Menolak dan Menerima Tamu saat Pandemi Covid-19

0
SHARE
Image via: kcl.ac.uk

Menolak kunjungan tamu di saat pandemi seperti ini, bagi sebagian besar masyarakat, sudah bisa dimaklumi. Apalagi dulu sempat ada larangan mudik, penerapan PSBB, dan aneka razia. Namun belakangan, aktivitas bepergian kembali longgar. Orang-orang sudah bisa ke luar-masuk dari satu daerah ke daerah lain.

Mungkin ada yang beranggapan, kalau efek virus corona sudah tidak kuat. Padahal diam-diam angka kasusnya semakin meningkat. Mungkin juga ada yang beranggapan, kalau virus ini akan segera sirna sebab vaksin corona sedang diuji coba. Contohnya seperti yang diusahakan Pfizer dan BionTech. Namun uji klinis mereka belum final, sehingga vaksinnya belum siap didistribusikan.

Lalu, bagaimana jika ada calon tamu yang keukeuh ingin datang berkunjung?

Manfaatkan Media Sosial

Rata-rata orang zaman sekarang menggunakan media sosial. Kita bisa memanfaatkannya untuk membuat pengumuman, kalau saat ini kita masih belum bisa menerima tamu. Ucapkan maaf atas keputusan ini, dan sampaikan terima kasih atas pengertiannya.

Jujur Tanpa Tidak Enakan

Tidak semua orang melihat story atau status kita. Barangkali ada yang tetap ingin berkunjung. Syukur-syukur kalau mereka mengirim pesan atau telepon dulu. Kita pun bisa meresponsnya secara jujur. Utarakan saja kalau sementara ini belum bisa menerima tamu. Selain karena alasan pandemi, sebutkan saja jika ada alasan lain. Misalnya ada orang rumah yang punya penyakit bawaan, ada bayi/anak-anak yang imunitasnya belum sempurna, ada orang tua, dll. Tidak perlu merasa tidak enakan, sebab taruhannya adalah kesehatan keluarga besar serta lingkungan. Ketegasan ini sekaligus menjadi edukasi bersama.

Rajin Menghubungi

Meski belum bisa bertemu atau berkumpul, kita masih bisa saling terhubung. Entah lewat WA, telepon, skype, dll. Pastikan untuk saling bertanya kabar, menjaga hubungan, dan saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan.

Baca Juga :  Naskah Drama Bahasa Indonesia Berjudul “BASECAMP”

Mengirim Hadiah

Banyak bahasa cinta yang bisa diungkapkan selain dalam bentuk pertemuan, yakni saling berkirim hadiah. Kita belum menerima tamu bukan berarti kita sedang mengobarkan kebencian kepada sesama. Justru semua ini adalah bentuk cinta, agar mata rantai virus bisa berhenti. Untuk meyakinkannya, bila perlu, kita bisa saling mengirim bingkisan.

Jika Tamu Terlanjur Datang

Siapa yang tahu, kalau tiba-tiba ada yang mengetuk pintu hendak bertamu. Kalau kita sedang berada di rumah, tentu saja tidak sopan membiarkan mereka memanggil-manggil dari luar. Kita bisa membukakan pintu untuk mereka, namun sebaiknya tidak serta-merta membiarkannya masuk. Terapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dulu, tidak bersalaman langsung, dan tetap menjaga jarak.

Jika kondisi ventilasi di dalam rumah begitu buruk, sebaiknya jamu mereka di teras saja. Jika mereka adalah saudara atau keluarga dari tempat jauh dan hendak menginap, pertimbangkan dulu matang-matang. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya mereka istirahat di penginapan yang disiplin protokol kesehatan. Jika ada uang berlebih, tidak apa-apa kita ikut patungan membayar biaya penginapan. Lagi-lagi, bukannya lebay, namun sebagai upaya edukasi sekaligus perlindungan bersama.

Share Artikel Kesehatan

Image via: Katadata.co.id

Padahal sosialisasi mengenai virus corona sudah gencar dilakukan, namun tetap ada saja yang abai. Tapi jangan putus asa, kita tetap bisa berbagi info covid-19 dari sumber terpercaya. Misalnya Halodoc, aplikasi kesehatan yang saat ini bisa kita andalkan.

Selain menyediakan artikel kesehatan, Halodoc juga menyediakan fitur untuk mengecek gejala dan penanganan Covid-19. Kita juga bisa tanya-tanya dokter via chat, membeli obat atau vitamin, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit, serta mencari dokter yang tepat.

Tetap jaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan kamu, ya. #RD

Baca Juga :  Kalau Mata Sudah Kering, Baru Terasa Pentingnya Air Mata
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.