Home » et cetera (etc.) » Diary Tentang Musik » Review Lagu “Chained to the Rhythm” – Katy Perry

Review Lagu “Chained to the Rhythm” – Katy Perry

Chained to the Rhythm  adalah karya yang sudah lama ada dalam daftar review lagu. Tapi karena sempat tersenggol oleh postingan-postingan lain, akhirnya daku baru bisa mempostingnya sekarang. Biar terlambat, yang jelas daku rasa lagu ini harus dibahas. Hehe…

Lagu ini sudah hadir dalam video klip beserta liriknya pada 09 Februari. “Sajian pembuka” ini saja amat sangat menarik, ada hamster dan performa yang mengingatkan kita akan “the tiny kicthen”. Menyusul kemudian music video-nya pada 21 Februari 2017.

chained to the rhytmn hamster, hamster katy perry

Katy Perry menyanyikannya bersama seorang penyanyi Jamaica bernama Skip Marley. Kolaborasi yang cocok! Mereka menulis lagunya bersama dengan Sia Furler, Max Martin, dan Ali Payami.

Ah, lagu ini membalas kerinduanku akan lagu pop yang bagus. Baiklah… sebelum lebih jauh, kita bahas dulu lirik dan terjemahannya, ya. Jom!

chained to the rhythm katy perry, lagu chained to the rhythm, lirik lagu chained to the rhythm, lirik lagu chained to the rhythm katy perry, review lagu chained to the rhythm katy perry, review mv chained to the rhythm katy perry, cerita tentang lagu chained to the rhythm katy perry

Via: @katyperry

Lirik dan Terjemahan Lagu “Chained to the Rhythm” – Katy Perry

Makna Lirik dan Review MV Lagu Chained to the Rhythm – Katy Perry

Bagian Verse 1

Katy Perry langsung ngasih pertanyaan, ‘kita ini gila enggak sih?’. Kita hidupnya sudah kayak ornamen, sudah mulai banyak enaknya dan praktisnya. Tapi hidupnya monoton, gitu-gitu saja, dan miskin makna.

Oh ya, setting tempatnya ada di taman bermain. Daku rasa tempat ini menjadi perumpamaan, kalau kita ada di sebuah dunia yang penuh dengan hiburan dan kesenangan. Kita larut akan euforianya, sampai lupa akan permasalahan yang sebenarnya mulai membesar.

Dia bertanya lagi, ‘kesepian enggak sih?’. Kita ini hidup dalam utopia, atau keadaan yang seakan-akan serba sempurna. Kita merasa sudah bahagia dan nyaman, hanya karena kita tak peka akan permasalahan yang ada. Kebahagiaan itu pasti begitu kelu.

Baca Juga :  Review Lagu Pillars of Islam – Zain Bikha

Lagipula ini dunia, tempat yang menyimpan keberengsekan dan ketidaksempurnaan. Pasti tak ada kata cukup. Selalu ada yang kurang. Hampa. Lebih lagi kalau kita hanya eksis tanpa makna.

Kita hidup dengan nyaman, sangat nyaman, sampai melenakan. Sampai kita enggak sadar akan bahaya yang sebenarnya mengincar di sekitar. Hidup kita yang ada di zona nyaman ini ibarat gelembung; indah, tapi kalau meletus bisa kacau parah.

Bagian Pre-Chorus & Chorus

Kita dikejutkan oleh kedatangan lagu “Chained to the Rhythm” dari Katy Perry ini. Sebagai penyanyi, dia tentu mempromosikannya, meminta kita (para pendengar) untuk mendengar, dan menghayatinya. Karyanya sendiri memang berpeluang menjadi “lagu favorit” setiap orang. Bagaimana pun, nadanya itu dikemas dengan beat yang enak, apalagi kalau dinikmati sambil ngedance.

TETAPI, lirik lagunya sendiri sebenarnya enggak joget-able dan pesta-able. Dan oh, tampak Katy Perry berlari dalam hamster whell atau roda hamster. Hewan inilah yang menjadi karakter utama dalam video klip Chained to the Rhythm yang disertai lirik lagunya.

Baca Juga :  Bocoran Album, Lagu dan Tour Terbaru The Corrs

Kalau digali lebih dalam, lirik lagunya seolah menampar kita untuk sadar akan beberapa kejadian kekinian. Jangan sampai kita apatis akan ancaman yang luput dari pengamatan. Katy Perry sendiri menyerahkan jenis ancamannya pada pemirsa.

Mungkin ancaman akan jauhnya pemeluk agama dengan amalan keyakinannya sendiri, ancaman akan politik yang licik, ancaman akan pemerintahan yang korup, ancaman akan pornografi/ pornoaksi, ancaman akan berita hoax, ancaman akan fitnah, dsb.

Enggan rasanya kalau kita menjalani hari seperti zombie, antara hidup dan mati. Kita bernapas tapi sudah tak berpikir, tak aktif, tak punya inisiatif, tak peka, tak peduli sekitar, dan membahayakan diri sendiri serta lingkungan.

chained to the rhythm katy perry, lagu chained to the rhythm, lirik lagu chained to the rhythm, lirik lagu chained to the rhythm katy perry, review lagu chained to the rhythm katy perry, review mv chained to the rhythm katy perry, cerita tentang lagu chained to the rhythm katy perry

Via: KatyPerryVEVO

Padahal kita sebenarnya belum merdeka. Kita masih terjajah, masih menghadapi musuh-musuh kuat nan besar, dan kita masih harus berjuang. Musuhnya siapa dan perjuangannya bagaimana? Lagi-lagi Katy Perry menyerahkannya pada para pendengar.

Baca Juga :  Review Lagu No Good for Me – The Corrs

Bagian Bridge (Skip Marley)

Dalam video klipnya, Skip Marley hadir sebagai musisi yang ingin “membangunkan kita dari tidur panjang” yang bikin kita tak sadarkan diri. Dia begitu ingin bermusik sambil menebar inspirasi. Salah-satunya ya dengan dengan lagu Chained to the Rhythm ini. Kita harus segera bangun dan sadar akan keadaan, keburu bahayanya bangun juga dan menghancurkan tanpa ampun.

~

Soal lagu ini sangat erat kaitannya dengan kemenangan Donald Trump, yang memang enggak didukung Katy Perry, daku no comment saja ah. Kalau sudah disebar ke publik, sebuah karya pasti akan memiliki interpretasi berbeda-beda.

Intinya, lagu Chained to the Rhythm ini, menurutku, begitu keren. Ketika pertama kali mendengar, kita pasti akan larut dalam nadanya yang seperti pesta. Kita terlena, mungkin bisa sampai merem dan mengangguk-angguk nikmat. Padahal setelah ditelusuri, ternyata isinya berupa alarm akan suatu bahaya. Kita harus terjaga. Siap siaga. Demikian, Review Lagu “Chained to the Rhythm” – Katy Perry. #RD

Credit :
Cuplikan Video: @Vevo_UK
Screenshoot Gambar: KatyPerryVEVO

error: