Tidak Sempurna itu Tidak Apa-Apa

0
SHARE
tidak sempurna itu tidak apa apa, tidak ada yang sempurna, tidak ada yang sempurna manusia, tidak ada yang sempurna di dunia ini, tidak ada yang sempurna selain Allah
Image via: Pinterest.co.uk

Berapa kali kita terjebak dengan kesempurnaan?

Meski sudah sadar ‘tidak ada yang sempurna’, tetap saja secara tidak langsung, kita selalu tergoda mengejarnya. Padahal faktanya, kita akan pernah sampai “di sana”.

Begitu melihat media sosial, kita memang akan menemukan banyak ‘kamuflase kesempurnaan’. Orang-orang tampak memamerkan pencapaian terbaik dan paling sempurna. Mereka seakan memiliki karier, hobi, pasangan, keluarga, kata-kata motivasi, postingan agama, dll – yang semuanya jadi gambaran kehidupan tanpa cela.

Jika kita memasukkannya ke dalam hati, bukan tidak mungkin perasaan iri akan menjalar. Bahkan kita bisa panas dingin sendiri. Kita minder, gelisah, kecewa, dsb.

Namun jika sadar, kita akan tahu sendiri, bahwa kesempurnaan itu tidak ada. Bohong ada orang tanpa noda. Bohong ada kehidupan tanpa cedera.

Jadi, persetan dengan kesempurnaan. Sekeras apa pun memperjuangkannya, kita tidak akan pernah menggapainya.

Kesempurnaan itu bukan milik manusia

Entah berapa kali kamu takut bicara, berkarya, menulis, bahkan sekadar posting status karena takut dipandang “tidak sempurna”. Keberanian seakan terpenjara oleh komentar orang lain. Sehingga rasa percaya diri jadi padam.

Kadang kamu tidak perlu memikirkan komentar orang lain, sebab mereka pun bisa saja berkomentar tanpa berpikir dulu.

Memiliki kelemahan itu bukan kesalahan besar

Malah untuk bertumbuh, seringkali kamu mesti salah atau gagal dulu. Di masa sekolah, kamu sering salah atau gagal membuat keputusan. Namun karena pengalaman itu, kamu jadi lebih bijak dan penuh pertimbangan ke depannya.

Pernah hancur berantakan itu tidak apa-apa

Siapakah manusia yang hidupnya berjalan sesuai rencana dari lahir?

Kehidupan memang unik, random, dan sulit ditebak. Hanya karena seseorang kerap memosting kata-kata positif dan memotivasi, bukan berarti kehidupannya selalu baik-baik saja sepanjang masa.

Baca Juga :  Merasakan Kenikmatan Kerja

Konflik itu pasti ada dengan ragam wujudnya. Hanya saja, manusia memiliki reaksi yang berbeda-beda ketika menghadapinya.

Tidak sempurna, tapi riil saja

Kamu bukan malaikat, bukan setan, dan bukan robot. Kamu bisa merasakan variasi emosi. Kamu bisa jatuh cinta, benci, marah, lelah, kecewa, bosan, menangis, tertawa, dll. Semua itu manusiawi. Tidak perlu larut dalam kampanye ‘pura-pura bahagia’ yang sebenarnya sangat menyiksa.

Ketidaksempurnaan yang sempurna

Pada akhirnya, manusia memang makhluk yang tidak sempurna secara sempurna. Kita tidak bisa mengelak dari kekurangan dan kelemahan. Kita kotor dan kacau.

Kesempurnaan hanya milik Dia semata.

Tidak perlu terlalu perfeksionis. Tidak perlu juga mengizinkan diri untuk menghakimi dan merendahkan ketidaksempurnaan orang lain.

Meski demikian, kita bisa merangkul ketidaksempurnaan sambil terus berupaya yang terbaik. Tidak Sempurna itu Tidak Apa-Apa. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.