penyebab orang marah tanpa sebab, penyakit marah berlebihan
Image via: news.detik.com

Kamu mungkin sudah melihat aksi pemuda berinisial AS, yang ngamuk sampai membanting dan merusak motor di depan polisi dan pacarnya sendiri.

Videonya viral, sehingga menjadi trending topic di mana-mana. Masuk berita teve juga. Bahkan kini sudah beredar meme dan parodinya. Ya, netizen memang luar biasa!

Tetapi kita coba ulas dari sisi psikiatri atau psikologinya, ya. Soalnya saya tertarik sama thread atau utas dari Dokter Andreas Kurniawan.

Bukan hal aneh kalau netizen membully  AS

meme adi perusak motor, meme lucu, meme adi saputra
Via: Absurdlutelly

Kalau menurut Dokter Andreas Kurniawan, wajar saja mayoritas orang akan ngejudge perilaku AS. Sehingga banyak yang langsung ngata-ngatain (maaf) b*doh, d*ngu, t*lol, enggak berguna, g*bl*k, b*go, b*r*ngs*k, b*j*ng*n, dll.

Namun mesti diingat, kalau kita hanya tahu AS dari video singkat itu saja.

Kita enggak tahu AS itu siapa dan kesehariannya bagaimana.

Masih menurut sang dokter, kondisi psikis manusia itu simpelnya sih dilihat dari 3 aspek; pikiran, perasaan, dan perilaku.

Perilaku menjadi aspek yang sangat kelihatan. Kebetulan AS itu terlihat membanting, mempreteli, dan teriak-teriak. Siapa pun yang menonton aksinya, tentu saja akan berkomentar kalau tingkahnya itu memang negatif. Tetapi kadang kita lupa, kalau perilaku itu pasti muncul karena pengaruh pikiran perasaannya.

Sayangnya, kita tidak bisa membaca pikiran atau perasaan seseorang. Termasuk AS yang viral itu.

Paling-paling kita bisa memprediksi keadaan emosinya saja. Mungkin kita akan menyimpulkan kalau AS itu orangnya galak, emosian, belagu, dsb.

Terpancing untuk marah juga

Banyak warganet yang merasa terpancing emosi. Sehingga tak jarang komentar mereka itu berisi keinginan untuk adu jotos, nampar, nendang, dll. Hhh … tarik nafas dalam-dalam, ya. Tahan … tahan … tahan.

Baca Juga :  Alasan Kenapa Artis Bisa Terlibat Bisnis Prostitusi dan Bersedia Dibenci atau Dibully

Kalau digali lebih serius, kita mesti kepo juga … apakah kejadian marah-marahnya AS ini untuk pertama kalinya? apakah ada kondisi tertentu yang membuatnya lepas kendali?

apakah dia belum makan? apakah dia sedang begitu kesal? apakah dia ingin ‘melindungi’gengsi atau harga dirinya?

apakah dia sedang memendam kekecewaan? apakah dia sedang frustrasi? apakah dia sedang tertekan?

apakah dia sedang stres berat? apakah dia sedang merasa depresi? apakah dia justru sedang ‘menyembunyikan’ ketakutannya?

Kita tak pernah tahu, kecuali kalau melakukan interview padanya. Maka judgement apa pun terhadapnya bisa jadi tidak sepenuhnya benar.

Perilaku yang ada di video tentu wajib untuk tidak disukai. Tetapi kalau untuk menghakimi bahkan mengancam pribadi AS, rasanya perlu ditahan dulu.

Lagi-lagi, kita belum mengenal dan memahaminya. Siapa tahu kebaikannya lebih banyak, ibadahnya lebih keren, sedekahnya lebih tulus, dll.

Emosi marah sendiri tidak dilarang. Semua orang bisa dan berhak marah. Wajar dan normal.

Tetapi kalau pelampiasan marah itu sudah mengganggu yang lain, tentu marahnya jadi masalah.

Maka kalau ada orang tua, sahabat, pasangan, atau calon suami/istri yang suka marah kebablasan, sampai melakukan kekerasan fisik dan psikis, sebaiknya evaluasi lagi.

Kalau tidak tahan dengan calon pasangan yang kasar, segera tinggalkan. Tetapi kalau bersedia mendampingi, jangan tinggalkan mereka. Tetapi jangan juga mengabaikan kebiasaan mereka. Tolong mereka. Temani mereka untuk meminta pertolongan, misalnya dengan konsultasi pada psikolog atau psikiater.

Menjadi seseorang yang abusive itu enggak baik dan toxic. Kenapa AS Begitu Marah Sampai Membanting dan Merusak Motor? #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.