Siapa yang Menyakitimu Sekarang? Apa Sudah Kamu Maafkan?

0
SHARE
memaafkan, memaafkan orang lain, memaafkan masa lalu, memaafkan tapi tidak melupakan, memaafkan lebih baik
Image via: videoblocks.com

Siapa saja yang menyakitimu hari ini? Bulan ini? Atau, tahun lalu?

Orang-orang sering bilang,’jangan mudah baper’ alias bawa perasaan. Tapi namanya juga manusia biasa yang memiliki hati, tentu baper itu hal yang lumrah. Memangnya ada yang punya hati, tapi tidak punya perasaan, ya? Enggak ada, ‘kan?

Hatimu mungkin lecet, lebam, atau bahkan babak belur karena perkataan, tulisan, atau perbuatan seseorang. Pengalaman ini terjadi berkali-kali dan bertubi-tubi. Tapi dasar hati; masih saja hidup dan berfungsi.

Hatimu mudah sakit karena rekan bisnismu menyebalkan, karena orang kepercayaanmu berkhianat, karena keluargamu meremehkan masalahmu, karena pelangganmu terlambat membayar jasamu, karena temanmu mem-bully-mu, dan sebagainya. Bahkan hatimu yang rapuh itu bisa semakin melepuh karena postingan-postingan di berbagai media sosial.

Tingkatannya berbeda-beda. Ada yang remeh, ada juga yang menduduki tahapan fatal.

Hatimu sakit. Mereka menghancurkan mood-mu. Mereka juga bisa jadi mengusik keseimbangan hidupmu. Kamu oleng.

Tapi kamu merasa tidak butuh simpati mereka. Hatimu sudah kadung remuk tak berbentuk. Bahkan untuk sekadar berurusan dengan mereka lagi, kamu sangat malas.

Hanya saja, semua orang dari pihak mana pun pasti akan menganjurkanmu untuk memaafkan mereka. Termasuk hatimu sendiri, yang sudah terluka parah itu.

memaafkan orang lain, kelebihan memaafkan orang lain, hikmah memaafkan orang lain, susah memaafkan orang lain
Image via: videoblocks.com

Memaafkan memang jadi jalan akhir yang bisa kamu tempuh. Tetapi kamu memaafkan mereka, bukan karena mereka ‘mendapat ruang’ untuk melakukan kesalahan fatal lagi. Kamu memaafkan mereka, juga bukan karena formalitas belaka.

Memaafkan hanya dilakukan oleh orang-orang yang kuat dan berani sepertimu. Oleh karena itu, memaafkan jadi sesuatu yang sangat sulit.

Kamu memaafkan mereka karena kamu ingin kedamaian. Jiwa dan hatimu ingin ringan tanpa beban.

Siapa yang hatinya damai sebelum mampu memaafkan? Bukankah orang itu akan terus dirongrong hasrat untuk balas dendam?

Sebelum tulus memaafkan, boleh jadi hatimu berubah dingin, lalu jiwamu keras bagai batu. Pikiranmu jejal dengan kutukan dan kata-kata kasar. Semuanya, tanpa terasa, membebani kedamaian hidupmu.

Baca Juga :  12 Quote Bahasa Inggris dan Artinya Tentang Diam dan Sikap Tenang

Kamu ingin terbang, tapi bebanmu berat. Maka, kamu harus melepaskan beban itu. Walau perlahan, tidak apa-apa, asalkan ‘penumpang-penumpang gelap’ dalam hidupmu itu terbuang. Dengan demikian, sayapmu bisa mengepak.

Hatimu yang dari dulu sudah hangat akan kembali. Jiwamu yang dari dulu sudah lembut juga akan datang lagi.

Memaafkan mereka juga menjadi tanda cintamu untuk dirimu sendiri. Kamu menginginkan hidup yang lebih baik, tenang, dan tentram.

Lagipula saya, kamu, atau kita – sengaja atau tidak – juga pernah menyakiti hati orang lain. Semoga kita pun memeroleh kesempatan untuk dimaafkan walau kita lupa untuk memintanya. Siapa yang Menyakitimu Sekarang? Apa Sudah Kamu Maafkan? #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.