Perbedaan Sahabat dan Soulmate; Kalau Punya dan Masih Ada, Jangan Disia-siakan

2
SHARE
perbedaan soulmate dan sahabat, perbedaan sahabat dan soulmate, sahabat, sahabat sejati, sahabat kecil, sahabat surga
Ilustrasi: Heather Stillufsen

Saya tidak pernah kepikiran untuk menjadikan sahabat sebagai soulmate, sampai suatu hari … sahabat saya, yang kini jauh secara jarak, berkunjung ke rumah.

Ketika sedang ngobrol sambil pegang ponsel, dahi saya mengerut karena dia memiliki kontak dengan nama “Soulmate”. Saya semakin menganga karena nomor kontak tersebut adalah nomor kontak saya. Ketika dikonfirmasi, dia tanpa malu-malu mengatakan kalau saya sudah dianggap sebagai soulmate-nya.

Saya sempat ngakak, karena belum terbiasa dengan hal-hal manis seperti itu. Apalagi sama sahabat yang satu ini. Kami terbiasa saling tukar humor receh dan ejekan-ejekan, bukan pujian-pujian. Tetapi melihat keseriusannya, saya pun hanya bisa cengengesan sambil berterima kasih.

Sejak saat itu, dia memanggil saya, ‘mét’.

~

sahabat sejati, kata kata sahabat sejati, kata kata sahabat sejati selamanya, artikel sahabat soulmate, quotes tentang sahabat sejati, kata-kata untuk sahabat tersayang
Image via: dailystoic.com

Dari anak-anak sampai sekarang, berapa pun umurmu, segala sesuatu serba berubah. Termasuk persahabatanmu.

Ketika masih sekolah, kamu akan mudah berteman dan bersahabat. Sebab kalian bertemu hampir setiap hari, belum lagi kalau tergabung dalam satu komunitas atau ekskul. Kalian juga sering haha-hihi di kantin, seru-seruan saat ada yang ultah, rusuh saat main ke kosan, dll.

Hidup terasa meriah. Jauh dari rasa yang kemudian kamu sebut ‘kesepian’.

Namun semakin lama, entah kenapa, kamu semakin merasa hampa.

Kamu tidak akan selamanya minta uang ke orang tua untuk sekadar nongkrong bersama kawan-kawan. Kamu juga, tanpa sadar, mulai “berpikir” tentang “syarat” untuk tetap berada dalam lingkaran pertemanan. Misalnya kalau tetap gaul harus ikut nonton bareng, makan-makan, merayakan ulang tahun, aktif di grup WA, dll.

Semua itu tentu mengeluarkan usaha, energi, uang dan waktu. Kalau “tidak terpenuhi”, mungkin saja kamu akan merasa ketinggalan dan bukan bagian dari mereka lagi. Rasa sepi di tengah-tengah kebisingan mereka pun mulai terasa.

Lalu, entah kenapa, pertemananmu mulai berbeda.

Tidak, tidak ada yang berubah menjadi musuh. Tidak ada yang salah. Tidak ada yang keberatan dengan “biaya berteman”. Sebab, kamu dan kawan-kawan masih tetap bersenang-senang walau pun dengan bujet rendah.

Akan tetapi, kini waktumu tidak hanya sekadar bangun tidur, ke sekolah, ikut ekskul, mengerjakan PR, main, dsb. Kamu dan teman-temanmu mulai “bangun”, melamar pekerjaan, memikirkan biaya hidup, mendambakan bisa membantu orang tua/keluarga, mengejar deadline, menikah, punya anak, pindah rumah, ke luar kota, ke luar negeri, dst.

Baca Juga :  Mengingat Hari Terakhir Pameran Kursus dan Hari Kompetensi Nasional

Perlu rasa saling maklum ketika kebersamaan zaman dulu sudah tidak bisa terwujud sempurna.

Mau kumpul jadi susah. Sekali pun kumpul, personilnya kadang tidak utuh. Semua berbeda.

sahabat soulmate, soulmate adalah sahabat, artikel sahabat soulmate, kata kata persahabatan yang menyentuh hati
Image via: romper.com

Di saat-saat seperti ini, lingkar persahabatanmu yang semula besar pelan-pelan akan mengecil. Dulu nama-nama yang ada dalam memori otakmu mungkin saja ratusan atau ribuan, tapi sekarang jadi puluhan, belasan, atau mungkin satuan.

Orang-orang yang sempat kamu klaim sebagai sahabat tadinya 9, lalu menyusut jadi 7, lalu 5, dst. Mungkin tinggal 1 atau 2 yang benar-benar bertahan.

Mereka kemudian yang disebut sebagai “sahabat rasa keluarga”, atau bahkan soulmate alias belahan jiwa.

Apakah teman atau sahabat lain berubah jadi jahat?

sahabat, sahabat dan soulmate, persahabatan, persahabatan laki laki, persahabatan cowok
Image via: differencebetween.com

Tidak juga. Kadang waktu dan keadaan yang menyaring semuanya secara alami. Mungkin selama ini kamu memang lebih nyaman dan terbuka pada sosok-sosok tertentu saja. Mungkin hanya segelintir orang ini yang membuatmu merasa dimengerti, dicintai, dianggap dan dipedulikan.

Meski mereka jauh, namun mereka seperti memastikan untuk selalu ada bersamamu – dalam keadaan apa pun itu.

Masa demi masa, secara tidak langsung, sudah memisahkanmu dari sahabat-sahabatmu yang dulu jumlahnya banyak. Namun masa-masa ini juga yang menghadiahi figur-figur berharga. Walau jumlahnya tak seberapa, bahkan mungkin tunggal, namun kamu harus tetap mensyukurinya. Mereka benar-benar jadi sahabat sejati, katakanlah soulmate juga.

Persis seperti sosok sahabat yang saya singgung di awal tulisan.

Kami bersahabat dari kecil. Saya banyak memengaruhi dia, and vice versa, dia juga berpengaruh banyak bagi saya.

persahabatan, persahabatan sejati, persahabatan sampai mati, persahabatan bagai kepompong
Image via: thriveglobal.com

Sampai sekarang, ketika raga kami terpisah jauh, dia tetap update. Kadang-kadang, saya merasa dia itu enggak ke mana-mana. Tetap dekat. Apalagi dia juga kepo terhadap urusan pribadi, keluarga, pekerjaan, dll, yang menyangkut saya.

Baca Juga :  Ketika Seorang Guru Berbuat Salah Secara “Live”, Bagaimana?

Tapi saya rasa memang menyenangkan. Kalau telefonan, telinga dan hape sama-sama panas, karena terlalu banyak hal yang perlu disampaikan dan diceritakan. Masing-masing pihak sama-sama bertanya dan menjawab.

Kalau ketemuan, rasanya pelukan ketika pertama kali melihat wajah dan ketika berpisah itu sama-sama berdurasi agak lama. Masing-masing mengalirkan kerinduan. Walau tidak terucapkan, tapi saya harap dia tahu kalau posisinya di hati saya tidak berubah.

Dia sahabat, soulmate, keluarga, hakim, pengacara dan “orang konyol” yang membuat saya tetap “waras”.

Saya bahkan sulit mengungkapkannya dalam kata-kata. Bahwa memiliki seseorang yang selalu ada, yang mendengarkanmu, yang memelukmu atau yang menepuk-nepuk pundakmu itu … sangat membantu.

Hubungan ini murni dan tanpa pamrih. Saya sangat berterima kasih. Perbedaan Sahabat dan Soulmate; Kalau Punya dan Masih Ada, Jangan Disia-siakan. #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.