Momen Terbaik Ramadan Tahun Ini: Dari Ulang Tahun sampai Jadi Murid Adik Kelas

0
SHARE
momen ramadan terbaik, momen ramadan, momen bulan puasa
Image via: iloveqatar.net

Namanya juga momen. Artinya ada waktu pendek yang begitu berharga. Sehingga singkatnya waktu itu bisa dinobatkan sebagai momen terbaik.

Saya pribadi cukup kesulitan menentukan, apa momen terbaik Ramadan tahun ini.

Namun khusus di hari-28 kita berpuasa, saya mau memulainya dengan hari ulang tahun. Ya, tepat pada 02 Juni 2019, saya jadi ingat hari lahir. Kalau dulu, hari lahir itu disambut dengan harap-harap cemas. Sekarang cenderung biasa saja.

Namun ‘magis’ dari hari ulang tahun diri sendiri tetap ada. Apalagi momennya bertepatan dengan ibadah puasa Ramadan ke-28. Saya rasa hari ini jadi istimewa.

Setiap 02 Juni, saya selalu ingat banyak hal. Di samping hari kelahiran saya sendiri, saya selalu mengingat perjuangan Mimih – yang ternyata bersusah-payah ketika melahirkan saya. Dibanding anak beliau yang lain, saya menempati urutan pertama sebagai anak yang sudah menyusahkan dari lahir. Huhu…

Saya juga jadi kembali penasaran pada sosok Emak Ning, yang menurut Mimih, sangat membantu proses kelahiran saya.

Menurut beliau, saya seperti  protes keras ketika dibawa ke bidan. Sehingga proses melahirkannya banyak drama. Bahkan kakak ipar beliau sampai pergi dulu ke rumah saudara, karena tidak mau melihat adiknya kesakitan. Uak saya itu inginnya mendengar kabar sudah selamat melahirkan saja.

Sampai kemudian, bidan menyuruh Mimih pulang dulu. Orang rumah pun memanggil sosok Emak Ning, yang entah bagaimana caranya bisa meredakan semuanya. Saya pun lahir di rumah sendiri.

Ulang tahun sekarang bertepatan dengan Ramadan. Saya hanya berharap bisa terciprat keberkahan.

Salat Tarawih

salat tarawih, momen salat tarawih, momen ramadan terbaik, momen ramadan, momen bulan puasa
Image via: aboutislam.net

Momen terbaik lain, yang akan saya rindukan dari Ramadan yaitu salat tarawih. Walau ibadah sunnah muakkad ini bisa dilaksanakan di rumah, saya lebih nyaman melaksanakannya di musala/masjid. Ada vibes atau aura khusus yang tidak akan saya rasakan di kamar sendiri.

Baca Juga :  8 Model dan Gaya Rambut Pendek Pria 2019

Rasanya hangat, aman dan nyaman ketika berada bersama barisan orang-orang yang salat tarawih.

Satu kampung atau satu blok salat sunnah dan wajib berjamaah, zikir, kadang tahlilan dan kadang mendengarkan ceramah.

Apalagi setelah salat selesai, ada sesi salam-salaman dengan yang lain. Perempuan dengan perempuan. Laki-laki dengan laki-laki. Walau simpel, saya rasa sesi ini begitu spesial. Kita bisa bertatap wajah dengan para tetangga dan bersalaman, seakan mengalirkan sikap saling memaafkan dan saling sayang.

Momen ini juga, kalau di tempat saya, hanya terjadi di bulan puasa. Oleh karena itu, saya selalu menantikan dan merindukannya. Terbaik, pokoknya.

Belajar pada Adik Kelas

santriwati ngaji kitab, putri ngaji kitab kuning, salat tarawih, momen salat tarawih, momen ramadan terbaik, momen ramadan, momen bulan puasa
Image via: pojokpitu.com

Di malam-malam terakhir, jamaah salat tarawih semakin “maju”. Suatu malam, saya sampai mengerutkan dahi menebak-nebak siapa gerangan yang tiba-tiba berdiri di samping. Rupanya dia adalah adik kelas yang sempat ikut orang tuanya pindah dari kampung kami, yang juga menjadi tempat tinggal neneknya sendiri.

Kami ngobrol sejenak tentang keadaan, menstruasi, sampai kepada tempat mengaji. Saya kaget ketika dia bilang, dia ngaji ke Ustaz O. Sebab ustaz tersebut cukup jauh. Saya lebih kaget ketika dia bilang tidak punya teman untuk mengaji. Ya, dia menggali ilmu agama sendiri.

Ketika salat tarawih selesai dan jamaah perempuan bersalaman, saya kembali bertemu dengan dua adik kelas yang lain bernama U dan A. Saya jarang melihat mereka. Kemudian saya menanyakan kabar dan keberadaan mereka selama ini. Ternyata keduanya menjadi santri di pondok pesantren yang berbeda.

Ketika saya tanya apakah mereka betah, sambil senyum-senyum mereka mengungkapkan kejujuran – kalau tidak betah pun harus dibetah-betahkan, sebab tujuan mereka memang mengaji dan memperdalam ilmu agama. Urusan betah atau tidak jadi persoalan belakangan.

Baca Juga :  Ketika Anak dan Remaja Ingin Bunuh Diri, Bagaimana?

Saya tidak menyangka saja, mereka memutuskan untuk meneruskan pendidikan di ponpes. Saya kira mereka merantau untuk bekerja atau mungkin sekolah reguler.

Saya merasa takjub, lega dan bangga. Rupanya masih ada generasi penerus yang memanfaatkan masa mudanya dengan sangat baik. Mereka merupakan aset berharga. Tidak hanya bagi diri dan keluarganya, melainkan juga bagi kami – warga.

Mereka mungkin tidak sadar sudah menjadi guru saya. Tapi saya memang mengail banyak pelajaran dari kegigihan dan semangat mereka. Semoga berkah ya, Dik.  Momen Terbaik Ramadan Tahun Ini, Dari Ulang Tahun sampai Jadi Murid Adik Kelas. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.