Ramadan di Masa Kecil: 10 Kebiasaan Dari Sahur Sampai Salat Tarawih

ramadan masa kecil, bulan puasa masa kecil, masa kecilku, ramadan zaman dulu
Image via: campwyoming.net

Menceritakan Ramadan di masa kecil memang nekad juga. Entah ada yang membacanya atau tidak. Apalagi masa kecil dulu jauh berbeda dengan masa kecil anak-anak zaman kiwari.

Namun sepertinya seru juga kalau kita menengok kepolosan dan keceriaan di masa lampau. Masa di mana media sosial belum seeksis sekarang.

Ngaji subuh

anak anak ngaji, anak anak pesantren, ramadan masa kecil, ramadan masa lalu
Image via: daqu.sch.id

Kalau bukan karena pengaruh sahabat, yang kemudian menjadi soulmate, saya malas untuk berangkat ke pesantren. Tetapi begitu sampai di tempat tujuan, memang asyik juga. Banyak kawan.

Kadang kami saling menertawakan karena banyak yang mendengarkan penjelasan Pak Kyai atau Pak Ustaz sambil terkantuk-kantuk, bahkan ketiduran, efek kekenyangan waktu sahur. Kami juga cukup kerepotan karena bolak-balik kamar kecil, untuk buang air kecil atau mencuci muka biar enggak ngantuk lagi. Ah masa-masa itu…

Sekolah atau pesantren kilat

pesantren kilat, pesantren kilat sekolah, pesantren kilat ramadan, pesantren kilat liburan
Image via: kknpasirutama.blogspot.com

Dulu kalau “jatah” ke sekolah 2 minggu, maka seminggu dipakai pesantren kilat dan seminggunya lagi belajar biasa. Waktu pesantren kilat, kami memakai pakaian bebas. Kalau belajar biasa, kami memakai seragam. Suasananya lemas, ngantuk, pengin cepat pulang, tapi seru juga karena waktu terasa berjalan begitu cepat. Tahu-tahu sudah beduk zuhur.

Tidur siang atau main

anak tidur siang, anak sukar tidur siang, anak susah tidur siang, anak tidur siang waktu puasa
image via: gaya.tempo.co

Agenda yang satu ini akan hancur lebur kalau ada kawan yang mengajak main, dan kawan-kawan lain tertarik mengikutinya. Sebab, acara bermain akan membuat waktu terasa singkat. Walau capek dan berkeringat, kalau kalau sedang sama-sama teman-teman, biasanya jadi lupa waktu. Padahal tidur siang diperlukan agar rencana tarawih berjalan dengan lancar.

Ngaji asar

ngaji pasaran, ngaji pasaran ramadan, ngaji pasaran ramadhan, ngaji pasaran artinya, tradisi ngaji pasaran, ngaji pasaran bulan puasa
image via: koran.tempo.co

Selain subuh, saya dan sahabat juga mengikuti pengajian asar. Kalau di pondok pesantren kampung itu, suka ada yang namanya “ngaji pasaran”. Jadi Pak Kyai atau Pak Ustaz akan mengkaji kitab kuning tertentu selama Bulan Ramadan. Namun mereka begitu pengertian, sehingga materi dan penyampaiannya tidak begitu rumit. Durasi mengajinya juga tidak begitu panjang. Ini tradisi yang sudah turun-temurun.

Kalau tiba waktu libur, biasanya Hari Jumat, kami bisa menggunakan waktu untuk bermain. Kalau terlalu lelah, kami akan menonton tayangan-tayangan khas Ramadan. Seperti Lorong Waktu, Asep Show ala Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti, Para Pencari Tuhan, dll.

Ngabuburit

main bola bekel, bermain bola bekel, gambar anak main bola bekel, ngabuburit main bola bekel
image via: tonjongsari.sideka.id

Agenda ngabuburit kami jauh dari permainan gadget. Begitu pulang dari pengajian … kami main kartu, bola bekel, monopoli, kelereng, dll. Semua permainan itu sering bikin lupa waktu.

Berebut spot tarawih

Musala di kampungku cenderung kecil. Namun antusias warga untuk tawarih bersama begitu besar. Sehingga saya dan teman-teman mesti menggelar sajadah sejak azan asar, sebelum berangkat ke pengajian. Tak heran begitu magrib tiba, tempat salat perempuan di bagian belakang sudah penuh tak tersisa.

“Wisata kuliner” sebelum tarawih

Bagi anak-anak kecil seperti kami, tidak puasa itu rugi juga. Sebab tidak ada jajanan di siang hari. Jajanan baru muncul saat tiba magrib. Makanya setelah memastikan sajadah kami ‘aman pada tempatnya’, kami berburu jajanan untuk menunggu waktu isya tiba. Kalau jajanan tersebut masih ada, kami jadikan bekal saja.

Ngerecokin tarawih

Masih lekat dalam ingatan, emak-emak mengingatkan saya dan kawan-kawan agar tidak berisik. Maklum, kami merupakan penghuni shaft belakang yang kerap bikin onar. Sebelum tarawih dimulai, kami membekali diri dengan jajanan. Bahkan aku salat sambil ngemut permen! Selain itu, kami biasanya tidak salat full, kadang istirahat dulu. Sambil selonjoran itulah … kami makan-makan, bercanda dan tertawa.

Mengisi buku Ramadan

Zaman sekarang masih ada enggak, sih? Kayaknya sudah enggak ada, ya. Kalau dulu, salah-satu motivasi untuk ikut tarawih dari awal sampai akhir, yaitu biar biasa bertemu imam masjid. Lalu kami akan meminta tanda-tangan beliau.

Mendaras Alquran

Kalau ada yang memberi pengaruh positif, maka setelah tarawih, kami akan mendaras Alquran di masjid. Kadang kami termotivasi ketika mendapati kawan lain ngajinya sudah jauh. Kami ingin membalap sampai bisa mengaji Alquran sebanyak-banyaknya.

Sementara itu, ada juga anak-anak yang memilih ke luar dan menyalakan petasan. Ada juga yang melanjutkan perburuan jajanan. Apa pun itu, yang jelas suasana Ramadan begitu semarak. Hangat. Ramadan di Masa Kecil: 10 Kebiasaan Dari Sahur Sampai Salat Tarawih. #RD

You May Also Like