Naskah Drama Bahasa Indonesia “Pewaris Tahta”

1
SHARE

ADEGAN 19

Putri Pandan pun pergi meninggalkan istana, dan segera pergi ke hutan dan tanpa sadar, Putri Sri mengikuti Putri Pandan dari belakang. Tiba-tiba ditengah perjalanan…

Pandan      : “ (Berhenti) Sepertinya ada yang mengikutiku?“

Sri             : “Apakah dia sadar sedang aku ikuti, sebaiknya aku bersembunyi (Bersembunyi disemak semak)”.

Pandan      : “(Menoleh ke belakang) Tidak ada siapa-siapa. Mungkin ini hanya perasaanku saja (Berbicara pada dirinya sendiri dan melanjutkan perjalanannya lagi)”.

Tak lama kemudian putri Pandan pun telah sampai di tempat kemarin, di mana di sana banyak bunga-bunga yang sangat cantik.

Pandan      : “(Memegang bunga) Wah! bunganya cantik sekali!“

Tak lama setelah itu datanglah seorang pangeran.

Pangeran    : “Selamat pagi, Putri Pandan (Menyapa sang putri).“

Pandan      : “(Sedikit terkejut  karena kedatangan pangeran yang tiba-tiba saja menyapanya) eh… pangeran mengejutkanku saja!”

Pangeran    : “Jadi aku mengejutkanmu, yah? Baiklah aku minta maaf (Tersenyum).“

Pandan      : “Tidak apa-apa, Pangeran (Membalas senyum pangeran).“

Pangeran    : “Aku kira Putri tak akan datang ke sini lagi. “

Pandan      : “Tidak mungkin, Pangeran, karena aku harus menepati janjiku padamu.”

Sementara pangeran dan putri Pandan sedang berbincang-bincang, Putri Sri yang bersembunyi dibelakang semak semak yang tak jauh letaknya dari tempat pangeran dan Putri Pandan itu.

Sri             : “Oh… jadi dia berdandan rapi pagi ini karena akan bertemu pangeran? Ngomong-ngomong, tampan sekali pangeran itu (Terpesona). Tapi, kenapa selalu Pandan yang mendapatkan keberuntungan? Pokoknya  aku harus bisa merebut pangeran tampan itu! “

Tiba-tiba tanpa disadari, ada beberapa bandit yang sedang mencari mangsa. Salah seorang dari mereka ada yang sedang memakan pisang.

AB 2           : “Sssttt… (Menepuk pundak AB 1).”

AB 1           : “Ih apa, sih? aku sedang makan pisang, tauk!”.

AB 2           : “Iya aku tau, tapi lihat itu! (Menunjuk ke arah Putri Sri yang sedang bersembunyi di belakang semak-semak).

AB 1           : “(Menengok ke arah yang ditunjuk) Itu mangsa baru kita! Hahaha…“

AB 2           : “(Menepuk pundak AB 1) Heh, Bego! Jangan kenceng-kenceng ketawanya, nanti kita bisa ketauan.”

AB 1           : “Oh iya aku lupa! habisnya aku terlalu senang bisa dapat mangsa lagi.“

AB 2           : “Tunggu apa lagi? Ayo kita tangkap dia!“

AB 1           : “Kau benar, Do! Ayo kita tangkap!“

AB 1 dan AB 2 pun berjalan mengendap-endap mendekati sang putri dan kemudian… hap ! sang putri pun tertangkap.

AB 1           : “Hah aku berhasil menangkapmu! (Mengikat kedua tangan putri dibelakang dan menutup mulutnya dengan kain).“

Putri Sri     : “Aaargh…! (Menjerit ketakutan).“

AB 1           : “Diam kamu, Putri! (Dengan nada membentak).”

Putri Sri     : “ Lepaskan aku! kalian siapa? (Suara samar-samar).

AB 2           : “Perkenalkan, Tuan Putri. Panggilan sayangku Bodo dan panggilan manjanya Bego (Menun juk kearah AB 1) “.

AB 1           : “Eh… kenapa kamu kasih tau nama kita?“

AB 2           : “’Kan tadi dia nanya siapa kita? (Dengan wajah polosnya)”.

AB 1           : “Sudahlah! Capek aku ngomong sama kamu, Do! Ayo kita bawa dia ke markas!“

AB 2           : “AYO! ( AB1&AB2 pun membawa sang putri ke markas besarnya)”.

Sementara Putri Pandan dan Pangeran Arya yang mendengar suara jeritan tadi pun merasa terkejut dan heran.

