Untuk Seorang Teman yang Merasa Sudah Ditipu, Dibohongi, dan Dikhianati Seseorang

0
SHARE
ditipu, dikhianati, dibohongi,
Image via: videoblocks.com

Teman: Aku mau curhat, itu Si …… bener-bener bikin aku tersengat. Nanti Zulhijah mau nikah!

Saya: Hah? Bukannya selama ini kalian punya hubungan spesial, ya?

Teman: Iya, kami juga sering video call-an. Ya ampun, dia bikin kecewa!

Saya: Wanita mah digituin tuh gak enak banget. Kamu tahu dari siapa?

Teman: Iya, dia gak punya hati banget. Kalau dia malu atau gak punya perasaan spesial sama aku, lebih baik bilang dari dulu. Pasti enggak bakal aku ladenin. Dia sendiri yang chat, ‘Nanti datang, ya. Aku undang kamu. Zulhijah mau nikah’.

Saya: Dia punya hati, tapi mungkin lagi enggak digunain … hmm sebenarnya kalau kalian belum ada ikatan apa-apa, dia gak sepenuhnya salah sih. Cuma dia kayak menggiring perasaan kamu, ‘kan? Ya sudah, mungkin Tuhan lagi nyiapin sosok yang lebih baik dan dewasa buat kamu.

Dst.

~

Entah bagaimana perasaan yang bersarang dalam dada teman saya. Mungkin dia kecewa, marah, sedih, atau bahkan merasa lucu?

Teman saya dan teman laki-lakinya memang belum “resmi pacaran”. Namun teman saya pernah bercerita kalau mereka dekat, mungkin mengarah “ke sana”. Entahlah apa yang terjadi. Apakah teman saya yang melambungkan harapan terlalu tinggi, atau memang si laki-lakinya yang enggak peka dan enggak paham situasi sama-sekali.

Hanya saja, saya ikut nyesek ketika teman saya itu seperti digiring pada kesimpulan kalau keduanya memiliki perasaan senada. Sehingga teman saya menganggap hubungan mereka spesial dan berpotensi “lanjut”. Tetapi tahu-tahu, dia diberi kabar kalau laki-laki itu hendak menikah.

Jadi selama ini mereka terkurung dalam zona pertemanan saja, apa bagaimana?

Teman saya memang terbilang polos dan jujur.  Nahasnya, memang orang yang polos dan jujur itulah – yang rentan dibohongi, ditipu, dan dikhianati. Mereka cenderung mudah terbuai dan memercayai.

Tetapi dia, saya, dan siapa pun tidak berhak merasa sudah dibohongi, ditipu, dan dikhianati. Maka sebisa mungkin membohongi, menipu, dan mengkhianati itu diminimalisir bahkan dihapuskan dalam diri.

Baca Juga :  2 Dari Daftar Pekerjaan Paling Enak Tetapi Begitu Sulit dan Berat

Untuk temanku …

Semoga kamu bisa memaafkan dirimu sendiri, karena sudah menanggung rasa yang rumit akibat terlalu percaya dan berharap.

Saya tidak akan memaksamu untuk melupakan semuanya. Saya tidak akan memaksamu untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Kalau kamu terluka dan ingin mengeluhkan sakitnya, silakan. Saya memang tidak bisa mengobati, hanya menemani.

Kamu tahu nomor kontak bahkan alamat saya. Kalau ingin bercerita, silakan luapkan saja.

Semoga apa yang terjadi tidak mengubah sisi-sisi baikmu, ya. Semoga semua ini menempamu jadi sosok yang lebih bijak dan tangguh lagi.

Saya sama-sama berharap ada sosok yang lebih baik, yang akan menghargaimu seutuhnya. Untuk Seorang Teman yang Merasa Sudah Ditipu, Dibohongi, dan Dikhianati Seseorang. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.