Tidak Menyesal Karena Tidak Menikah Sejak Dulu

0
SHARE
Semua ada waktunya, tidak menyesal karena menikah terlambat, tidak menyesal karena tidak menikah dari dulu, masing-masing orang memiliki waktu
Image via: psychlearningcurve.org

Semenjak menikah pada 30 November 2019, di usia yang ke-29 tahun, banyak orang bilang, ‘nyesel, ya, enggak nikah dari dulu?’.

Saya tahu, sebagian besar dari mereka hanya bercanda. Namun kebetulan pertanyaan tersebut, bagi saya, cukup serius. Maka saya menjawab, ‘gak nyesel sama-sekali, soalnya kalau nikah dari dulu pasti nikahnya bukan sama yang sekarang’. Hehehe.

Dulu, diam-diam saya memiliki ‘target menikah’ juga. Saya ingin fokus pada pernikahan kalau kuliah dua adik kelar. Maka saya memperkirakan bisa melaksanakan niat tersebut pada usia 26-27 tahunan.

Di waktu itu, keluarga sudah ‘bising’. Saya menjalin hubungan, tapi belum pernah membahas soal pernikahan. Keluarga mengira, saya bermain-main saja. Memang kalau bicara siap dan tidak siap, kala itu, saya bahkan tidak bisa bersikap. Jujur, ada rasa parno untuk menikah. Saya belum percaya siapa pun mampu jadi suami saya. Kemudian, saya sendiri merasa ragu-ragu apakah bisa menjadi istri bagi seseorang.

waktu, dikejar waktu, diburu waktu, Semua ada waktunya, tidak menyesal karena menikah terlambat, tidak menyesal karena tidak menikah dari dulu, masing-masing orang memiliki waktu
Image via: bloguismo.com

Saya berusia 27 tahun pada 2017. Pada waktu itu, saya menolak ajakan taaruf dari laki-laki yang kini jadi suami. Saya masih terlena oleh para anggota kaum adam lain, yang saya kira sebagai jodoh. Tak tahunya malah “para penghalang jodoh”.

Saya sempat menyendiri lagi. Masa-masa itu seperti jeda, yang membuat saya bertanya-tanya. Khususnya tentang target yang meleset, serta tentang beberapa keputusan yang barangkali salah besar. Termasuk keputusan untuk menolak seorang pria baik di tahun 2017.

Namanya juga jodoh; yang jauh akan didekatkan, yang susah akan dimudahkan, dan yang mustahil pun akan dimungkinkan.

Saya dan lelaki yang kini jadi suami kembali menjalin komunikasi. Setelah mempertimbangkan banyak hal, termasuk sikap baiknya yang tidak berubah setelah ditolak, saya pun menerima tawarannya untuk saling mengenal lebih dalam.

Baca Juga :  Ketika Hati Tak Merasakan Aura Ramadhan

Sempat terbersit dalam hati, kalau saya tidak berhak mendapatkan lelaki baik yang pernah disakiti ini. Tetapi saya berpikir, setiap orang berhak atas kesempatan kedua. Termasuk diri sendiri.

Jadi ingat kutipan Lao Tzu yang berisi, ‘being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage’.

Artinya, ‘dicintai dengan begitu dalam oleh seseorang itu memberimu kekuatan, sedangkan mencintai seseorang dengan begitu dalam itu memberimu kekuatan’.

Pada 13 Agustus 2019, beliau melamar saya. Lalu pada 30 November 2019, kami menikah. Saya berusia 29 tahun dan beliau baru menikmati awal usia 35 tahunan.

Tidak ada penyesalan. Saya tidak merasa tidak perlu memajukan waktu agar bisa menikah dari dulu.

Saya percaya, masing-masing manusia memiliki periode tersendiri di dalam hidupnya. Termasuk soal kapan menikah dan kapan meninggal. Tidak Menyesal Karena Tidak Menikah Sejak Dulu. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 14 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.