Sulitnya Meluluhkan Hati Anak Broken Home!

0
SHARE
diary anak broken home, meluluhkan hati anak broken home, catatan hati anak broken home, hati anak broken home, curahan hati anak broken home, isi hati anak broken home
Image via: esnoticia.co

“Dia suka saya karena apanya, ya?”

“Apa dia benar-benar tulus atau cuma modus?”

“Seperti apa sih isi hati dia yang sebenarnya?”

“Apa dia layak menerima kepercayaan saya?”

“Nyata dan langgengkah cinta sejati itu?”

“Seiring berjalannya waktu, apakah dia akan bosan dan meninggalkan?”

Dst.

Demikian kurang-lebih pertanyaan demi pertanyaan yang muncul ke permukaan. Berisik. Orang lain mungkin tidak mendengarnya. Tetapi di dalam hati dan pikiran anak broken home, aneka pertanyaan seperti itu sering jadi trending topic.

Mungkin ada yang komentar, ‘ya ampun! Overthinking banget, sih!’. Hehehe

Kalau bicara soal hubungan spesial, bagi anak broken home, memang se-njelimet itu.

Bagaimana pun, anak broken home itu sempat hidup satu atap bersama orang tua yang dulu bersama-sama dalam naungan kasih dan cinta.

Tetapi karena berbagai skenario, hubungan orang tua yang tak ubahnya sebagai kekasih dunia itu perlahan renggang. Cinta mereka seperti memudar. Janji suci mereka seperti buyar. Gongnya, mereka pun berpisah atau bercerai.

Di saat itu juga, anak broken home mengalami trauma, parno, skeptis atau apa pun itu terhadap yang namanya komitmen asmara.

Keadaan rumah dan hati masing-masing, ya orang tua ya anak, sama-sama kolaps.

~

pacaran dengan anak broken home, berpacaran dengan anak broken home, tips pacaran dengan anak broken home, diary anak broken home, catatan hati anak broken home
Image via: provaeducation.com

Anak broken home hidup dalam keadaan hati yang sudah retak, mungkin pecah.

Sebagian besar anak broken home tidak ingat kapan berfoto bersama keluarga dalam formasi lengkap. Apalagi sampai belanja atau jalan-jalan bersama. Entahlah pernah atau tidak.

Bahkan banyak anak broken home yang sebenarnya tidak nyaman membicarakan tentang keluarga. Bingung rasanya menjawab kenapa ayah tidak di rumah, atau kenapa ibu punya suami baru, atau kenapa sampai bisa memiliki saudara tiri, dan kenapa lainnya.

Baca Juga :  7 Langkah agar Kehidupan Anak Broken Home Tetap Positif

Intinya, topik tentang masalah keluarga kebanyakan memunculkan luka lama.

Anak-anak broken home melihat cinta atau komitmen seperti sesuatu yang menyakitkan, mengerikan, tidak bermakna, dan omong-kosong belaka. Bukan tanpa alasan. Kesimpulan ini muncul karena keadaan keluarga sendiri.

Hati anak broken home sudah dipatahkan oleh keluarga sendiri sebelum oleh orang lain.

Anak broken home mungkin saja “takut” untuk jatuh cinta, terlalu mencintai, atau terlalu memberi kepercayaan. Pikiran negatif seperti rasa sakit, kekecewaan, penyesalan dan kehancuran itu selalu mengintai.

Anak broken home juga percaya tidak percaya kalau kisah cinta yang bahagia itu memang ada. Sebab, apa yang disaksikan dan dirasakan jelas-jelas jauh dari dongeng yang berakhir bahagia selamanya.

percintaan anak broken home, diary anak broken home, broken home quotes, caption anak broken home, sifat anak broken home, calon istri dari keluarga broken home, calon suami dari keluarga broken home
wya.net

Oleh karena itu, bisa dibayangkan betapa tingginya benteng hati anak-anak broken home. Tidak sembarang orang bisa memanjatnya, mengetuk hatinya, memasuki hatinya, bahkan menetap di dalamnya. Tidak. Hanya orang tertentu yang bisa melakukannya. Hanya yang sangat spesial saja.

Lebih lagi, anak broken home itu erat dengan stigma sebagai “orang-orang yang berantakan”, bermasalah, rumit, dramatis, keras, tangguh, sulit dipahami dan sulit diluluhkan.

Banyak yang frustrasi dan langsung menyerah.

Memang perlu kesabaran dan ketangguhan untuk meluluhkan hati anak broken home.

Namun sekalinya mencair, anak broken home akan mengerahkan yang terbaik. Total.

Sebab, anak broken home seperti memiliki janji pada diri sendiri, kalau mereka tidak akan meniru jalan cerita orang tua. Kalau mereka ingin menikah sekali seumur hidup. Kalau mereka enggan mewariskan rasa sakit dan kecewa yang sama pada anak keturunannya.

Mereka sudah kenyang dengan luka yang timbul karena orang tua kerap bertengkar, karena ayah/ibu menelantarkan, karena muak tertekan di rumah sendiri, karena kurang perhatian, karena omongan atau pandangan orang, dsb.

Baca Juga :  Catatan Anak Broken Home Menanggapi Berita Perceraian Selebritis Korea

Anak broken home sangat merindukan rumah; rumah yang bukan sekadar bangunan. Melainkan rumah yang menjadi tempat berpulang paling nyaman. Kamukah “rumah” itu? Sulitnya Meluluhkan Hati Anak Broken Home! #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.