Mesti Ingat Mati, Tapi Mesti Ingat Juga, Kamu Sedang Hidup Detik Ini

0
SHARE
mengingat kematian, mengingat masa lalu, ingat mati, mengingat hidup, ingat hidup
Image via: loverofsadness.net

Rupanya mati atau kematian sedang menjadi topik hangat di media sosial.

Semalam, saya dan keluarga mengadakan tahlilan malam ke-7 wafatnya Bapak. Tepatnya di rumah salah-satu kakak. Otomatis saya tidak memantau ponsel atau online.

Namun ketika membuka akses ke dunia maya, orang-orang tampaknya kompak memosting berita kematian Pak BJ Habibie. Mayoritas mengekspresikan duka, menyampaikan doa, menyebarkan kutipannya, dll. Bagaimana pun, beliau adalah Presiden Ri ke-3 sekaligus dikenal sebagai bapak demokrasi, simbol kecerdasan, figur laki-laki manis nan setia, dst.

Semoga Tuhan memberikan ampunan dan kasih sayang-Nya, sehingga beliau bisa ‘reuni abadi’ dengan Ibu Ainun sang kekasih hati.

Kematian adalah Kepastian

Laki-laki dan perempuan sama-sama tidak bisa menjamin kepastian. Sebab, selain mati, apa lagi sih yang benar-benar pasti dalam hidup ini?

Sudah terbukti sampai detik ini, bahwa apa pun atau siapa pun yang bernapas pasti menemui ajalnya. Semua kebagian. Semua sedang menunggu giliran. Tidak bisa dipercepat, tidak bisa ditunda-tunda.

Nah, meninggal atau kematian memang tidak selamanya buruk. Walau pun begitu, berita kematian memang selalu beraura sendu.

Kita yang masih hidup seperti sedang diberi aneka pelajaran. Bahwa kematian itu bersifat absolut atau mutlak, tidak bisa diganggu gugat. Bahwa kehidupan di dunia ini bersifat fana dan hanya sementara. Bahwa kematian itu bukan sesuatu yang jauh, melainkan amat sangat dekat.

Ya, banyak yang mengingatkan akan mati dan kematian.

Tentu saja fenomena ini baik, bahkan kita dianjurkan untuk sering-sering mengingat kematian.

Namun ‘harapan’ dari mengingat kematian … yaitu kita jadi bisa mematikan ego, mematikan nafsu, mematikan kesombongan, mematikan kecintaan yang terlalu, dll.

Mengingat kematian mestinya membuat kita lebih sadar bahwa timing Tuhan itu memang yang terbaik. Bagi kita, segala sesuatu kadang tampak seperti terlalu cepat atau terlalu lambat. Namun bagi Dia, segala sesuatu itu memang sudah tepat waktu.

Mengingat kematian mestinya membuat kita benar-benar hidup. Bahwa kesempatan untuk bernapas hanya dijatah satu kali saja. Mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Jangan sampai mengingat kematian membuat kita larut dalam rasa cemas dan waswas, sehingga membuat diri jadi stres dan depresi.

Baca Juga :  Yang Sering Menangis, Berarti Mentalnya Strong alias Kuat

Bagaimanapun, ketakutan berlebihan akan kematian tidak akan membawa kita ke mana-mana, kecuali ke dalam ketidaktenteraman hidup.

Jadi, apa pun yang terjadi dan karena kematian siapa pun, hidup tetaplah berlanjut.

Ketika kita belum ada, matahari sudah rutin terbit dan tenggelam. Ketika nanti kita sudah tiada, matahari akan melakukan aktivitas yang sama.

Selain terus mengingatkan diri sendiri dan orang lain, bahwa suatu saat nanti kita semua akan mati, ingatkan juga diri sendiri dan orang lain … bahwa kita masih hidup di sini dan di detik ini. Mesti Ingat Mati, Tapi Mesti Ingat Juga, Kamu Sedang Hidup Detik Ini. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.