Memahami Self Harm, Self Injury, atau Melukai Diri Sendiri

0
SHARE
menyakiti diri sendiri, menyakiti diri sendiri bahasa inggris, menyakiti diri sendiri gangguan jiwa, suka menyakiti diri sendiri
Image via: teenlineonline.org

Ketika saya memosting Instagram Story, cukup banyak yang bertanya, ‘apakah pernah melukai diri sendiri?

Kening saya kusut karena mengingat-ingat. Selain itu, jujur saja, ada keheranan di benak saya.

Istilah ‘menyakiti diri sendiri’ membuat saya membayangkan perilaku-perilaku seperti menyayat kulit, menampar pipi, memukul tembok, mencabut rambut secara paksa, membenturkan kepala, mencekik leher sendiri, berusaha menenggak racun atau cairan berbahaya, dst.

Setelah berpikir beberapa saat, kesimpulannya saya tidak pernah melukai diri sendiri secara fisik.

Tetapi kening saya masih mengerut. Jadi kepo sendiri, apakah banyak teman-teman saya di Instagram yang cenderung suka melukai diri sendiri? Saya pun berencana untuk membuat polling khusus.

Kenapa Bisa Melukai Diri Sendiri? Apa Alasannya?

 memahami seseorang yang suka melukai dirinya sendiri, melukai diri sendiri, menyakiti diri sendiri, menyakiti diri sendiri bahasa inggris, menyakiti diri sendiri gangguan jiwa, suka menyakiti diri sendiri
Image via: recoverycoachnewyorkcity.com

Demikianlah saya bertanya-tanya. Tindakan self injury, self harm, atau melukai diri sendiri memang tidak lazim. Pasti ada sesuatu di balik tindakan itu.

Kalau saya baca-baca dari Alodokter, Hellosehat, dan Pijar Psikologi … alasan kuat kenapa seseorang bisa “tega” menyakiti dirinya sendiri yaitu karena marah, stres, cemas, kesepian, minder, mati rasa, putus asa, benci diri sendiri, jijik terhadap diri sendiri,

ingin menghukum diri sendiri, merasa sangat bersalah, terganggu oleh pikiran sendiri, sumpek, ingin melampiaskan perasaan, ingin kepuasan, ingin kelegaan, ingin mengalihkan pikiran, atau memang menderita gangguan mental.

Orang yang belum pernah kepikiran atau berpengalaman melukai diri sendiri tentu sulit memahami. Rasanya perilaku ini memang tidak masuk akal. Sedangkan orang yang pernah kepikiran atau bahkan melakukannya, pasti ‘konek’.

Bisa dibayangkan, sebagian dari mereka akan menampakkan diri sebagai manusia yang baik-baik saja di depan umum. Namun begitu sendiri, mereka mulai “beraksi” dengan melukai diri sendiri.

Sebagian lain mungkin sudah menunjukkan ciri yang jelas. Entah itu berupa bekas luka, mood yang buruk, sering menangis, malas bersosialisasi, dll.

Nahasnya, banyak yang cenderung bilang ‘gak apa-apa’ ketika ditanya ‘kenapa?’, menghindar ketika disinggung soal luka pada tubuhnya, atau mengenakan pakaian tertutup agar lukanya tidak ketahuan.

Baca Juga :  Masa Kanak-kanak: Enak Tak Enak

Rasanya ikut prihatin, sedih, dan terpukul jika perilaku tersebut tidak segera diketahui. Entah luka batin dan luka fisik mereka akan seperti apa. Bukan tidak mungkin akan begitu parah, menimbulkan cedera berat, atau bahkan upaya untuk mengakhiri hidup sendiri.

Memahami Self Harm, Self Injury, atau Melukai Diri Sendiri

melukai diri sendiri, menyakiti diri sendiri, menyakiti diri sendiri bahasa inggris, menyakiti diri sendiri gangguan jiwa, suka menyakiti diri sendiri
Image via: centerfordiscovery.com

Memahami bukan berarti membolehkan atau menganggapnya “wajar”.

Saya hanya berusaha untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa saya ini manusia biasa yang tidak tahu apa-apa. Termasuk tentang alasan kenapa ada orang yang tega menyakiti dirinya sendiri. Saya tidak bisa gegabah menghakimi, mencemooh, mencapnya sebagai pendosa, menjauhi, atau mengucilkannya.

Saya bukan orang tersebut. Saya tidak bisa merasakan apa yang dia rasakan. Saya tidak bisa menanggung apa yang dia pikul. Bebannya pasti berat. Sakitnya pasti menyiksa.

Tetapi saya yakin, upayanya untuk menyakiti diri sendiri justru karena ingin mengatasi masalah atau “memulihkan luka”, bukan karena ingin cari masalah atau memperparah luka. Hanya saja, caranya memang keliru. Di titik inilah dia sedang butuh bantuan, perhatian, dukungan, kepedulian, dan jalan. Bukan sekadar teriakan dan tatapan penuh penghakiman.

Untukmu yang Tergoda untuk Menyakiti Diri Sendiri

dear kamu yang suka melukai dirinya sendiri, melukai diri sendiri, menyakiti diri sendiri, menyakiti diri sendiri bahasa inggris, menyakiti diri sendiri gangguan jiwa, suka menyakiti diri sendiri
Image via: saintcd.com

Semoga kamu yang punya kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri bisa menemukan orang-orang terpercaya sebagai teman berbagi. Semoga kamu tidak “akrab” dengan benda-benda tajam atau zat kimia yang membahayakan.

Semoga kamu betah bergabung dengan komunitas atau grup pendukung yang selalu menularkan positive vibes.

Semoga kamu tidak melampiaskan luka dan amarahmu pada obat-obatan terlarang, minuman keras, seks bebas, atau perilaku yang bisa menyakiti orang lain (dan dirimu sendiri).

Semoga kamu bisa mengekspresikan dirimu. Semoga kamu menikmati hobimu. Semoga kamu tetap memenuhi jatah dan hak tubuh untuk olahraga, rehat, dan mengonsumsi makanan sehat.

Baca Juga :  Ada Apa dengan Maut dan Kecerdasan Seseorang?

Jika segala upaya tidak menghilangkan hasrat untuk menyakiti diri sendiri, semoga kamu mengizinkan dan berinisiatif untuk meraih pertolongan. Semoga ada psikolog atau psikiater yang bisa membuat keadaanmu baikan. Memahami Self Harm, Self Injury, atau Melukai Diri Sendiri. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.