Ketika Introvert Menikah

0
SHARE
Ketika Introvert Menikah, ketika introvert menikah dengan introvert, ketika introvert menikah dengan ekstrovert, pernikahan introvert, introvert takut pernikahan
Image via: Shutterstock.com

Pertama-tama, pernikahan itu tidak hanya diperuntukkan bagi ekstrovert. Introvert dan ambivert juga berhak untuk menikah.

Tetapi tidak dipungkiri, manusia di dunia ini terbagi. Ada yang ingin segera menikah, ada juga yang justru enggan membahas pernikahan. Bahkan ada istilah menghindari komitmen, takut keterikatan, gelisah berumah tangga, dll.

Alasan Seseorang Takut Menikah

Tidak perlu menghakimi dulu. Banyak alasan kenapa beberapa orang lebih memilih menghindari pernikahan. Mungkin mereka belum siap dengan finansialnya, tanggung jawabnya, perubahan gaya hidupnya, ketidakbebasannya, dan risiko lainnya.

Ada juga yang terganggu dengan aneka cerita buruk perihal pernikahan. Entah itu perceraian, perselingkuhan, kekerasan, pelecehan, dsb.

Ada lagi yang terhalang oleh pikiran negatif dan kecemasan berlebihan. Mereka mungkin minder, takut tidak sesuai harapan, kerap ragu-ragu, memang tidak memiliki hasrat seksual, dll.

Suka atau tidak, menikah menjadi salah-satu tekanan berat bagi kamu yang berusia 25 tahunan ke atas. Bahkan di bawah 25 tahun pun, ada yang sudah merasa terpojok dengan pernikahan.

Untuk orang-orang introvert, pernikahan menjadi momok tersendiri. Sebab pernikahan berhubungan erat dengan kemampuan berinteraksi, bersosialisasi, dan tidak menyendiri.

Introvert dan Pernikahan

Maka, perlu keberanian besar ketika hendak menikah. Demikian juga yang dihadapi introvert, kepribadian yang identik dengan tertutup, tidak percaya diri, nyaman dengan kesendirian, dan tidak kuat lama-lama berada di tengah pesta.

Bisa dibayangkan kalau introvert mesti kenalan lebih dalam dengan seseorang, membiarkan seseorang itu masuk ke ranah privasi, kenalan dengan keluarga besar pasangan, ikut berkumpul dengan teman-teman pasangan, mengadakan pesta pernikahan dengan disaksikan banyak orang, dll.

Sebagai introvert, saya sempat mengalami ‘parno’ dan sangsi luar biasa terhadap konsep pernikahan. Bahkan saya tidak bisa menegaskan, apakah pernikahan itu adalah momen yang saya inginkan atau tidak.

Baca Juga :  Menjadi Seorang Introvert itu...

Ketika Introvert Menemukan Mr./Ms. Right

Namun pemikiran tersebut oleng ketika saya menemukan sosok partner yang tepat.

Kebetulan partner tersebut cenderung introvert juga. Dia sudah akrab dengan karakter saya. Tidak perlu penjelasan panjang untuk membuatnya paham. Saya dan dia seperti memiliki chemistry, bonding, ikatan, atau apa pun namanya.

Secara tidak langsung, dia sudah mengalirkan keberanian dan keyakinan untuk menikah. Bagaimana pun, pernikahan adalah salah-satu keputusan terbesar dalam hidup. Tidak disarankan untuk sembarangan.

Hanya karena introvert, bukan berarti kamu harus selalu kesepian. Hanya karena introvert, bukan berarti kamu harus bermukim di duniamu sendiri. Hanya karena introvert, bukan berarti kamu tidak berhak memiliki pendamping. Entah itu dengan sesama introvert, ekstrovert, atau pun ambivert.

Introvert pun manusia, yang tetap memerlukan koneksi dengan manusia lain. Hanya saja, introvert memang selektif membiarkan orang lain memasuki lingkaran dalamnya. Hanya orang-orang istimewa yang bisa memiliki akses masuk ke sana. Ketika Introvert Menikah. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 + 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.