Pandan      : “Suara apa tadi, Pangeran? (Dengan nada sedikit ketakutan)

Pangeran    : “Entahlah, Putri. Tapi jangan takut. Aku akan mengeceknya (Pergi menuju sumber suara jeritan tadi).“

Baca Juga :  Daftar Universitas Terbaik Untuk Kuliah Jurusan Hukum

Pandan      : “Baiklah…”

Pangeran    : “Disini tidak ada apa-apa putri.“

Pandan      : “Benarkah?“

Pangeran    : “Sungguh, Putri. Di sini tidak ada apa-apa.“

Pandan      : “Syukurlah kalau begitu.“

Pangeran    : “Putri, Maafkan aku. Sepertinya aku harus pulang duluan…“

Pandan      : “Memangnya kenapa, Pangeran?“

Pangeran    : “Aku sudah berjanji pada ibunda bahwa hari ini aku tidak akan pergi terlalu lama.”

Pandan      : “Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan, Pangeran!”

Pangeran    : “Kamu tidak apa-apa ‘kan aku tinggal sendirian?“

Pandan      : “Tidak, Pangeran. Tenang saja aku bisa jaga diri.“

Pangeran    : “Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu.“

 

ADEGAN 20

Pangeran pun meninggalkan putri Pandan sendirian di hutan. Sementara Putri Sri yang dibawa ke markas bandit merasa ketakutan.

AB 1           : “Bos! Bos! (Dengan nada keras) Kami mendapatkan mangsa, Bos! (Kegirangan).“

Bos            : “(Bos pun menghampiri mereka) Wow! Ini tuan putri! Tapi…“

AB 2           : “Tidak tahu, Bos, tapi kami hebat,’kan?!”

Bos            : “Terkadang kalian memang sedikit pandai (Tersenyum licik). Ayo buka penutup mulutnya!“

AB 1           : “Baik, Bos.“

Putri Sri     : “Siapa kalian ? lepaskan aku! Apa kalian tidak tahu siapa aku?“

Bos            : “Aku tahu siapa kau. Kau adalah seorang putri dari Kerajaan Pohaci. Tapi kau ini Putri Sri atau Putri Pandan yang kami incar?”

Putri Sri     : “Tolong lepaskan aku. Aku beritahu, di hutan sana ada Putri Pandan yang kalian incar. Dia putri kesayangan sang Raja.“

AB 1           : “Tapi Putri juga ‘kan anaknya sang Raja, Bos.”

Putri Sri     : “Iya memang aku putri sang Raja, tapi Putri Pandan lah yang nanti akan meneruskan tahtanya.“

AB 2           : “Benarkah?“

Bos            : “Hmm… Lagipula majikan kita menyuruh menculik Putri Pandan, bukan Putri Sri.”

Putri Sri       : Majikan? Siapa majikan kalian?

Bos                : “Dayang Rasti. Dia mengatakan kalau Putri Pandan lebih cantik, lebih baik, dan lebih berpeluang untuk meneruskan tahta kerajaan.”

Putri Sri     : “(Menahan emosi) Benar. Dan aku memberi titah pada kalian untuk menangkapnya. Jika berhasil, aku akan membayar mahal kalian!“

AB 1           : “Bagaimana, Bos?“

AB 2           : “Sebaiknya kita terima saja tawarannya, Bos.“

Bos            : “(Berpikir sejenak) Baiklah kalau begitu. Sekarang tunjukan di mana keberadaan sang Putri yang dimaksud?“.

Lalu putri Sri pun menunjukan keberdaan putri Pandan yang sedang memetik bunga di tengah hutan.

Sri             : “Lihat di sana! (Menunjukan keberadaan putri Pandan) Dia sedang sendirian. Cepat kau tangkap dia, dan aku akan pergi dari sini.”

AB 1           : “(Segera bergegas untuk menangkap sang putri) Kena kau, Putri! Hahhaha…”

Pandan      : “Lepaskan! Lepaskan, aku! (Memberontak) Tolong… tolong… “

AB 1           : “Diam kau, Putri!”

Putri pun terdiam dan mereka membawanya ke markas. Tepat di hadapan bos bandit itu, Putri Pandan pun diikat pada sebuah kursi jelek.

Bos            : “Ikat dia dengan tali ini!

AB 1           : “ Baik, Bos! (Langsung mengikatnya).“

ADEGAN 21

Di Istana kerajaan sang Raja sangat panik karena putri kecil kesayangannya tak kunjung datang. Sang Raja pun mondar-mandir sangat cemas, bingung dan ketakutan.

Raja           : “(Mondar-mandir) Kemana putri kecilku ? Sudah lama dia pergi ke hutan tapi sampai sekarang dia belum pulang? Tidak seperti biasanya.”

Ratu           : “Kanda, perasaanku sungguh tidak enak. Kemana putri Pandan? Mengapa dia belum pulang?“

Baca Juga :  Puisi; Tentang Kita

Raja           : “Aku pun tidak tau, Dinda. Kau, tenanglah, jangan membuat semuanya panik.”

