Rekomendasi Buku Seperti Apa sih untuk Pembaca Pemula?

3
SHARE
rekomendasi buku untuk pemula, rekomendasi buku untuk pembaca pemula, buku untuk pemula, buku rekomendasi untuk dibaca, rekomendasi buku best seller
Image via: worldatlas.com/shutterstock-387039913

Kira-kira buku yang seperti apa sih yang pas buat pembaca pemula? karena banyak banget yang udah kapok duluan di halaman ke-100…

Demikian pertanyaan seorang teman, Candra Bi, via Twitter.

Saya menebak-nebak siapa yang dimaksud ‘pembaca pemula’. Apakah orang yang baru bisa membaca? Apakah orang yang baru dekat dengan dunia buku? Ataukah orang yang tadinya tidak suka membaca tapi ingin jadi suka membaca?

Jujur saja, saya tidak kepikiran dia akan bertanya tentang hal tersebut. Tetapi kini saya menjual buku-buku original dari Diva Press Group seperti Diva Press, Basabasi, Laksana, Ircisod, Noktah, Ceria, Kaktus, Saufa, Mahabbah, dan Senja. Saya juga suka ikut ‘proyek’ pre-order buku-buku Bentang Pustaka. Beberapa buku suka saya promosikan di Instagram @rosedianadiary.

Jadi, pertanyaan Mas Bi cukup relevan.

Di masa kecil, saya suka membaca tanpa ada yang menyuruh atau mengarahkan. Ceritanya, kakak laki-laki saya memiliki koleksi bacaan. Termasuk juga bundelan Majalah Gatra, Tempo, sampai Hidayah.

Tetapi saya lebih suka sama serial petualangan 5 Sekawan karya Enid Blyton, serial petualangan detektif Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, dan yang satunya lagi saya lupa – kalau tidak salah penulisnya perempuan. Itu pun sama-sama bergenre petualangan. Oh iya, saya pun membaca novel Mira W.

Jadi dari sekian koleksi buku kakak, yang saya baca sampai tuntas adalah buku fiksi tentang petualangan, detektif, atau pemecahan sebuah misteri. Untuk memenuhi hasrat membaca buku-buku serupa, saya kerap pergi ke perpustakaan daerah. Rasanya senang sekali ketika buku yang saya cari nyelip di rak dan bisa dipinjam ke rumah!

Seiring berjalannya waktu, skill berbahasa berupa membaca menjadi kebutuhan tersendiri. Genre buku bacaan pun semakin melimpah. Saya juga mulai ngepoin majalah Islami langganan kakak perempuan. Di dalamnya terdapat artikel dan karya cerpen.

Kemudian saya mulai melirik buku-buku nonfiksi. Waktu itu teman-teman juga sedang banyak yang merekomendasikan buku-buku pengembangan diri.

Baca Juga :  Resensi Novel “Aroma Karsa” Dee Lestari: Bencana Dari Cinta dan Obsesi

Tapi tidak semua buku akan saya baca.

Ketika kuliah, dosen meminta kami untuk membaca semacam buku ideologi. Saya pusing mengikutinya. Apalagi kalau saya memaksakan diri untuk cepat-cepat membaca agar segera selesai.

Ternyata membaca secara tergesa-gesa, apalagi untuk buku yang tidak sesuai selera – tapi butuh untuk dibaca, tidaklah membantu. Saya harus membacanya pelan-pelan, perlahan. Saya juga harus melakukannya tanpa paksaan. Bila perlu, saya meminta ‘bantuan’ berupa kopi dan camilan.

Kenapa ingin suka membaca?

agar suka membaca, cara menumbuhkan minat membaca, cara meningkatkan minat baca masyarakat, manfaat membaca
Image via: fi.linkedin.com

Apakah kamu ingin hiburan? Apakah kamu butuh informasi? Apakah kamu haus inspirasi? Apakah kamu kepo sama buku yang sedang ngehits? Atau, apa?

