Ketika Jadi Bahan Gosip, Kita Harus Bagaimana?

0
SHARE

1. Gak Perlu Melakukan Apa-apa

Ketika Si E mabuk-mabukan, orang akan membicarakan. Ketika kita juga melakukan kebaikan, misalnya sedekah pada orang yang membutuhkan, who knows ada segelintir orang yang tetap membicarakan; ah paling cari muka!, sok kaya!, pasti ada maunya tuh pake sedekah segala!, dst.

Intinya, kadang sebaik apapun kita dalam kehidupan, tetap saja ada yang bakal berpikiran buruk tentang kita. Untuk itu, ada kalanya kita mesti diam saja ketika menghadapi mereka yang gemar membicarakan di belakang. Anggap wajar saja. Toh, penyanyi berprestasi seperti Agnes Monica atau penulis kesohor macam Andrea Hirata saja tak luput dari kritik dan gosip-gosip, toh? Heu

2. Pahamilah, Bro-Sist. Sebenernya, Mereka itu Gak Peduli loh!?

Sebagaimana kita tahu, ciri orang yang peduli itu ‘kan yang selalu mendukung, menasehati atau mengkoreksi jika salah, ikut bahagia atas kebahagiaan kita, dst, bukan malah membicarakan di belakang. Iya, ‘kan? Tapi omongan dan pikiran negatif mereka itu samasekali takkan berpengaruh dalam hidup, selama kita tidak ikut memerdulikannya lho?!

3. Keep Smile!

Seandainya kita sedang ngegosipin Si F, terus Si F itu lewat dan cuma tersenyum, nyesek gak sih? Hehehe. Itu bisa kita terapkan ya, Bro-Sist. Ketika orang-orang terlihat tengah membicarakan kita, selayaknya kita umbar senyum saja. Bukankah pembalasan terbaik dari seseorang itu adalah senyuman? ^_^ Malah, momen itu jadi kesempatan emas buat kita untuk nunjukkin kalau gosip-gosip samasekali gak ngefek dan kita adalah orang yang paling berbahagia. Hohoho.

Baca Juga: 20 Tips Agar Bisa Menghindari atau Berhenti Ngegosip

4. Jangan Merasa Jadi Korban, ya

Wajar ya kalau ketika orang menggosipkan sesuatu tentang kita, perasaan kita kerap galau, takut, gelisah, gak tenang, dst. Hal itu terjadi boleh jadi karena kita memposisikan diri sebagai korban. Bagaimana kalau kita balik? Kita posisikan diri sebagai pemeran atau pemenang. Pikirkan saja; ah mereka ngegosipin aku terus, biarinlah wajar, aku artis sih! -_-‘

Baca Juga :  3 Pelajaran Penting dari Kambing Di Masa Kecil

5. Bangun Hubungan Hangat dengan Lingkungan

Salah-satu penyebab mereka membicarakan kita adalah… ketidaktahuan mereka tentang kita. Jadinya mereka menduga-duga kita ini siapa dan tabiatnya bagaimana. Jika kita mencoba membuka diri, berusaha lebih hangat lagi ketika komunikasi dan interaksi, kemungkinan besar mereka akan menjumpalitkan pikiran lama; “Oh, ternyata Si H itu humoris juga!”, “Gak nyangka, ternyata Si J itu dermawan pake banget!, “Udah salah ngeduga nih! Si K ternyata enak diajak ngobrol lho?!”

6. Rencanakan Tindakan dengan Baik

Ketika aksi diam tak mampu meluluhlantakkan para penggosip, ada baiknya kita merencanakan sesuatu. Bukan dengan melabraknya, melainkan berbicara dari hati ke hati dan komunikasi dua arah. Jika begitu… kesalahpahaman pun akan berangsur-angsur lurus dan rasa simpatik pun akan terjalin. Insya Allah, aamiin.

Akhirnya… ketika “mereka” membicarakan di belakang sambil berusaha meruntuhkan mental kita, sejatinya kita tengah berperang dengan diri sendiri; kita akan masuk perangkap mereka untuk terpuruk? Atau, kita takkan memerdulikan semua itu dan terus lanjut menata kebahagiaan diri dan orang-orang yang kita cintai? [#RD]

*December 5, 2013
*Diolah dari: duniapsikologi.com
1
2
SHARE