Ratu           : “(Bersedih dipelukan sang Raja)“.

Raja           : “ Sudahlah… jangan bersedi, Dinda. Putri kita pasti akan baik-baik saja.“

ADEGAN 22

Keesokan harinya berita tentang putri kecil raja yang hilang pun menyebar luas ke seluruh penjuru daerah dan Kerajaan Segon. Ketika mendengar putri Pandan yang hilang pangeran pun merasa bersedih dan menyesal telah meninggalkannya sendirian di hutan itu.

Ratu           : “(Menghampiri putranya) Apa kau mengetahui kabar duka, bahwa putri yang kau temui kemarin itu hilang?“

Pangeran    : “Apa? Sungguhkah itu, Bu?“

Ratu           : “Iya, Putraku. Putri kecil kerajaan Pohaci hilang.”

Pangeran    : “(Bersedih) Aku menyesal, Bu, telah meninggalkannya sendirian di hutan itu.“

Ratu           : “Kau tenanglah… Lebih baik segera cari dia, Putraku (Tersenyum memberi semangat).“

Pangeran    : “Kau benar, Bu… Baiklah, Bu. Aku akan pergi mencarinya dan pergi ke hutan (Pangeran pun langsung pergi meninggalkan ibunya untuk mencari putri Pandan ke hutan).“

ADEGAN 23

Ketika pangeran sampai dihutan, dimana di tempat itu ia meninggalkan sang putri kemarin. Tiba-tiba ia mendengar suara jeritan dan ia langsung mencarinya.

Pangeran    : “Suara apa itu ? (Sembari mencarinya).

Pandan      : “Tolong…tolong…tolong… “

Bos            : “Berteriaklah sesuka hatimu, Putri, karena tidak akan ada yang mendengar teriakkanmu di hutan ini“

Ketika mereka sedang tertawa, pangeran pun tiba-tiba datang dan terjadilah sebuah pertarungan.

Pangeran    : “Hey siapa kalian? (Menunjuk bandit)

AB1&AB2    : “(Bersembunyi  ketakutan di belakang bos bandit) Bos… bos… ada pangeran.“

Bos            : “Aku adalah bandit terhebat di hutan ini (menepuk dada). Mau apa kau kesini, Pangeran?“

Pangeran    : “Lepaskan sang putri! (Dengan nada tegas) “.

Bos            : “(Berjalan mendekati pangeran) Hahaha… Tidak semudah itu, Pangeran. Kau harus memberiku uang! ( Menengok kedua anak buahnya). Hajar!“

Kedua anak buah pun menyerang pangeran dan terjadilah sebuah pertarungan, dan sayangnya kedua anak buahnya kalah dalam pertarungan itu.

AB 2           : “(Terjatuh) Aduuh… Perutku sakit (Memegang kepala).“

AB 1           : “(Terjatuh) Heh Do, itu kepala bukan perut, tau! (Sambil kesakitan) Aduuhhh…“

Bos            : “Ciyaaat! (Menyerang pangeran)

Pangeran    : “(Dengan cepat menghindari dan memegang kedua tangan kedua bandit itu ke belakang).

Bos            : “(Kesakitan) Aduuhh… ampun, Pangeran! Ampuuun! Aduuhh!“

Pangeran    : “Cepat katakan siapa yang menyuruhmu untuk menculik putri Pandan?“

Bos            : “Lepaskan tanganku, Pangeran. Sakit… nanti kukuku rusak  aku ‘kan baru saja habis pedicure manicure (Dengan centilnya berbicara seperti itu).“

Pangeran    : “Diam, kamu! Katakan, siapa yang menyuruhmu! kalau tidak, aku tak akan melepaskanmu!”

Bos            : “(Kesakitan) Aduuuh sakit! Putri Sri yang menyuruhku untuk menculiknya.”

Pangeran    : “Apa maksudmu ? “.

Bos            : “Kemarin anak buahku berhasil menangkap Putri Sri di hutan. Tapi dia bukan target kami. Orang yang membayar kami lebih menginginkan Putri Pandan…

Pangeran    : “Siapa? Siapa yang membayar kalian?”

Bos               : “Seorang dayang. Namanya Rasti. Errr…

Pangeran    : “Lanjutkan kesaksianmu.”

