Tuhan Itu Selalu Tepat Waktu, Tidak Pernah Terlambat Atau pun Terlalu Cepat

0
SHARE
tuhan selalu punya cara, tuhan selalu tepat waktu, tuhan selalu menolongku, tuhan selalu bersamaku, semua ada masanya, semua ada waktunya
Image via: blog.cloudflare.com

Tuhan itu selalu tepat waktu, tidak pernah terlalu cepat atau terlambat. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, sambil pasrah sama semua ketetapan-Nya.

Demikian saya menulis twit balasan pada salah-satu akun Twitter.

Sebenarnya membahas tentang takdir hidup dan timing-nya itu bisa jadi cukup rumit. Sebab ada beberapa hal, yang mau tidak mau, bikin kening jadi mengernyit sendiri.

Ada takdir yang kondisional atau bisa “diotak-atik” oleh manusia. Misalnya kondisi sakit yang membaik karena berobat dan berdoa, atau juga kondisi kelaparan yang berubah kenyang karena cari uang dan makan.

Ada juga takdir yang sudah paten dan tidak bisa kita otak-atik. Misalnya tentang siapa orang tua kita dan kapan kita lahir ke bumi ini. Kita tidak bisa menentukannya sendiri.

Banyak juga yang bilang kalau takdir yang tidak bisa diubah itu mengerucut menjadi rezeki, jodoh, dan kematian. Namun keyakinan ini kadang jadi blunder. Sebab orang-orang “jadi malas berikhtiar” karena yakin dan percaya kalau rezeki, jodoh, dan kematian itu “sudah ada yang ngatur”.

Sehingga ada yang terlalu abai menjemput jodohnya, ada yang tidak berusaha keras menjemput rezekinya, ada juga yang sembarangan pola hidupnya – karena tadi, kematian juga sudah ada jatah waktunya.

Tidak heran kalau pikiran untuk ‘berdoa dan beribadah tiap waktu, tidak perlu bekerja, sebab ada waktunya nanti rezeki datang sendiri’ kerap diprotes.

Lalu kita pun jadi bertanya-tanya, ‘kalau jodoh gak ke mana, ngapain ke mana-mana?’

Atau, ‘katanya hidup sudah ditentukan, kok ada keterangan Tuhan tidak akan mengubah seseorang jika orang tersebut tidak mengubah keadaan dirinya sendiri?’

Atau, ‘umur seseorang kan sudah ditentukan, apa iya silaturahmi bisa memanjangkan umur yang sudah ditentukan itu?’.

Baca Juga :  Alasan Kenapa Guru Harus Belajar Terbiasa dengan Senyum Palsu

Atau juga, ‘orang bilang, rezeki itu sudah dijatah jumlah dan waktunya, apa iya sedekah bisa melipatgandakan jumlahnya dan menyegerakan waktunya?’

Dst.

Saya rasa, dari perspektif manusia, kita memang akan terus-terusan bingung. Wajar, ya. Sebab kita hanya makhluk ciptaan biasa.

Namun saya yakin, kalau dari perspektif Tuhan, Dia sudah Maha Tahu segalanya. Dia Maha Tahu tetek bengek semua ciptaan-Nya. Tidak mungkin ada secuil informasi tentang kita yang tidak Dia ketahui.

Soal bagaimana ‘canggihnya’ Dia merencanakan dan mengeksekusi ciptaan-Nya, pasti di luar jangkauan kita yang memang serba terbatas segalanya.

tuhan selalu tepat waktu, tuhan selalu menolongku, tuhan selalu bersamaku, semua ada masanya, semua ada waktunya, semua ada saatnya, semua ada batasnya
Image via: kanal Youtube AlanBeckerTutorials

Terlalu banyak orang yang menyadari bahwa kemalangan masa lalu rupanya menghadirkan hikmah di masa sekarang.

‘Dulu A frustrasi karena terlambat lulus sekolah, tetapi hikmahnya A bisa mengurus orang tua yang sakit sampai mereka pulih kembali’.

‘Dulu A patah hati karena cintanya ditolak oleh B, tapi hikmahnya A bertemu cinta sejatinya, yaitu C.’

‘Dulu A hancur karena lamaran kerjanya ditolak mentah-mentah, tapi hikmahnya A bisa buka usaha sendiri dan menghasilkan uang yang cukup’.

Dst.

Rencana yang gagal total, impian yang tidak tercapai, posisi yang tidak didapatkan, dll, memang bukan realita yang mudah kita terima. Namun sikap tawakal atau pasrah pada kehendak Tuhan karena yakin akan ketentuan-Nya, bisa sangat membantu diri untuk lebih berdamai lagi.

Orang bilang, ‘kalau memang tercipta untuk kita, pasti jadi’. Sebaliknya, ‘kalau memang bukan tercipta untuk kita, pasti tidak jadi’.

Terlalu banyak hal yang tidak bisa sembarangan kita undur atau majukan.

Sebagai jalan aman, kita bisa memposisikan diri di pertengahan; di spot yang seimbang:

tetap menyusun rencana yang terbaik, tetap mengerahkan usaha yang maksimal dan tetap berdoa yang getol, SAMBIL tetap bersiap menerima ketentuan lain dari-Nya dan tetap memercayakan semua pada-Nya.

Lepas, pasrah, dan berserah setelah berjuang habis-habisan.

Baca Juga :  Kamu Sekolah Tapi Enggak Kerja, Ijazahmu Sia-Sia Enggak Terpakai, Dong?

Dari perspektif kita, beberapa hal mungkin tampak terlalu dini atau terlalu terlambat. Namun dari perspektif Dia, semua hal itu sudah diatur dengan tepat dan ada waktunya.

Hidup kadang memberikan rasa kecewa, tapi hidup juga seringkali memberi kejutan bahagia. Tuhan Itu Selalu Tepat Waktu, Tidak Pernah Terlambat Atau pun Terlalu Cepat. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.