Ramadan di Masa Kecil: 10 Kebiasaan Dari Sahur Sampai Salat Tarawih

0
SHARE
ramadan masa kecil, bulan puasa masa kecil, masa kecilku, ramadan zaman dulu
Image via: campwyoming.net

Menceritakan Ramadan di masa kecil memang nekad juga. Entah ada yang membacanya atau tidak. Apalagi masa kecil dulu jauh berbeda dengan masa kecil anak-anak zaman kiwari.

Namun sepertinya seru juga kalau kita menengok kepolosan dan keceriaan di masa lampau. Masa di mana media sosial belum seeksis sekarang.

1Ngaji subuh

Image via: daqu.sch.id

Kalau bukan karena pengaruh sahabat, yang kemudian menjadi soulmate, saya malas untuk berangkat ke pesantren. Tetapi begitu sampai di tempat tujuan, memang asyik juga. Banyak kawan.

Kadang kami saling menertawakan karena banyak yang mendengarkan penjelasan Pak Kyai atau Pak Ustaz sambil terkantuk-kantuk, bahkan ketiduran, efek kekenyangan waktu sahur. Kami juga cukup kerepotan karena bolak-balik kamar kecil, untuk buang air kecil atau mencuci muka biar enggak ngantuk lagi. Ah masa-masa itu…

2Sekolah atau pesantren kilat

Image via: kknpasirutama.blogspot.com

Dulu kalau “jatah” ke sekolah 2 minggu, maka seminggu dipakai pesantren kilat dan seminggunya lagi belajar biasa. Waktu pesantren kilat, kami memakai pakaian bebas. Kalau belajar biasa, kami memakai seragam. Suasananya lemas, ngantuk, pengin cepat pulang, tapi seru juga karena waktu terasa berjalan begitu cepat. Tahu-tahu sudah beduk zuhur.

3Tidur siang atau main

image via: gaya.tempo.co

Agenda yang satu ini akan hancur lebur kalau ada kawan yang mengajak main, dan kawan-kawan lain tertarik mengikutinya. Sebab, acara bermain akan membuat waktu terasa singkat. Walau capek dan berkeringat, kalau kalau sedang sama-sama teman-teman, biasanya jadi lupa waktu. Padahal tidur siang diperlukan agar rencana tarawih berjalan dengan lancar.

4Ngaji asar

image via: koran.tempo.co

Selain subuh, saya dan sahabat juga mengikuti pengajian asar. Kalau di pondok pesantren kampung itu, suka ada yang namanya “ngaji pasaran”. Jadi Pak Kyai atau Pak Ustaz akan mengkaji kitab kuning tertentu selama Bulan Ramadan. Namun mereka begitu pengertian, sehingga materi dan penyampaiannya tidak begitu rumit. Durasi mengajinya juga tidak begitu panjang. Ini tradisi yang sudah turun-temurun.

Baca Juga :  13 Tips Sederhana Mengatasi Insomnia

Kalau tiba waktu libur, biasanya Hari Jumat, kami bisa menggunakan waktu untuk bermain. Kalau terlalu lelah, kami akan menonton tayangan-tayangan khas Ramadan. Seperti Lorong Waktu, Asep Show ala Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti, Para Pencari Tuhan, dll.

5Ngabuburit

image via: tonjongsari.sideka.id

Agenda ngabuburit kami jauh dari permainan gadget. Begitu pulang dari pengajian … kami main kartu, bola bekel, monopoli, kelereng, dll. Semua permainan itu sering bikin lupa waktu.

6Berebut spot tarawih

Musala di kampungku cenderung kecil. Namun antusias warga untuk tawarih bersama begitu besar. Sehingga saya dan teman-teman mesti menggelar sajadah sejak azan asar, sebelum berangkat ke pengajian. Tak heran begitu magrib tiba, tempat salat perempuan di bagian belakang sudah penuh tak tersisa.

7“Wisata kuliner” sebelum tarawih

Bagi anak-anak kecil seperti kami, tidak puasa itu rugi juga. Sebab tidak ada jajanan di siang hari. Jajanan baru muncul saat tiba magrib. Makanya setelah memastikan sajadah kami ‘aman pada tempatnya’, kami berburu jajanan untuk menunggu waktu isya tiba. Kalau jajanan tersebut masih ada, kami jadikan bekal saja.

8Ngerecokin tarawih

Masih lekat dalam ingatan, emak-emak mengingatkan saya dan kawan-kawan agar tidak berisik. Maklum, kami merupakan penghuni shaft belakang yang kerap bikin onar. Sebelum tarawih dimulai, kami membekali diri dengan jajanan. Bahkan aku salat sambil ngemut permen! Selain itu, kami biasanya tidak salat full, kadang istirahat dulu. Sambil selonjoran itulah … kami makan-makan, bercanda dan tertawa.

10Mendaras Alquran

Kalau ada yang memberi pengaruh positif, maka setelah tarawih, kami akan mendaras Alquran di masjid. Kadang kami termotivasi ketika mendapati kawan lain ngajinya sudah jauh. Kami ingin membalap sampai bisa mengaji Alquran sebanyak-banyaknya.

Sementara itu, ada juga anak-anak yang memilih ke luar dan menyalakan petasan. Ada juga yang melanjutkan perburuan jajanan. Apa pun itu, yang jelas suasana Ramadan begitu semarak. Hangat. Ramadan di Masa Kecil: 10 Kebiasaan Dari Sahur Sampai Salat Tarawih. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.