Ketika Orang Introvert Memikirkan “Apa Kata Orang”

0
SHARE
apa kata orang, memikirkan apa kata orang, apa kata orang tentang saya, peduli apa kata orang
Image via: scotthyoung.com

“Kata Si X, kamu sempat ngincer Si Y, bahkan katanya kamu sengaja deketin keluarga Si Y untuk dapetin dia”.

“Kata Si M, kamu putus sama N karena isu finansial, soalnya pendapatan N kecil”.

“Kata Si A, kamu sudah dekat dengan Si B ketika masih pacaran sama Si C”.

Dst.

Bagaimana reaksimu ketika orang-orang menyimpulkan yang tidak-tidak tentangmu?

Mungkin kamu akan terkejut dan takut. Kamu khawatir omongan orang itu, benar atau tidak, sudah kadung dipercaya orang lainnya.

Sehingga selalu ada upaya untuk menghindari praduga. Selalu ada upaya untuk menjaga citera.

Misalnya ketika ayah mantan pacar meninggal, kamu jadi dilema sendiri. Di satu sisi, kalau datang melayat, kamu takut orang-orang akan menebarkan fitnah. Di sisi lain, dari sisi kemanusiaan, kamu ingin menunjukkan kepedulian dan penghormatan terakhir.

Beda lagi jika kamu orangnya cuek, maka kamu akan bertindak sesuai dengan kebenaran yang kamu yakini. Kamu akan masa bodoh sama prasangka orang lain. Sebab hidup dan pilihanmu tidak perlu mendapat persetujuan dari mereka.

Orang-orang yang sudah akrab denganmu tidak perlu mendengar penjelasanmu. Sedangkan orang-orang yang belum mengenalmu tidak akan mudah percaya dengan apa pun yang kamu jelaskan.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak acuh terhadap komentar yang lain. Seringkali saya sengaja diam saja, karena frustrasi dengan semuanya. Biar saja mereka penasaran. Biar saja mereka membuat kesimpulan.

Namun di beberapa momen, saya bersemangat untuk menjelaskan panjang lebar. Saya kepincut, karena apa yang dikatakan orang-orang sudah termasuk fitnah. Selain itu, saya merasa takut jika fitnah itu sampai ke telinga keluarga dan mereka memercayainya.

Termasuk ketika ada seorang teman yang (maaf) menipu. Lalu ada seseorang yang membangun opini kalau saya kemungkinan besar terlibat, mengingat hubungan kami cukup dekat. Awalnya saya diam saja, karena perspektif orang memang berpotensi beragam. Tetapi lama-lama saya bertindak dan menegaskan kalau saya tidak tidak tahu-menahu soal penipuan itu. Beruntung, teman-teman dekat meyakinkan kalau mereka lebih percaya saya.

Baca Juga :  Menjadi Seorang Introvert itu...

Nah, saya dan kamu memang bukan selebritis yang perlu mengundang media untuk melakukan konferensi pers. Tetapi kita berbaur dengan masyarakat dan segala kompleksitasnya. Hal-hal semacam ‘apa kata tetangga’ masih menjadi sesuatu yang kerap dipertimbangkan.

Siapa pun, introvert atau ekstrovert, yang memikirkan apa kata orang memang lumrah. Namun sebaiknya berikan batasan. Jangan sampai terlalu peduli dan berpikir dalam. Sebab bukan tidak mungkin, lama-lama semua ucapan dan tindakanmu akan “didikte” oleh mereka. Dengan kata lain, kamu malah terpenjara.

Setidaknya ada 3 ciri kalau kamu sudah keterlaluan memikiran apa omongan orang, yaitu:

  • Khawatir terus-menerus tentang apa kata orang mengenai penampilan kamu. Takut mempermalukan diri sendiri, misalnya.
  • Khawatir terus-menerus tentang apa kata orang mengenai ucapan dan perbuatan kamu. Takut mengecewakan atau menyakiti mereka, misalnya.
  • Kamu kehilangan identitas. Sehingga kerap berpura-pura dan tidak leluasa mengekspresikan diri yang sebenarnya.

Sekali lagi, memikirkan apa kata orang lain memang lumrah. Wajar. Normal. Dengan catatan, kamu jadi terarah, bukan malah salah arah.

Misalnya ketika penampilanmu dikomentari macam-macam, belajar untuk mengarahkan pikiran, ‘bagaimana ya supaya nanti lebih baik lagi?’.

Jangan sampai terjebak sehingga berpikir, ‘bagaimana ya supaya tampil lebih sempurna?’.

Perfeksionis atau keinginan kuat agar segala sesuatunya serba sempurna itu melelahkan dan menyiksa.

Padahal kita tidak tercipta untuk tampil tanpa cela. Kita tidak tercipta untuk membuat semua pihak jadi puas dan bahagia.

Seringkali justru ada momen, di mana kita TIDAK perlu menjelaskan apa-apa. Ketika Orang Introvert Memikirkan Apa Kata Orang Lain. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.