Ketika Orang Introvert Selektif Memilih Orang-Orang yang “Klik”

0
SHARE
introvert memilih teman, kelebihan introvert, kekurangan introvert, ciri orang introvert jatuh cinta, orang introvert sukses, diamnya orang introvert, diary orang introvert
Image via: introvertdear.com

Orang introvert itu identik dengan sosok yang sangat selektif.

Mereka bisa saja berkenalan dan menerima semua orang, tetapi mereka akan pilih-pilih siapa yang bisa masuk ke “lingkaran dalamnya”. Mereka menerapkan hal tersebut untuk mencari sahabat, rekan kerja atau pasangan.

Bagaimana pun, orang introvert itu benci membuang-buang waktu, meladeni hubungan toksik, memercayai untuk kemudian dikhianati dan keadaan negatif lain.

Introvert  seperti memiliki “radar tersendiri”.

Mereka bisa melakukan observasi dari jauh. Meski tampak diam, namun introvert bisa saja sedang melakukan pengamatan. Bisa dibilang, mereka seperti “detektif kepribadian” yang tidak mudah menghakimi seseorang dari tampilan luar.

Mereka cukup hati-hati, sebab tahu kalau watak atau kepribadian seseorang itu sangat kompleks. Kadang tidak bisa dilabeli dari satu kali pertemuan atau satu jam obrolan.

Hanya karena Si A tersenyum, introvert tidak akan buru-buru menyimpulkan kalau Si A itu ramah dan tulus. Hanya karena Si B judes, introvert tidak akan buru-buru ngejudge kalau Si B itu jahat dan ketus.

Butuh waktu

teman introvert, sahabat introvert, teman yang cocok untuk introvert, teman yang introvert, menghadapi teman introvert, cari teman introvert
Image via: mensxp.com

Kadang-kadang, proses untuk mencari “sosok yang tepat” bagi introvert itu memakan waktu. Oleh karena itu, biasanya mereka tidak mudah percaya pada orang asing atau orang yang belum karib. Ketika kenalan pun, mereka bisa jadi jaim luar biasa. Mereka memang perlu masa untuk membangun koneksi, termasuk ikatan emosi atau intelektual.

Meski sudah kenal lama dan dekat dengan seseorang pun, introvert tidak serta-merta terbuka pada orang tersebut. Lagi-lagi, mereka perlu waktu untuk “memeriksa” apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak.

Namun ketika orang tersebut memang “lulus”, maka introvert tidak akan segan-segan membongkar rahasianya. Mereka bahkan yakin dan percaya sepenuh jiwa pada orang itu.

Baca Juga :  Faktor Penyebab Emosi Orang Introvert dan Cara Mengatasinya

Jika orang introvert tidak menemukan figur yang ideal untuk berbagi, bagaimana?

Mereka bisa mengekspresikannya lewat tulisan atau karya lain.

Entah kenapa, introvert memang lebih nyaman mengeluarkan unek-unek lewat media. Tak ayal kalau mereka lebih senang chattingan ketimbang telefonan atau video call-an.

Lebih nyaman disapa dan ditanya via tulisan. Kalau tidak, mereka juga lebih bisa terbuka jika diajak ngobrol face to face berduaan – bukan dalam bentuk grup.

sesama introvert, hubungan sesama introvert, teman introvert, teman yang cocok untuk introvert, ciri teman introvert, cari teman introvert
Image via: shutterfly.com

Salah-satu kelemahan introvert; mereka lebih senang ‘dijemput’, didekati duluan atau “diarahkan”.

Di saat introvert ragu-ragu untuk memulai mengirim chat atau memulai pembicaraan, mereka perlu seseorang yang melakukan hal tersebut untuk pertama kali.

Introvert juga cenderung menunda-nunda atau bahkan memendam ungkapan intim seperti ‘saya rindu’ atau ‘saya sayang’. Kalimat sederhana tersebut, bagi mereka, justru sangat berat terucap. Lagipula, mereka tidak ingin mengungkapkannya pada sembarang orang.

Bisa dibilang, introvert itu adalah sang ‘old soul’.

Dengan kata lain … mereka kadang lebih bijak dan dewasa (walau umurnya masih belia), tidak begitu suka pesta dan keramaian, lebih nyaman di rumah atau ruangan privat, pendengar yang baik, punya jiwa mengayomi, lebih suka cara-cara klasik untuk menikmati hidup, tidak suka over-sharing masalah pribadi di media sosial, lingkar persahabatannya cenderung sempit, dsb.

Mereka mencari sahabat, pasangan atau “orang-orangnya” yang bikin nyaman. Sehingga mereka bisa terbuka, bebas berekspresi dan tidak bikin canggung.

Tentu saja, introvert bukan tipikal makhluk yang anti manusia. Namun mereka memang “pilih kasih”. Hanya sosok pilihannya sendiri yang bisa dekat dan akrab.

Ada pun upaya seleksinya dilakukan secara alami. Seperti ada naluri tersendiri khas introvert.

Mereka tidak suka tekanan dan keterpaksaan. Kalau tidak cocok, mereka akan memilih untuk jaga jarak daripada memperbanyak konflik.

Baca Juga :  24 Introji atau Emoji Khusus Introvert dan Artinya

Namun kalau sudah mendapatkan sosok yang “klik”, mereka akan menjadi dan melakukan yang terbaik. Ketika Orang Introvert Selektif Memilih Orang-Orang yang “Klik”. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.