Kalau tujuannya sudah jelas, kamu bisa segera mencari buku yang sesuai dengan tujuan membacamu. Kalau ingin buku yang membuatmu berimajinasi, tentu buku tutorial make up wajah bukan pilihan yang tepat. Demikian juga ketika kamu ingin informasi mengenai desain grafis dan parenting, maka buku sastra kurang cocok untuk dilahap.

Biasanya kamu akan mudah konek/terhubung dengan buku yang sesuai tujuanmu.

Jadi, apakah ada jawaban pasti tentang rekomendasi buku untuk pembaca pemula?

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk ‘mendekati dunia membaca’. Misalnya:

  • Mengerucutkan genre atau kategori yang kira-kira kamu suka; percintaan, agama, kumpulan puisi, filsafat, sejarah, biografi, motivasi, dll.
  • Membaca dulu quotes/kutipan atau postingan media sosial dari para penulis.
  • Konsultasi dengan pustakawan tentang buku yang direkomendasikan. Biasanya mereka memiliki daftar buku yang paling sering dicari atau dipinjam pengunjung. Mereka juga lebih tahu buku mana yang paling kamu butuhkan sesuai dengan preferensimu.
  • Konsultasi juga dengan orang-orang penerbit, penjual buku, bookworm alias kutu buku, dll. Selain bisa memberi saran buku yang bagus, walau kadang subjektif, mereka juga akan menularkan semangat membaca.
  • Memilih salah-satu buku populer dari genre yang sudah kamu pilih sesuai selera.
  • Nanti juga akan tersaring sendiri mana genre, penulis, atau gaya penulisan yang ‘klik’ denganmu. Jika pilihanmu jatuh pada fiksi populer, bacaan selanjutnya bisa diperluas. Kamu bisa memilih fiksi romansa, fiksi ilmiah, fiksi fantasi, fiksi misteri, fiksi komedi, dll. Jika pilihanmu jatuh pada penulis X, kamu bisa ngepoin semua karyanya.
Baca Juga :  11 Cara atau Tips agar Tak Merasa Menjadi Penulis Gagal dan Mengenaskan

Memilih bacaan

membaca banyak buku, tips agar suka membaca, cara menumbuhkan minat membaca, cara meningkatkan minat baca masyarakat, manfaat membaca, cara meningkatkan minat membaca di kalangan pelajar, cara meningkatkan minat
Image via: thelazzywriter.wordpress.com

Tidak ada yang mendikte saya untuk membaca buku petualangan saja, membaca buku bestseller saja, membaca buku terbitan lama saja, membaca novel saja, dsb. Tidak ada juga yang menyuruh untuk menamatkan buku yang tidak saya nikmati.

Kalau saya tidak suka, meski pun orang lain suka, tidak masalah bagi saya untuk tidak melanjutkan membaca. Demikian juga kalau saya suka, meski orang lain tidak suka, sah-sah saja bagi saya untuk menuntaskannya.

Kalau sudah bicara selera, orang-orang bisa apa?

Kemudian, bacaan itu bukan hanya buku. Bisa jadi kamu lebih suka majalah, blog, platform literasi seperti Storial.co, Sweek, Wattpad, dsb.

Memilih topik atau genre

memilih topik bacaan, genre buku paling disukai, suka membaca, tips agar suka membaca, orang yang suka membaca, saya suka membaca
Image via: goodnet.org

Dari sekian topik yang diangkat menjadi buku, tentu ada beberapa yang menarik perhatian. Kalau orangnya suka hal-hal berbau fantasi dan magic, mungkin buku serial Harry Potter cocok untuk dibaca. Biasanya ada tema-tema tertentu yang menjadi magnet perhatian kita.

Kalau suka hal-ihwal horor, misalnya, kemungkinan besar buku bergenre horor akan cepat diserap. Kemasannya bisa jadi berupa novel horor, novelet horor, cerpen horor, artikel horor, dll, yang berbentuk bacaan.Tidak perlu memaksakan diri untuk suka – kalau memang tidak.