Bos          : “Kemarin setelah kami salah menangkap Putri Sri, dia malah mendukung dan memberikan tawaran menggiurkan untuk menangkap Putri Pandan. Dia bilang, Putri Pandan adalah putri kesayangan di kerajaannya. Dan, Putri Sri berjanji dia akan memberi uang jika kami berhasil menangkap Putri Pandan.“

Baca Juga :  5 Bahan Introspeksi Kenapa Teman Facebook Sampai Tega Memblokir Pertemanan Kita

Pangeran    : “(Terkejut sembari melepaskan pegangannya) Pergi kau dari sini! Dan, jangan sampai kau muncul kembali disini!“

Bos            : Aw! Ampun pangeran aku berjanji akan pergi dari sini! Ayo kalian ikut aku pergi dari sini (Pergi  mengajak anak buahnya dengan rasa ketakutan).“

Mereka pun pergi meninggalkan pangeran. Dan pangeran pun melepaskan tali yang mengikat sang putri dan segera mengantarnya pulang

Pangeran    : “(Melepaskan tali) Kau tidak apa-apa, Putri?“

Pandan      : “Tidak, Pangeran (Berdiri dan langsung memeluk pangeran) Terima kasih kau telah menolongku.“

Pangeran    : “Iya, Putri. Lagi pula ini sudah kewajibanku untuk menolongmu, karena aku sangat mencintaimu (Memegang tangan sang putri dan menatap matanya).

Pandan      : “Aku pun mencintaimu, Pangeran (Tersenyum dan memeluknya kembali).“

Pangeran    : “(Tersenyum bahagia) Mari ku antar kau pulang.“

ADEGAN 24

Ketika sang Raja dan Ratu panik dan pada saat itu semua orang berkumpul di halaman istana termasuk Ratu Kentringmanik dan budenya pangeran dari Kerajaan Segon pun ada untuk menunggu kabar dan kedatangan putri Pandan dan pangeran Arya.Tiba-tiba datanglah pangeran Arya dan putri Pandan…

Pandan      : “Ayah… Ibu… (Penuh haru).“

Ratu           : “Putriku…. (Memeluknya sembari meneteskan air mata). Kami sangat merindukanmu, Putri. Kau kemana saja, Anakku?“

Pangeran    : “(Memotong pembicaraan) Maafkan hamba, Ratu. Putri Pandan diculik oleh sekelompok bandit di hutan. Dan, sangat disayangkan, karena Dayang Rasti dan Putri Sri yang menjadi dalang di balik penculikan Putri Pandan (Menunjuk putri Sri)“.

Putri Sri     : “(Terkejut dan ketakutan).

Raja           : “Benarkah itu, Putri Sri? (Dengan nada membentak) “.

Putri Sri     : “(Dia menangis dibawah kaki ayahnya dan menyesali perbuatannya itu) Maafkan aku, Ayahanda. Aku khilaf… tolong Ayah maafkan aku.“

Raja           : “(Marah dan melepaskan kaki dari genggaman tangan putri sri) Ayah tidak pernah mengajarkanmu untuk membenci saudaramu sendiri bahkan berniat untuk mencelakakannya. Kenapa kau melakukan hal itu pada adikmu sendiri?“

Putri Sri     : “(tersungkur dan menangis) “.

Raja            : “Dan, Pengawal! jebloskan Dayang Rasti ke penjara!”

Dayang Rasti meronta, tapi tak ada yang bisa meringankan atau menolongnya. Termasuk  juga Putri Sri, yang memang tengah dimarahi habis-habisan oleh Sang Raja.

Putri Pandan : “(Menghampiri putri Sri dan melihat sang ayah) Ayahanda tolong maafkan kakak, Yah. Pandan mohon… (Mengajaknya berdiri).

Raja                  : “Tapi, Puteriku…”

Pandan             : “Pandan mohon… demi Pandan dan kerajaan ini.”

Raja           : “(Menarik napas panjang) Baiklah. Ayah memaafkanmu, Putri Sri. Ini juga karena kebaikan hati adikmu.”

Putri Sri     : “Terima kasih, Ayah… (Tersenyum)

Raja           : “Berterima kasihlah pada adikmu, Putriku…“

Putri Sri     : “Terima kasih, Adikku, Pandan. Maafkan perbuatanku selama ini. Aku telah berbuat jahat padamu adikku.“

Pandan      : “(Tersenyum) iya, Kak. Aku sudah memaapkan kakak.“

Sri             : “(Menghampiri pangeran dan menyatukan tangan pandan dan pangeran) kau berhak bahagia bersamanya, Adikku.“

Pandan      : “(Tersenyum) Terimakasih, Kak… “

Semua       : “(Bertepuk tangan dan bahagia)

Pada akhirnya Putri Sri pun menjadi orang yang baik dan pewaris tahta pun diberikan kepada  Putri Pandan dan Pangeran Arya. Mereka pun memulai hidup baru bersama dan sekarang kedua kerajaan itu hidup bahagia dan rukun selamanya.

~TAMAT~

1
2
3
4
5
SHARE

1 COMMENT

Comments are closed.