Membaca buku-buku idola

anak suka membaca, cara mendidik anak suka membaca, agar anak suka membaca, tips agar anak suka membaca, bagaimana cara membuat anak suka membaca
Image via: bookmarin.com

Beberapa pertanyaan sederhana yang cukup mengganggu yaitu, ‘apa buku favoritmu?’ atau ‘siapa penulis kesukaanmu?’. Kadang suka bingung. Hehe…

Akhir-akhir ini, yang menulis itu bukan hanya ‘penulis’. Aktor, blogger, penyanyi, pengusaha, kyai, youtuber, vlogger, selebgram, selebtwit, komika, politikus, dll, bisa menerbitkan buku. Entah itu tentang perjalanan hidup mereka, tips atau trik, karya fiksi, dan sebagainya.

Jadi kalau mengidolakan seseorang – selain penulis – tetapi orang tersebut menerbitkan buku, kamu bisa menjadikannya sebagai momen berkenalan dan menyukai buku. Dimulai dari buku idola kamu.

Baca Juga :  1 Senjata Andalan Haters untuk Menyerang Para Blogger

Menjauhi distraksi

konsentrasi terganggu ketika membaca buku, godaan dalam membaca, membaca tidak fokus
Image via: videoblocks.com

Salah-satu musuh terbesar dari membaca yaitu distraksi, atau sesuatu yang selalu sukses mengalihkan perhatian. Misalnya media sosial dan televisi. Sehingga ketika membaca beberapa lembar saja, konsentrasimu oleng ketika mendengar bunyi ponsel.

Lalu perhatianmu akan disedot oleh pemberitahuan dari ponsel, dan bacaan bukumu terlupakan. Kadang kamu jadi malas untuk melanjutkan. Sudah gak mood, begitu. Lebih lagi, membaca buku sering dianggap sebagai hobi yang membosankan.

Mengatur waktu

waktu membaca, waktu untuk membaca, waktu untuk membaca buku, meluangkan waktu untuk membaca buku
Image via: readanddrinktea.com

Orang bilang, ‘enggak ada yang namanya sibuk, kamunya saja yang tidak memprioritaskan dan meluangkan waktu’. Hal ini berlaku juga untuk membaca. Kalau sudah menaruh minat pada membaca, biasanya kamu akan selalu bisa menyediakan waktu.

Intinya, membaca itu hak dan hobi setiap orang – bukan kewajiban. Kalau pada halaman tertentu sudah jemu dan tidak mengesankan, tidak apa-apa untuk berhenti saja. Tetapi bukan berarti semua buku atau bacaan akan memberi kesan yang sama, ya.

Membaca adalah salah-satu urusan pribadi, bukan kompetisi. Kamu tidak bersalah jika tidak menyelesaikan novel terlaris yang diangkat ke layar lebar. Kamu tidak sepatutnya dihakimi jika hanya menamatkan 1 buku dalam waktu 6 bulan. Kamu juga tidak perlu minder jika lebih suka komik, karangan percintaan, atau karya-karya yang diposting di berbagai platform (tidak diterbitkan).

Silakan baca bacaan yang sesuai selera. Silakan baca bacaan yang kamu cintai. Tidak perlu membanding-bandingkan diri. Tidak perlu juga jadi orang lain.

Kamu tidak perlu merasa terbebani atau tertuntut untuk membaca buku genre anu, karya si anu, terbitan anu, sebulan seanu, dsb. Bahkan sebenarnya kamu tidak perlu merasa tertekan untuk suka membaca, termasuk membaca postingan ini. Hehe…. Rekomendasi Buku Seperti Apa sih untuk Pembaca Pemula? #RD

SHARE

3 COMMENTS

  1. Halo, mba.. salam kenal.

    Saya setuju banget sama menjauhi dari distraksi. Kalau saya pribadi, dikit-dikit pasti cek Facebook, Instagram, kadang main game. Jadinya enggak selesai2 bukunya xD

Leave a Reply to Nia Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.